Penamaan Filsafat timur yang berasal dari dunia Barat bertujuan untuk membedakan filsafat atau kebijaksanaan yang berada di belahan dunia timur (Asia). Pada masa kolonialisme, cara berpikir dunia timur dipandang rendah oleh para pemikir dunia barat. 

Namun istilah filsafat timur digunakan untuk membedakan kekhasan masing-masing pemikiran yang semakin menampakkan dirinya. Filsafat timur adalah cara berpikir pada umumnya yang berlaku dana dihidupi oleh manusia dari belahan dunia timur dalam memandang realitas hidupnya.

Namun pemikiran timur dianggap tidak terlalu memenuhi dalil keilmiahan dalam kategori pengertian filsafat barat karena filsafat timur menyertakan mistik dan kepercayaan. Padahal pemahaman akan filsafat harus berangkat dari definisi awal yakni Philosophia yang terdiri dari dua kata Yunani Philos dan Sophia, yang berarti cinta akan kebenaran atau kebijaksanaan. 

Sehingga ciri khas filsafat timur sendiri ialah mengandung unsur religious dan filosofis sedangkan filsafat barat hanya unsur filosofis. Pemikiran timur memiliki pemikiran yang mendalam, analisis, dan kritis atas realitas. Pada akhirnya, pemikiran timur adalah proses dan hasil usaha manusia untuk memperoleh kebenaran yang didasari rasa cinta dan hormat mereka pada kebenaran sehingga menjadi jalan hidup.

Penulis hendak mendalami salah satu ajaran dalam filsafat timur mengenai Yoga sebagai salah satu ajaran dalam filsafat timur. Sebab secara singkat, yoga yang kita kenal saat ini merupakan salah satu olah raga, tetapi yoga ternyata memiliki makna filosofis yang terkandung dalam setiap ajarannya. Maka dari itu, melalui paper ini penulis hendak mendalami dan memahami yoga yang mengandung nilai-nilai dan makna filosofis khas pemikiran timur dengan relevansinya pada zaman ini.

Ajaran Yoga

Yoga adalah suatu teknik disiplin sebagai satu dasar rasional yang diberikan oleh purusha (kesadaran murni) sebagai Self tertinggi. Purusha sungguh bebas dari penderitaan, tetapi ketidaktahuan menghalangi perwujudan kebebasan itu. Sehingga untuk mengatasi penderitaan ini, diwajibkan semacam disiplin diri yang disebut yoga. Empat aforisme pertama dari Yoga Sutra Patanjali menunjukkan kodrat dan tujuan yoga:

Keterangan tentang yoga. Yoga adalah pembatasan gerak-gerik kegiatan organ pikir (citta). Maka si Resi [yaitu Self] tinggal dalam dirinya. Pada kesempatan lain ia [Self] mengambil bentuk yang sama sebagai gerak-gerik [dari organ pikir].

“Organ pikir” diartikan Patanjali sebagai kesadaran yang menjelma dalam manifestasi psikofisik prakriti. Kesadaran organ pikir mesti dibedakan dari kesadaran murni yang adalah purusha.

Maka dari itu, yoga secara khusus berbicara tentang dinamika proses separasi dan memperlihatkan Teknik-teknik praktis untuk membebaskan diri. Menimbun pengetahuan tidak dapat dilepaskan dari konsentrasi introvert. ketika semua usaha material mulai jatuh yang masih diakui ialah khazanah rohani yaitu usaha mencari kehidupan batiniah. 

Kiesa merupakan suatu kata umum India yang berarti menderita, sakit hati atau tertekan. Dalam Yoga-sutras, kata ini menunjukkan sesuatu yang menghalangi atau mempersulit pengungkapan esensi yang sebenarnya dari kodrat manusia. Sedangkan Yoga Patanjali dilihat sebagai Teknik menghindari diri dari halangan ini dan dengan itu membentuk kembali kesempurnaan pribadi (kepribadian).

Untuk memahami teknik dasar yoga, pertama-tama mesti mengerti kekuatan-kekuatan yang melaluinya kesadaran tubuh dan pikiran berfungsi untuk mempertahankany dirinya. Patanjali melukiskan lima kekuatan semacam itu. 

Kekuatan pertama, ketidaktahuan yang menunjukkan kesadaran yang kurang di mana self dianggap berasal dari kodrat purusha dan bukan prakriti (materi primordial). Dan akibat dari ketidaktahuan ini, self yang bertubuh berusaha mempertahankan eksistensi sebagai yang berasal dari prakriti.

Kekuatan kedua, dorongan yang tiada putusnya untuk menciptakan dan mempertahankan suatu ego (asmita). Kekuatan ketiga raga, sebagai salah satu nafsu hebat akan benda yang mengungkapkan dirinya melalui loba dan kelekatan. 

Kekuatan keempat ialah dvesha sebagai lawan dari ketiga – rasa tidak suka pada hal-hal yang mengancam self sebagai bagian dari prakriti. Kekuatan kelima, satu kemauan untuk hidup kekal sebagai satu realitas prakriti (abhinivesha). Mereka adalah kekuatan-kekuatan dasar yang menggarisbawahi “gerak-gerik organ pikir”.

Teknik yoga untuk mendekondisikan self itu dibagi Patanjali ke dalam delapan kelompok, mulai dari yang lebih dangkal dan lahiriah sampai pada yang batiniah dan yang lebih dalam. 

Teknik-teknik tersebut antara lain: pengendalian moral, yang bertujuan mengarahkan kembali kehendak dan perbuatan-perbuatan seseorang amhisa, secara harafiah “tidak melukai” pada dasarnya merupakan satu ungkapan kasih sayang akan semua makhluk hidup sebagai satu sarana efektif untuk membebaskan diri dari ego. 

Pemeliharaan hidup rohani, niyana dimaksudkan untuk memudahkan orang mencapai satu eksistensi yang lebih rohaniah. Sikap tubuh, disiplin moral dan rohani, siap untuk praktik-praktik dan latihan-latihan serta sikap-sikap tubuh (asanas) yang dimaksudkan untuk mendisiplinkan dan mengontrol tubuh. 

Memungkinkan tubuh memperoleh daya hidup yang lebih dalam. Karena kesadaran dalam tubuh dan pikiran sungguh tidak terpisah dari tubuh, maka kontrol dari terhadap tubuh juga merupakan kontrol terhadap kesadaran juga.  

Kemudian, Bernapas teratur (Pranayama), bernapas menyediakan energi vital (prana) yang menopang dan memelihara hidup. Mengendurkan pengalaman inderawi, pratyahara bermaksud membendung masuknya pengalaman inderawi ke dalam kesadaran. 

Konsentrasi, dharana dengan mengontrol tubuh dan alat-pancaindera, dapat pula memusatkan diri pada usaha untuk mengontrol pikiran. Meditasi, dhyana yang digunakan dalam konsentrasi. Meditasi yang menyangkal semua objek meditasi. Semua dorongan hasrat organ pikir dihentikan.

 Dan terakhir ialah Samadhi sebagai pemenuhan sempurna di mana yoga mencapai puncak. Karena ia melampaui dualitas subyek-obyek maka keadaan ini tidak terperikan. 

Menenangkan gerakan-gerakan kesadaran tubuh dan pikiran. Merujuk pada kesadaran tertinggi, keadaan sempurna self yang menempatkan dirinya dalam kesadaran murni yang disebut purusha. Menyajikan tujuan tertinggi moksha, yaitu kebebasan sempurna.

Menjaga Kesehatan Tubuh

Dalam pemahaman terkait ajaran yoga di mana yoga sendiri merupakan sebuah teknik dispilin agar mengalami kebebasan untuk mencapai purusha, penulis mengambil salah satu manfaat yang diberikan yoga bagi manusia. 

Dalam salah satu berita daring dari situs kompas.com menjelaskan bahwa dengan melakukan yoga, tubuh menjadi lebih tegak dan kita cenderung tidak membungkuk. Sayangnya, yoga tidak dapat menambah tinggi.

Kepala terapis yoga dan manajer program yoga yang bernama Judi Bar, E-500 RYT, C-IAYT mengatakan, “Yoga tidak akan membuat kerangka Anda lebih panjang, yoga berfokus pada peningkatan kekuatan, postur, dan kesadaran tubuh.”. 

Seperti yang juga ditekankan dalam berita bahwa kekuatan, postur, dan kesadaran tubuh yang penuh perhatian saling berkaitan. Ketika kesadaran tubuh kita tidak dalam kondisi baik, maka tubuh kita akan kehilangan keseimbangan dan koordinasi.

Jika demikian, teknik yoga yang ditunjukkan dalam berita tersebut ialah teknik Sikap tubuh atau dikenal dengan sebutan asana. Sebab seperti yang tertera dalam teori, teknik ini dimaksudkan dimaksudkan untuk mendisiplinkan dan mengontrol tubuh. Disiplin dan kontrol tubuh sangat dibutuhkan agar kesadaran tubuh tetap terjaga.

Oleh karena itu, dalam berita disebutkan bahwa kekuatan, postur, dan kesadaran tubuh yang penuh perhatian saling berkaitan sehingga ketika kesadaran tubuh kita tidak dalam kondisi baik, maka tubuh kita akan kehilangan keseimbangan dan koordinasi – karena mengontrol tubuh berarti juga mengontrol kesadaran sebab kesadaran tubuh dan pikiran terutama merupakan satu kesatuan dalam tubuh. 

Selain itu, Judi Bar mengatakan  bahwa yoga dapat membantu kita mendapatkan postur tubuh yang benar, “Yoga dapat membantu anda memanjangkan postur tubuh dan berdiri lebih tegak untuk mendapatkan hasil maksimal, terutama jika anda memiliki kebiasaan membungkuk atau berdiri dalam posisi merosot.”

Maka dari itu, salah satu blog juga memuat mengenai tujuh yoga asana untuk memperbaiki postur tubuh. Tak hanya meregangkan otot-otot tubuh, gerakan yoga ini juga dapat merilekskan pikiran dan meredakan stress sehingga produksi hormon pertumbuhan bisa maksimal. 

(1) Surya Namaskaras, doa kepada matahari selaku sumber semua kehidupan di bumi. Manfaatnya ialah memperbaiki sirkulasi darah dan memastikan fungsi syaraf berjalan dengan baik. (2) Sukhasana, pose meditasi, tidak hanya membuat punggung kuat, tetapi juga baik untuk peregangan otot lutut. 

(3) Paschimottanasana, baik untuk stretching tulang belakang dan hamstring. (4) Marjariasana, membuat tulang belakang fleksibel dan menguatkan bahu. (5) Tadasana, tak hanya memperbaiki postur tetapi juga menguatkan lutut dan paha. 

(6) Vrikshasana, pose pohon, tidak hanya menguatkan tulang punggung dan lutut, asana ini memperbaiki koordinasi neuromuskular. (7) Trikoasana, tak hanya meregangkan dan memperbaiki fungsi tubuh, gerakan yoga ini juga bisa menguatkan lutut, kaki.

Melalui tujuh yoga asana ini justru sungguh menunjukkan bahwa yoga merupakan teknik disiplin yang benar-benar mengarahkan manusia pada purusha di mana manusia mampu melepaskan diri dari segala halangan dan yoga menjadi jalan untuk mencapai kesadaran murni di mana manusia dibersihkan dari segala kekacauan duniawi agar mampu mencapai moksha

Oleh karena itu, sebagai suatu teknik disiplin, pelaksanaan yoga memang sangatlah ketat dan jelas. Ketat dan kejelasan dari yoga sendiri terlihat dari teknik-teknik yoga yang sangat berfokus pada pengaturan pola hidup sehingga manusia mampu memaknai hidupnya secara lebih mendalam. 

Sehingga sekalipun yoga lebih dikenal sebagai bagian dari cabang olah raga, namun yoga memiliki makna filosofis yang mendalam mengenai usaha manusia dalam mencapai purusha sebagai jalan menuju moksha.

Pada akhirnya, sekalipun yoga yang kita kenal saat ini merupakan salah satu cabang olahraga, namun dalam setiap gerakan maupun instruksi yoga yang disiplin terkandung makna filosofis terkait usaha manusia dalam mencapai kesadaran murni sebagai ungkapan kebebasan diri dari segala penderitaan duniawi. 

Maka dari itu, jika diperhatikan, sekalipun olahraga yoga memiliki tujuan untuk melepaskan segala macam penyakit, namun makna yang justru mendalam dari praktik yoga sendiri adalah  agar manusia bisa melepaskan diri dari penderitaan.

Jadi penyakit yang dialami manusia dimaknai sebagai penderitaan yang harus segera dilepaskan dari manusia sehingga manusia mampu mencapai kesadaran murni yang dimaknai dalam kesembuhan karena praktik senam yoga tersebut di mana senam yoga tidak hanya dapat membantu mempertahankan postur tubuh melainkan juga merilekskan pikiran serta menghindarkan stres sehingga produksi hormon pertumbuhan meningkat.