Pengertian kebudayaan paling awal diutarakan oleh Edward B. Tylor pada tahun 1871. Menurutnya kebudayaan ialah keseluruhan yang kompleks meliputi pengetahuan, kepercayaan, kesenian, hukum, moral, adat, dan berbagai kemampuan serta kebiasaan yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat. 

Menurut J.W.M. Bakker istilah budaya berasal dari bahasa Sanskerta dari abhyudaya. Kata tersebut mengandung arti hasil baik, kemajuan, kemakmuran, yang serba lengkap sebagaimana dipakai dalam Kitab Dharmasutra dan dalam kitab-kitab agama Buddha untuk menunjukkan kemakmuran, kebahagiaan, kesejahteraan moral dan rohani, maupun material dan jasmani, sebagai kebalikan dari Nirvana atau penghapusan segala musibah untuk mencapai kebahagiaan di dunia. 

Lebih jauh lagi, kebudayaan juga dapat digunakan sebagai cerminan diri dan karakter manusia dalam proses realisasi di kehidupan bermasyarakat. 

Kebudayaan juga mewadahi keseluruhan perilaku dan karya yang dihasilkan oleh manusia. Hal inilah yang menjadi dasar bahwasanya kebudayaan bersifat dinamis, karena senantiasa berkembang mengikuti perkembangan zaman dan perkembangan sejarah manusia. 

Dalam melakukan tindakan tersebut tentu tak lepas dari komunikasi antar sesama. Komunikasi yang digunakan oleh manusia yakni menggunakan bahasa. 

Unsur-Unsur Kebudayaan

Menurut pandangan Clyde Kay Maben Kluckhohn (1905-1960), terdapat 7 unsur kebudayaan universal yang terdapat dalam semua bangsa di dunia diantaranya yakni, bahasa, sistem pengetahuan, organisasi sosial, sistem peralatan hidup dan teknologi, sistem mata pencaharian, sistem religi, dan kesenian. 

Menurut pandangan dari Harsojo, sistem edukasi, sistem pengetahuan, dan bahasa merupakan aspek kebudayaan yang sangatlah penting. 

Menurut pandangan Budiono Kusumohamidjojo, bahasa merupakan faktor utama yang dapat menggambarkan perilaku manusia, melalui segala aspek serta unsur apapun dalam kebudayaan dan fenomena yang didapati oleh manusia, bahasa merupakan pokok pentingnya. 

Bahasa bukan hanya sekadar unsur, melainkan lebih dalam lagi bahwasanya bahasa merupakan poros kebudayaan yang menjadi dasar yang membedakan manusia dari makhluk sub-human dalam peranan sejarahnya.

Fungsi Bahasa

Dalam praktiknya bahasa memiliki 4 fungsi. Pertama ialah bahasa sebagai alat untuk mengungkapkan perasaan atau mengekspresikan diri. Maksudnya ialah bahasa mampu untuk mengungkapkan gambaran, maksud, gagasan, dan perasaan. 

Melalui bahasa, manusia dapat menyatakan secara terbuka segala sesuatu yang tersirat di dalam hati dan pikirannya. 

Kedua, bahasa sebagai alat komunikasi. Bahasa merupakan saluran maksud seseorang yang melahirkan perasaan dan memungkinkan masyarakat untuk bekerja sama. Bahasa yang dikatakan komunikatif karena bersifat umum.

Selaku makhluk sosial yang memerlukan orang lain sebagai mitra berkomunikasi, manusia memakai dua cara berkomunikasi, yaitu secara verbal dan non verbal.

Ketiga, bahasa sebagai alat berintegrasi dan beradaptasi sosial. Pada saat beradaptasi di lingkungan sosial, seseorang akan memilih bahasa yang digunakan tergantung situasi dan kondisi yang dihadapi. 

Seseorang akan menggunakan bahasa informal ketika bergaul dengan teman-temannya dan bahasa formal ketika berbicara dengan orang tua atau saat kegiatan-kegiatan resmi. 

Dengan menguasai bahasa suatu bangsa, memudahkan seseorang untuk berbaur dan menyesuaikan diri dengan bangsa. 

Keempat, bahasa sebagai alat kontrol sosial. Bahasa memengaruhi sikap, tingkah laku, serta tutur kata seseorang. 

Kontrol sosial dapat diterapkan pada diri sendiri dan masyarakat. Lambang bahasa dalam tanda lalu lintas dan sebagainya menjadi alat yang efektif bagi kontrol sosial.

Bahasa bukan sekadar cara memberi kode untuk proses menyuarakan gagasan dan kebutuhan manusia, tetapi lebih merupakan suatu pengaruh pembentuk, dengan menyediakan ungkapan yang mapan yang menyebabkan orang melihat dunia dengan cara-cara tertentu mengarahkan pikiran dan perilaku masyarakat. 

Pentingnya Bahasa Menurut Dubes Inggris untuk Indonesia

Dalam surat kabar Jawa Pos (Rabu/2/Juni/2021) kolom Sosok dan Sisi Lain, Owen Jenkins (Duta Besar Inggris untuk Indonesia) menggunakan pendekatan multinasionalisme dalam menjalin relasi dan hubungan dengan negara lain. 

Menurut pandangannya menggunakan bahasa daerah sebagai bentuk komunikasi setempat merupakan yang paling efektif. Jadi bukan sekadar hubungan diplomatik, melainkan hubungan dengan budaya serta masyarakatnya. 

Ia juga mengajak masyarakat Indonesia untuk menggunakan bahasa daerahnya masing-masing dan bangga menggunakannya.

Berkenaan dengan pendapat mengenai bahasa sebagai poros kebudayaan, berdasarkan hemat penulis, apabila sebuah bahasa punah, maka secara langsung kebudayaan dari bahasa tersebut juga turut punah. 

Sebab bahasa merupakan landasan dasar yang membentuk kebudayaan manusia itu sendiri. Bahasa juga menjadi pokok komunikasi dan pokok terbentuknya sistem dalam masyarakat yang membentuk suatu kebudayaan. 

Menurut pemetaan yang dibuat Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sejak 1991 menyebut bahwa Indonesia memiliki 718 bahasa daerah dan baru 74 bahasa daerah yang terkaji vitalitasnya. 

Terdapat 32 bahasa daerah yang sudah terkonversi, 27 bahasa terevitalisasi, dan 312 bahasa teregistrasi. Jika bahasa daerah, berarti sistem kognitif dan nilai-nilai dari satu komunitas atau budaya penuturnya akan punah pula. 

Apabila bahasa daerah punah, maka mengartikan bahwa nilai-nilai khazanah dan toleransi yang pernah ditanamkan oleh leluhur melalui bahasa akan punah pula.

Bahasa berperan penting sebagai alat komunikasi satu dengan yang lain. Namun bagaimana jadinya kalau bahasa yang menghubungkan komunikasi satu dengan yang lain dan sebagai pembentuk kebudayaan itu punah. 

Kebudayaan yang ada saat ini merupakan bentuk kebudayan yang kokoh dan berkualitas berdasarkan pelestarian para leluhur yang terus diwariskan hingga saat ini. Oleh sebab itulah sebagai generasi penerus, hendaknya kita juga turut serta melestarikan budaya dengan menggunakan bahasa lokal serta bahasa ibu. 

Kesimpulan

Dalam kebudayaan manusia terdapat struktur yang menyusun kebudayaan itu sendiri yang terdiri dari items, culture traits, trait complexes, cultural activities, dan cultural universals. 

Dalam pelaksanaannya kebudayaan memiliki unsur-unsur penting yakni bahasa, sistem pengetahuan, organisasi sosial, sistem peralatan hidup dan teknologi, sistem mata pencaharian, sistem religi, dan kesenian. 

Selain itu pula bahasa memiliki empat fungsi yakni bahasa sebagai alat untuk mengungkapkan perasaan atau mengekspresikan diri, bahasa sebagai alat komunikasi, bahasa sebagai alat berintegrasi dan beradaptasi sosial, bahasa sebagai alat kontrol sosial. 

Dengan pelbagai unsur kebudayaan tersebut, bahasa menempati yang paling dasar serta menjadi poros dalam kebudayaan manusia. 

Bahasa merupakan pokok yang paling penting dalam kebudayaan. 

Sebab bahasa menjadi penghubung dalam komunikasi setiap manusia. 

Semua susunan dalam unsur kebudayaan pada awalnya juga dibentuk oleh bahasa yang menghubungkan manusia untuk membentuk unsur budaya lainnya.