Halo semuanya, apa kabar? bagaimana aktivitas kalian hari ini? Sibuk sesibuk-sibuknya, normal atau gabut segabut-gabutnya? Semoga tetap haha hihi meski banyak kondisi yang menguras energi. 

Sudah lama sekali penulis tidak menuangkan keresahan dalam tulisan. Kali ini penulis benar-benar sedang buntu tentang penulisan, tapi gatal ingin tetap menulis. Beruntungnya, Qureta ini menerima jenis tulisan apapun dan kegelisahan-kegelisahan banyak orang dapat tersalurkan. Terimakasih Qureta.

Meskipun dari judul saja sudah terkesan tidak jelas, penulis tetap memiliki tujuan. Motivasinya adalah; menemani teman-teman sekalian yang sedang bosan, sekaligus memberikan kiat-kiat yang barangkali bisa teman-teman praktikan.  

Sebelum masuk ke rekomendasi kiat-kiat, penulis ingin mengulas sedikit terkait kata gabut itu sendiri. Apa sih gabut itu? Kita sering mengutarakan, tapi jangan-jangan tidak tahu apa artinya. 

Dilansir dari laman Kompasiana.com, 'gabut' berasal dari kata magabut alias makan gaji buta. Magabut adalah kondisi dimana seseorang (di tempat kerja) tidak melakukan apapun akan tetapi tetap mendapatkan gaji.

Namun seiring berjalannya waktu kata magabut ini mendapati modifikasi dan terpangkas menjadi 'gabut'. Begitupun dengan maknanya, gabut yang harusnya berarti 'gaji buta' kini diartikan sebagai; kondisi dimana seseorang tidak memiliki kegiatan atau aktivitas apapun. Bahkan lebih simpelnya, orang-orang banyak mengartikan bahwa gabut sama dengan bosan.

Adapun rasa bosan, merupakan hal wajar yang tentu dirasakan oleh setiap manusia. Secara umum, terjadi akibat aktivitas (pengalaman) yang terjadi berulangkali. Suatu hal atau kegiatan berulang dan dapat diprediksi, cenderung membosankan. Hal itu terjadi karena tidak adanya stimulus baru yang dirasakan seseorang tersebut. 

Banyak hal yang memicu munculnya rasa bosan, ada faktor internal dan juga eksternal. Contohnya seperti; tidak adanya hal baru (stagnan), pikiran monoton, kurangnya tantangan hidup hingga pengaruh lingkungan. Dan tentu saja, setiap individu memiliki tingkat kebosanan yang berbeda-beda pemirsa. 

Baiklah tidak usah berlama-lama lagi. Sesuai dengan konsesus yang telah ada, sudah pasti gabut yang penulis maksud di sini adalah gabut bosan (tidak ada kerjaan), bukan gaji buta. Biasanya sih ya, orang gabut akrab dihampiri oleh kebingungan. "Duh gabut, mau ngapain ya gue?" (padahal banyak tugas menumpuk heuheu).

Kalian bingung mau ngapain? Berikut rekomendasi kegiatan yang bisa kalian lakukan ketika gabut melanda:

1). Makan Makanan Favoritmu

Wahai kaum gabuters percayalah, dengan memakan makanan favorit setidaknya mood (suasana hati) kamu akan meningkat. Karena bisa jadi, sebelum dilanda gabut; selama ini kamu terlalu sibuk dengan pekerjaan-pekerjaanmu.

Sampai-sampai kamu lupa untuk memberikan reward kepada dirimu sendiri. Lupakan sejenak segala kepenatan, dikala gabut melanda; temuilah tukang bakso, bakso aci, mie ayam, cilor, nasi goreng, pentol, sempol, es campur, es degan~andlanmu. Kalau malas gerak, tinggal go-food-in saja. Gaskeun gak? Next.

2). Menonton Film

Tahukah kalian, selain dapat menghilangkan rasa jenuh dan bosan, menonton film memiliki manfaat yang jarang kita sadari. Seriusan, dengan menonton film kita dapat mengasah kemampuan analisis dan kefokusan. Selain itu, ketika kita fokus, kita akan tenggelam dalam suasana dan alur film tersebut. Sehingga rasa sayang bosan yang sebelumnya kita rasakan, secara otomatis akan kita lupakan. 

Dengan menonton film; perasaan gabut akan terkikis, meski hati menangis (canda ya, tau kok garing). Yang terpenting, bonusnya; si penonton tentu mendapatkan pengetahuan dan informasi baru dari film yang diputar. Kalau masih enggak tau mau nonton apa, japri. Hm

3). Menulis

Bagi penulis sendiri, menulis adalah alternatif yang menyenangkan dikala gabut dan bingung. Karena dengan menulis, seseorang bisa menuangkan apa yang ia pikirkan dan apa yang ia rasakan. Hal tersebut dapat membantu seseorang dalam mengurangi atau meredakan stress lho gengs

Kita bisa bebas mengekspresikan apa yang kita mau. Kamu bisa menulis apapun, dari mulai; diarypuisi, cerita pendek, artikel, essai, bahkan skripsi haha. Selain itu kita tentu akan mendapatkan beberapa manfaat seperti; memperkuat daya ingat, mengorganisir penggunaan tata bahasa, mengurangi tingkat stress, produktif dan menghibur.

Menulis itu asik, detik ini penulis sedang memanfaatkan waktu gabut dengan menulis di Qureta. Selamat mencoba teman.

4). Dengarkan Musik, Main Musik atau Karaoke

Mendengarkan alunan nada, melodi dan irama musik diketahui dapat mempengaruhi pikiran, perasaan bahkan perilaku seseorang. Perhatikan saja, umumnya seseorang akan menjadi melow saat mendengarkan lagu-lagu bergenre sendu. Sebaliknya, akan menjadi semangat saat mendengarkan lagu-lagu yang energik. Pakailah earphone, dan rasakan sensasinya. Energi dan sisi emosionalmu akan ter-charger.

Atau, kamu bisa main musik sendiri? Segera mainkan guna meningkatkan suasana hati. Kalau tidak, kamu bisa putar lagu dan mulailah karaokean (ini andalan penulis). Aduhai baik sendiri ataupun rame-rame, alternatif yang satu ini tetap asoy, apalagi dangdutan. Ekspresi tersalurkan, gabutpun minggat. Yakin enggak mau coba? Keluarkan suara emas-mu nak.

5). Baca

Ini rekomendasi terakhir yang akan penulis berikan. Tidak perlu tanya 'baca apa?', bebas sayang bebas. Berikut list sesuatu yang bisa kamu baca:

- Buku/e-book

- Komik

- Artikel/Esai

- Berita

- Al-Qur'an

Selain list di atas, sebenarnya kamu masih bisa baca banyak hal lagi seperti; chat atau status doi, komposisi pada bungkus makanan/minuman bahkan poster caleg. Kecuali, kalau kamu pengen baca pikiran dan perasaan seseorang, baru itu tidak bisa. Jangan nekad ya.

My love, itulah beberapa rekomendasi kegiatan dikala gabut dari penulis. Jangan risau dan jangan bersedih hati ketika gabut, kamu tidak sendiri. Demi waktu dan do'a mamah papah, setidaknya ada hal manfaat yang kita lakukan dalam membuang-buang energi. Tulisan ini juga merupakan refleksi dari kegabutan penulis kok.

~Selamat bergabut-gabut ria kawan.