Manusia merupakan makhluk sosial secara kodrati (homo socius). Hal inilah yang membuat manusia terus terhubung dengan manusia lainnya untuk dapat melangsungkan hidupnya. 

Kehidupan manusia sebagai makhluk sosial ini tentu memiliki alasan. Alasan yang mendasarinya ialah bahwa manusia memiliki tujuan untuk saling membantu dan membutuhkan. 

Selain itu pula manusia senantiasa membutuhkan orang lain atau manusia lain untuk dapat mewujudkan cita-cita atau memenuhi kebutuhan hidupnya. Dalam hubungan ini tentu terdapat relasi dan komunikasi satu sama lain sebagai manusia yang setara.

Seiring berjalannya waktu, hingga saat ini terdapat hubungan relasi kekinian yang sering dijumpai dalam komunikasi interpersonal dalam lingkup kaum muda. Relasi ini acapkali digunakan sebatas hanya bersenang-senang dalam lingkup pertemanan atau sekadar sambilalu begitu saja. 

Setidaknya terdapat relasi pergaulan kaum muda kekinian yang berkembang dewasi ini yakni, Friendzone, Friends with Benefit (FWB), dan One Night Stand (ONS). 

Pada tulisan kali ini penulis akan membahas secara khusus mengenai Friends with Benefit (FWB) yakni mengenai arti serta maksud dari FWB yang sering muncul dalam pergaulan kekinian anak muda dan dihubungkan dengan pemikiran prinsip kebergunaan dari William James.

Friends with Benefit sebagai Pergaulan Kekinian

Friends with Benefit atau acapkali disebut dengan FWB merupakan cara atau bentuk pergaulan yang dewasa ini sering lalu lalang dalam pergaula anak muda kekinian. 

Berdasarkan pendasaran artinya benefit dalam arti bahasa Indonesia yakni manfaat atau keuntungan. Dalam artian bahwa pertemanan tersebut hanyalah untuk memberikan keuntungan dan manfaat semata, apabila tidak ada manfaat dan keuntungan maka tidak terjalin pergaulan antar individu tersebut. 

Dalam arti yang sebenarnya dalam realitas dunia Friends with Benefit merupakan suatu hubungan pertemanan untuk memperoleh keuntungan dan manfaat dari seseorang dengan menambahkan unsur seks di dalamnya. 

Hubungan relasi antar individu ini tidak memiliki keterikatan dan aturan yang pasti dalam hubungan. 

Hubungan seks antar individu inilah yang menjadi buah dari manfaat dan keuntungan itu yakni memperoleh keuntungan dan manfaat dari hubungan seksual. Hubungan seks inilah yang memberikan ketergantungan dan menjadikannya sebagai rutinitas belaka.

Menurut Meagan Drilinger, founder Vaera Journeys, Friends with Benefit merupakan tipe hubungan di mana dua relasi orang yang memiliki koneksi platonik saling menggunakan dan memanfaatkan satu sama lain hanya sebatas seks. 

Menurut Rebecca Newman, MSW, LCSW, bagian terpenting dari Friends with Benefit ialah adanya kesadaran bahwa hubungan yang dijalani itu pasti akan berbeda dari sebelumnya karena adanya interaksi seksual yang akan muncul. 

Prinsip Kebergunaan menurut William James

Pemikiran William James mengenai Prinsip Kebergunaan tak terlepas dari pemikirannya mengenai kebenaran. Konsep mengenai kebenaran ini termaktub dalam karyanya yang berjudul The Meaning of Truth yang berarti Arti Kebenaran. 

Berkenaan dengan kebenaran James menggagas bahwa tidak ada kebenaran yang mutlak yang berlaku secara umum, tetap, berdiri sendiri, dan lepas dari akal budi yang mengenalnya. 

Menurutnya pengalaman manusia berjalan terus dan segala yang dianggap benar dalam pengalaman tersebut selalu berubah, sebab dalam praktiknya suatu hal yang dianggap benar tersrbut akan memperoleh koreksi dari pengalaman berikutnya. 

Oleh sebab itulah, James berpendapat bahwa kebenaran-kebenaran dalam arti jamak ialah suatu hal yang benar dalam pengalaman-pengalaman khusus, yang setiap kali dapat diubah oleh pengalaman berikutnya. 

Menurut William James, sesuatu dikatakan bernilai dan memiliki arti sebuah nilai sebagai sebuah kebenaran apabila hal itu memiliki kegunaan dan manfaat. 

Menurut pandangannya, gagasan yang benar tidak hanya dapat diverifikasi dalam pengalaman semata, melainkan pula memiliki fungsi kebergunaan dan manfaat. Keadaan pikiran yang memiliki fungsi tertentu akan memandu untuk dapat mencapai kebergunaan itu sendiri. 

Gagasan pemikiran dan ide tidak hanya diverifikasi dari pengalaman, namun juga dari fungsi kebergunaan. Kebenaran dapat terjadi tidak sekadar dari pengalaman satu peristiwa saja, namun juga diikuti oleh pengalaman berikutnya yang berguna. 

Oleh sebab itulah, sesuatu hal dinyatakan sesuai benar apabila berguna dan bermanfaat. 

James menggagas bahwa ide-ide manusia dapat menjadi benar apabila hal tersebut dapat membantu manusia untuk dapat memasuki hubungan-hubungan yang memuaskan dengan bagian dari pengalaman lainnya. Menurutnya suatu ide dapat benar apabila memberikan keuntungan bagi subjek yang mempunyai dan melakukannya.   

Friends with Benefit dalam Kaca Mata Prinsip Kebergunaan William James

Pergaulan kaum muda kekinian seiring berkembangnya zaman memperoleh tempatnya masing-masing. Pergaulan ini memiliki banyak bentuk termasuk dianataranya ialah Friends with Benefit (FWB) itu sendiri. 

Namun dalam pergaulan ini lebih ditekankan adanya sifat untuk memberikan keuntungan, manfaat, dan kegunaan semata dalam hubungan pergaulan pertemanan. 

Apabila tidak ditemukan kecocokan yang memberikan keuntungan, manfaat, dan kegunaan maka sama halnya tidak ada pergaulan pertemanan antar individu itu. 

Hubungan yang demikian apabila dipandang dari sudut pandang prinsip kegunaan William James maka didapatkan suatu hubungan antar keduanya. James menggagas bahwa suatu kebenaran dinyatakan benar apabila dapat diverifikasi dengan adanya kegunaan dan manfaat kepada subyek atau pelaku. 

Apabila tidak ditemukan kegunaan maka tidak dinyatakan benar. Hal ini senada dengan relasi FWB yakni tidak ada pergaulan pertemanan yang erat apabila individu yang saling berelasi tidak memberikan keuntungan dan manfaat, dalam konteks pergaulan FWB keuntungan dan manfaat yang dimaksudkan ialah hubungan intim seksual.

Kebenaran dapat terjadi tidak sekadar dari pengalaman satu peristiwa saja, namun juga diikuti oleh pengalaman berikutnya yang berguna. 

Dalam hal ini relasi pergaulan FWB tak sekadar sekali terjadi begitu saja, melainkan terus-menerus dilakukan berdasarkan interaksi keduanya yang memberikan keuntungan, manfaat, dan kegunaan. 

Dalam relasi tersebut tentu benar bahwa terdapat relasi pertemanan, namun hanya sebatas memberikan keuntungan, dalam konteks FWB keuntungan yang dimaksudkan ialah keuntungan dalam memuaskan hasrat seksual. 

Apabila di pertemuan selanjutnya atau pengalaman selanjutnya tidak ada hubungan yang memberikan keuntungan dalam bentuk hubungan seksual, maka tidak ada hubungan pertemanan di dalamnya. 

Sebab dalam FWB hubungan relasi pertemanan dinyatakan benar apabila terdapat hubungan seksual yang memberikan keuntungan dan kegunaan.  

James menggagas bahwa ide-ide manusia dapat menjadi benar apabila hal tersebut dapat membantu manusia untuk dapat memasuki hubungan-hubungan yang memuaskan dengan bagian dari pengalaman lainnya. 

Dalam fenomena pergaulan kekinian FWB ide-ide mengenai pertemanan yang intim sebatas ahnya untuk memberikan kepuasan dalam hubungan seksual. 

Hal tersebut membantu untuk dapat memuaskan kebutuhan seksual semata dan hal tersebut diakui sebagai sebuah kebenaran bagi mereka yang saling berelasi satu sama lain dalam relasi FWB. 

Bagi mereka yang menjalin relasi FWB, hubungan relasi pertemanan adalah ketika mereka bertemu dan menjalin hubungan intim sebagai pemuas nafsu semata. Hal itulah yang memberikan kebergunaan, tanpa status yang sah/terikat, tanpa peduli salah satu atau keduanya telah memiliki pasangan. 

Sebab relasi pertemanan FWB hanya sebatas hubungan seksual, apabila dikemudian hari tidak ada hubungan yang memberikan kegunaan atau manfaat dalam hasrat seksual, maka hubungan tersebut berakhir.

Penutup

Manusia pada dasarnya ialah makhluk sosial. Oleh sebab itulah setiap pribadi manusia didorong untuk terus berinteraksi dengan manusia lainnya. 

Hal tersebut bertujuan untuk memberikan dampak dan saling membutuhkan satu sama lain. Sebagai makhluk sosial tentu akan melakukan interaksi pergaulan. 

Dewasa ini pergaualn semakin berkembang dengan pelbagai bentuknya, secara khusus pergaulan anak muda yakni Friends with Benefit (FWB). Pergaulan ini dinyatakan benar ketika memberikan keuntungan dalam hal memuaskan dalam hubungan seksual. 

Hal tersebut setali tiga uang dengan prinsip kebergunaan dari William James yang menyatakan bahwa suatu ide/gagasan manusia dinyatakan benar apabila dalam pengalaman hal itu memberikan kegunaan, manfaat, dan keuntungan bagi subyek/pelaku. 

Apabila dikemudian hari tidak ada keuntungan atau kegunaan maka dapat dikatakan hal tersebut tak lagi dianggap sebagai sebuah kebenaran. Dalam hal tersebut terdapat tinjauan kritis yakni terdapat reduksi kebenaran dan kemanusiaan suatu hal. 

Kebenaran hanya dipandang dari segi kebergunaan, sedangkan kebenaran tak hanya sekadar kegunaan dan yang berguna belum tentu dianggap suatu hal yang benar.

DAFTAR PUSTAKA

Sumber Buku

ADINDA S., ANASTASIA JESSICA, Menelusuri Pragamatisme (Pengantar pada Pemikiran Pragamtisme dari Peirce hingga Habermas), Yogyakarta: Penerbit Kanisius, 2015.

HADIWIJONO, HARUN, Sari Sejarah Filsafat Barat 2, Yogyakarta: Penerbit Kanisius, 2016.

RUSSEL, BERTRAND, Sejarah Filsafat Barat (Kaitannya dengan Kondisi Sosio-Politik Zaman Kuno hingga Sekarang), Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2016.

Sumber Internet

Hal yang Harus Kamu Tahu tentang Friends with Benefitshttps://www.popbela.com/relationship/sex/rosita-meinita/friends-with-benefits/1, (diunduh pada tanggal 14 Maret 2021).

Friends With Benefits, Apa Itu? (Ketika hubungan emosi tak lagi penting)https://www.orami.co.id/magazine/friends-benefits-apa-itu/(diunduh pada tanggal 14 Maret 2021).