Membahas freemasonry dan illuminati akan lebih mudah dan logis jika kita memilihnya sebagai relasi gerakan literasi yang prososial daripada gerakan secret society ataupun konspirasi yang antisosial.

Umumnya, ketika kita menemui dua istilah tersebut, terbayang seramnya gerakan rahasia yang konspiratif dan manipulatif dari sekumpulan orang-orang yang memusuhi agama-agama di dunia, khususnya Islam.

Anggapan itu cukup konyol yang terbangun dari rasa iri hati dan dengki saja. Topik-topik freemasonry dan illuminati tak akan lekang ditelan zaman dengan pembahasan yang tak jelas arahnya dan penuh fitnah selama cara pandang yang konyol dan serampangan itu tetap melekat seperti tai kucing di telapak kaki kita. 

Pemantik bahasan kali ini didukung oleh impresi analisis Google Trends untuk kedua istilah di atas. Hasil menunjukkan bahwa topik illuminati lebih tinggi kemunculannya daripada freemasonry untuk wilayah Indonesia dengan selisih yang cukup signifikan. Hal Ini ada hubungannya dengan posisi leksikal kedua kata yang sering menjadi pembahasan topik-topik konspirasi yang digeber oleh para pecinta isu-isu konspirasi dan jihadis. 

Illuminati lebih mudah disebutkan menurut data di atas karena kemudahan dari arti kebahasaannya yang sudah terserap ke dalam Bahasa Indonesia dengan pendekatan kata "iluminasi" (arti: penerangan) di dalam KBBI daripada freemasonry yang memerlukan pembedahan kata mejemuk jenis gabung, free dan masonry.

Tak semudah membaca artikel ini yang hanya dua menitan jika dibandingkan dengan penelusuran tentang pengertian dan sejarah illuminati dan freemasonry. Diperlukan banyak sumber bacaan dan perbandingan pustaka sana-sini untuk menghindari skeptis ataupun strereotip.

Sebagai bekal, saya sertakan link ini: Library of freemasonry, sebagai salah satu sumber informasi yang setebal 448 halaman. Ini dapat Anda pakai sebagai bahan validasi dan pendalaman lebih lanjut.

Ketika kita dihadapkan pada peran freemasonry dalam hal literasi yang prososial, maka di situ dapat dilihat betapa besar perannya dalam merawat budaya literasi dunia.

Di abad pertengahan, istilah Mason dan Freemason digunakan untuk membedakan antara pangkat dari tukang batu atau tukang bangunan menjadi dua, yaitu tukang batu kasar dan tukang batu ahli.

Jadi gerakan ini jauh dari rata-rata perkiraan yang eksklusif. Dari arti "mason" saja, kalau dilihat dikamus, ya artinya tukang batu. Begitu sangat sederhana asal-usulnya. Yaitu, sekelompok orang yang bekerja keras dengan menggunakan konsep-konsep sains dan teknologi yang ada pada waktu itu untuk digunakan sebagai sarana untuk memajukan kesejahteraan.

Itulah mengapa freemasonry bersimbol mistar dan jangka, yang tentunya sangat dekat dengan hard motoric seorang tukang bangunan. Masalah ritual-ritual itu hal biasa, sebagaimana agama-agama Anda yang penuh ritual juga.

Penambahan kata "free" menunjuk pada semnagat kebebasan libertarian. Artinya, mereka adalah orang-orang bebas yang tidak terikat serta bepergian dan mengejar panggilan pekerjaan atau pesanan kapan dan di mana mereka suka.

Kata "free" juga merujuk pada bahan bebatuan yang mudah dibentuk atau dipahat, sehingga "bebas" membuat lekukan atau bidang-bidang yang sulit lainnya.

Di zaman modern, ada banyak kelompok yang muncul yang mengeklaim dirinya sebagai person yang berafiliasi dengan "freemason" atau "illuminati" dan itu sah-sah saja. Karena memang pada dasarnya freemason dan illuminati membawa kebebasan berpikir dan berkarya.

Freemasonry adalah filosofi berbasis luas yang mengajarkan anggotanya untuk menjadi cerdas dan mencari kebenaran. Oleh karena itu, gerakan literasi mereka juga hebat.

Sebagaimana filsafat yang berkembang dari masa ke masa, freemasonry dan illuminati juga tak jauh berbeda.

Berawal dari mereka yang tidak terkekang oleh ortodoksi agama-agama, lahirlah kelompok Alkimia (alchemist) yang bekerja keras dengan mengembangkan sains dan teknologi pada abad pra-pertengahan untuk mencari dan mengembangkan hal-hal yang bersifat kesejahteraan, semisal mengubah logam menjadi emas.

Transmutasi dari Alkimia ke freemasonry merupakan sebuah usaha bagaimana membuat manusia yang baik menjadi lebih baik. Mereka telah menjadi bagian jalan-jalan terjal menuju kesempurnaan dan keunggulan.

Dalam kasus-kasus ini, Alkimia adalah metafora untuk sebuah perjalanan freemasonry untuk melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi serta mentransmutasikan kekurangan menjadi kesempurnaan melalui penemuan-penemuan pengetahuan.

Dalam Melissino Rite, disebutkan: kimia adalah seni, dan kebijaksanaan adalah alam, dan ahli kimia adalah yang paling terpelajar. Inilah yang membuat perkembangan literasi mereka pesat yang prososial sekali. 

Tak perlu mencari-cari hingga lelah ala intelijen teori konspirasi, tentang bagaimana bentuk dan pusat kegiatan mereka. Sama saja kok, mereka juga belajar di akademi-akademi dan pusat-pusat ilmu pengetahuan.

Ambil contoh , tinggal cek saja pusat freemasonry di Bremerton, Washington, Amerika Serikat, yang telah menerima Jen Southworth Community Service Award yang diberikan oleh Dewan Keaksaraan Kitsap.

The Honor Night adalah tradisi tahunan Dewan Literasi yang disponsori oleh Bremerton Lodge # 117 (Loji Bremerton nomor 117) dan Ritus Skotlandia "Lembah Bremerton". 

Istilah loji juga biasa-biasa saja. Loji adalah pusat-pusat kegiatan literasi bagi para personal yang mengaku Freemasonry atau illuminati. Nomor menunjukkan kebebasan, di mana jumlah akan terus berkembang tanpa dipusatkan atau sentralisasi. 

Tidak ada diskriminasi anggota, apalagi rahasia-rahasiaan. Biasa saja, layaknya kumpulan arisan tingat RT itu, loh. 

Yang ngeri itu, bagaimana mereka begitu serius dan profesional dalam mengqembangkan literasi untuk mendapatkan kemajuan sains dan teknologi, Itu saja. Sekali lagi, ritus-ritus mereka ya selayaknya Anda juga punya ritus seperti Yasinan dan tahlilan itu. Tak usah dibesar-besarkan. 

Mereka sering mengumpulkan uang atau dana  melalui undian dan mendukung acara-acara keilmuan serta menciptakan proyek literasi keluarga. Dewan-dewan literasi mereka sering memanfaatkan sinagog dan gereja untuk acara literasi. Freemasonry adalah persaudaraan yang didedikasikan untuk membuat  individu menjadi lebih kuat. 

Freemasonry bukanlah agama, tetapi persaudaraan manusia yang mengikuti sistem pengajaran untuk menanamkan semua kebajikan dalam individu yang merupakan kunci untuk pengembangan karakter dan kehidupan produktif.

Mereka adalah para pekerja keras yang melek literasi. Ditelusuri mulai dari para pemahat batu piramida Mesir hingga mereka yang membangun katedral-katedral besar.

Keunggulan literasi mereka serta pengetahuan mereka telah banyak diberikan secara tulus agar orang-orang tercerahkan (illuminated). Mereka adalah pendukung perkembangan awal penulisan, mulai dari media batu, papirus, hingga ditemukan kertas dan mesin cetak.

Perkembangan percetakan Guttenberg menandai ambang peran masyarakat modern. Dalam hal ini, mereka telah mengantarkan ketersediaan kata-kata yang tertulis sebagai bagian dari literasi.