Duta Besar merupakan tingkatan tertinggi dari perwakilan diplomatik, kekuasaan yang dimiliki Duta Besar bersifat penuh dan luar biasa. Duta Besar ditempatkan dalam negara yang mempunyai hubungan erat dan memiliki banyak hubungan timbal balik antar ke dua negara yang menjalin hubungan erat tersebut. Dalam situasi dan kondisi tertentu, Duta Besar dapat mengambil keputusan yang menyangkut negaranya tanpa berkonsultasi dengan kepala negaranya terlebih dahulu. 

Kepala Negara dan menteri luar negeri mempunyai kewenangan bertindak atas nama negara untuk melakukan hubungan internasional. Akan tetapi, dalam prakteknya tidak mungkin keduanya melaksanakan sendiri melaksanakan sendiri kewenangan tersebut. Untuk melakukan hubungan internasional maka disitu tujuan dibentuknya perwakilan diplomasi dalam hal ini duta besar.

Seluruh kegiatan dalam hubungan Internasional pada hakikatnya merupakan pengertian dari diplomasi, dengan usaha memelihara hubungan antar negara. Kegiatan diplomasi dilakukan oleh para diplomat, yakni orang-orang yang menjadi wakil resmi suatu negara dalam menjalankan hubungan dengan negara lain. Para perwakilan duta besar ini bertanggung jawab untuk mencapai tujiuan diplomasi. Tujuan diplomasi sendiri yaitu: 

  • Melindungi para warga negaranya sendiri yang sedang berada di luar negeri. 
  • Merepresentasikan bangsa dan negara sendiri diluar negeri. 
  • Menyimpulkan dan menyampaikan informasi yang berguna. 
  • Membina, menjaga, dan menyelenggarakan hubungan yang lancar dengan negara lain. 
  • Menjaga agar kepentingan negara sendiri tidak dirugikan dalam pecaturan politik Internasional.

Hubungan Internasional sendiri merupakan kegiatan interaksi manusia antar bangsa baik secara individual maupun kelompok, ahli hukum mengatakan bahwa hubungan internasional adalah hubungan antara bangsa. Politik luar negeri kita sendiri menganut politik bebas aktif. 

Bebas sendiri berarti bangsa Indonesia bebas untuk bergaul dengan bangsa manapaun. Dan didalam pergaulannya bangsa indonesia tidak boleh mengIntervensi atau tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain. Serta dalam pergaulan itu terjadi saling memberi dan menerima bantuan dan pertolongan yang tidak mengikat.

Sedangkan aktif dapat diartikan sebagai bangsa Indonesia aktif bekerjasama dengan bangsa lain untuk perdamaian dunia. Bangsa indonesia aktif membela bangsa yang terancam keberadaan dan kedaulatannya atas dasar persamaan derajat tidak termasuk intervensi. Dalam pelaksanaan kerjasama dan hubungan Internasional Presiden sebagai kepala negara dibantu oleh Menteri dan Departemen Luar Negeri serta dibantu oleh para Duta dan Konsul yang diangkat oleh Presiden dan dibantu oleh Duta dan Konsul Negara lain yang diterimanya. 

Tidak satupun bangsa di dunia ini dapat membebaskan diri ketergantungan dengan bangsa dan negara lain. Menurut Mochtar Kusumaatmaja hubungan dan kerjasama antar bangsa itu timbul karena adanya kebutuhan yang disebabkan oleh pembagian kekayaan alam dan perkembangan industri yang tidak merata di dunia.

Duta Besar sendiri tentu dalam pelaksanaanya dan dalam menjalankan statusnya sebagai perwakilan diplomatik yang tertinggi memiliki tugas pokoknya dalam menjalinn hubungan Internasional. Tujuan pokok yang harus dilaksanakan oleh seorang duta besar adalah: 

  1. Menyelenggarakan hubungan dengan negara lain atau hubungan kepala negara dengan pemerintahan asing, dia berfungsi untuk membawa suara negaranya. 
  2. Mengadakan perundingan terhadap masalah-masalah yang dihadapi kedua negara tersebut dan berusaha untuk menyelesaikannya. 
  3. Mengurus kepentingan negara serta warga negaranya di negara lain. 
  4. Dan apabila dianggap perlu dan suatu keharusan, duta besar bertindak sebagai tempat pencatatan sipil, pemberian paspor, dan lain sebagainya. 

Sebagai perwakilan negara dalam konteks Internasional duta besar sendiri memiliki hak-hak istimewa yang ia dapat sebagai perwakilan diplomatik, apalagi posisi duta besar merupakan posisi tertinggi dalam perwakilan diplomatik. Setiap kedutaan dilengkapi dengan tenaga-tenaga ahli yang disebut atase. Yaitu atase pereknomian, atase militer, atse politik dan lain sebagainya. 

Di samping itu setiap perwakilan diplomatik khusunya duta besar memiliki staf mereka, staf tersebut terdiri dari, staf administrasi, staf teknik, dan staf pelayanan. Duta besar selaku perwakilan diplomatik berkedudukan di ibu kota negara penerima atau di kota lain yang disediakan oleh negara penerima. 

Perwakilan diplomatik di luar negeri notabenya merupakan orang asing di negara tersebut. Menurut hukum Internasional sebagai orang asing ia harus tunduk pada yuridiksi negara tersebut. Namun sebagai duta besar dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang perwakilan diplomatik ia mendapatkan hak-hak yang terbilang istimewa. Hak Istimewa itu antara lain adalah sebagai berikut: 

  1. Kekebalan terhadap yuridiksi sipil dan kriminal di dalam negara penerima.
  2. Kebebasan terhadap semua pajak. 
  3. Tidak dapat diganggu gugatnya pribadi, bangunan arsip, dan dokumen perutusan. 
  4. Dan terakhir, memiliki kebebasan bergerak dan berpergian serta komunikasi. 

Jadi pada intinya Duta Besar selaku perwakilan negara memiliki perananan yang sangat penting dalam hubungan Internasional, karena banyak sekali yang bisa diambil manfaatnya dalam hubungan Internasional. Bukan hanya itu duta besar juga mempunyai kewajiban untuk melindungi kepentingan negara, menjaga nama baik negara, dan tentunya melindungi setiap warga negara Indonesia di negara dimana ia bertempat.