Di mana lokasi untuk hunting serangga?                  

Lokasi yang bagus untuk hunting serangga adalah area yang jarang dijamah oleh manusia dan dekat dengan sumber air. Jika suatu tempat bersinggungan langsung dengan manusia, otomatis serangga akan takut dan berpindah tempat. Serangga yang umum ditemui adalah kupu-kupu, kepik, kumbang, capung, dan lain-lain. Tapi kalau kita ingin mendapat serangga yang aneh dan unik, dan mungkin belum pernah kita lihat, kita bisa hunting di area dekat sumber air, seperti di pinggir sungai atau di dekat danau. Di daerah-daerah tersebut, pasti banyak jumlah dan jenis serangga. Tapi kalau untuk foto bunga, kita bisa hunting di sekitar rumah atau di taman bunga.

Apakah yang disebut dengan polusi warna?

Usahakan lokasi hunting adalah daerah yang minim polusi warna. Polusi warna adalah warna-warna yang mengganggu background kita. Sebagai contoh, kalau kita hunting di sekitar rumah, objeknya bagus tetapi background di belakangnya ada yang mengganggu, misalnya cat tembok yang berwarna-warni, sampah plastik, warna tanah yang kontras dengan hijaunya daun, bisa mengganggu keindahan foto.

Bagaimana cara mensiasati polusi warna?

Polusi warna bisa disiasati dengan cara: jika akan mengambil foto, perhatikan di layar HP, apakah ada polusi warna. Jika terlihat polusi warna masuk ke dalam frame foto, bersihkan dulu area sekitar, contoh: jika ada daun kering atau sampah plastik, singkirkan dulu. Jika ada tembok atau mobil yang mengganggu, arahkan tangkai bunga ke background yang bersih dari polusi warna.

Bagaimana dengan setelan kamera HP?

Sebaiknya setel kamera HP pada mode auto, matikan HDR-nya, dan kamera yang digunakan adalah kamera utama. Untuk mengetahui yang mana kamera utama pada HP yang memiliki lebih dari satu kamera, caranya adalah: buka kamera HP, lalu tutup kamera satu demi satu, nanti akan terlihat ada satu kamera yang menyala. Nah, kamera yang menyala itu adalah kamera yang utama. Namun tidak ada masalah, jika kita memiliki setelan HP lain yang dianggap lebih nyaman, kita tetap bisa menggunakan setelan tersebut.

Bagaimana menentukan jarak fokus yang pas?

Foto akan terlihat bagus, detail, dan tajam, jika jarak fokusnya pas. Berbeda dengan food atau landscape photography yang jarak fokusnya jauh, jarak fokus untuk fotografi makro sangat dekat. Jarak fokus dengan lensa tambahan sekitar 5 - 10 cm, sementara jarak fokus tanpa lensa tambahan sekitar 10 cm.

Apa saja posisi yang harus dikuasai saat pengambilan foto?

Posisi sejajar samping obyek. Posisi ini adalah posisi favorit para fotografer makro, karena posisi ini akan menghasilkan foto yang tajam merata dari ujung kepala sampai ujung ekor serangga. Untuk mendapatkan posisi ini, kita harus sabar dan fokus. Posisi lensa HP harus sejajar dengan ketinggian dan posisi obyek. Mungkin agak sulit pada awalnya, tapi lama-lama akan terbiasa. Posisi sejajar bisa disebut sebagai posisi eye level, jarak fokus merata dari atas sampai ke bawah. Untuk membiasakan mengambil foto pada posisi ini, butuh proses dan tidak bisa instan, butuh kesabaran ekstra, jadi perlahan saja mencobanya.

Apa saja obyek pada fotografi makro?

Pertama, makro flora. Flora tidak hanya bunga, bisa daun, jamur, lumut, serat kayu, dan lain-lain. Lalu flora juga bisa dikombinasikan dengan fauna dan teknik-teknik pencahayaan. Bagian bunga yang paling favorit adalah putik bunga, karena ada putik bunga yang berwarna menarik dan berbentuk unik. Bagian daun yang paling favorit adalah ujung daun dan serat daun. Pilih daun berwarna hijau, berbentuk utuh dan tidak sobek, agar ada kesan segar. Tapi juga ada juga yang suka memfoto daun yang sudah gugur dan berwarna kuning atau daun yang sudah kering. Jika beruntung, kita bisa mendapatkan foto bunga berbonus. Bonusnya adalah serangga yang sedang mengambil nektar di atas bunga atau bonus embun cantik di atas bunga atau daun.

Kedua, makro fauna. Ada berbagai macam fauna dan bagian tubuh fauna yang bisa difoto. Untuk fauna kecil, foto bisa dilakukan untuk seluruh bagian badan (full body). Untuk fauna berukuran sedang atau besar, bisa foto beberapa bagian tubuhnya saja, seperti: mata, kepala, setengah badan, tiga per empat badan, bagian punggung, bagian sayap, bagian kaki, dan lain-lain. Ada beberapa moment serangga yang bisa kita dapatkan: makan, kawin, terbang, bergelantungan, berkelahi, dan masih banyak tingkah laku lucu fauna yang bisa diabadikan. Tantangan foto fauna adalah fauna tidak bisa diam, selalu bergerak dan terbang ke sana ke mari dengan lincah.

Kiat-kiat untuk memfoto fauna: pertama, waktunya pagi atau sore hari seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Kedua, hindari angin yang bertiup dengan kencang, tunggu hingga angin benar-benar tenang agar tidak sulit untuk memfoto. Ketiga, dekati obyek dengan perlahan, karena serangga sensitif terhadap gerakan. Keempat, menunduk atau melihat ke bawah, karena obyeknya makro yang berukuran kecil dan kadang sulit untuk dilihat dengan mata telanjang. Kelima, tahan nafas sebentar untuk mengurangi getaran dan ambil foto sebanyak-banyaknya, untuk kemudian baru disortir. Keenam, foto objek dari berbagai arah, depan, samping, atas, bawah, jadi kita bisa punya foto dari berbagai macam angle atau sudut pandang.

Ketiga, makro still life. Beberapa hal yang harus diperhatikan untuk membuat foto makro still life adalah: pertama, pencahayaan, ada dua jenis cahaya: alami (matahari) dan buatan (senter, lampu led).  Kedua, komposisi, untuk makro still life kita bebas mengatur objek karena objek adalah benda mati. Ketiga, konsep foto, pikirkan konsep yang matang dan cerita yang mau disampaikan. Keempat, kreatifitas, tidak ada batasan pada makro still life. Mainkan semua ide yang ada dalam benakmu dan tuangkan dalam sebuah foto. Kelima, objek sederhana, pilih obyek sederhana yang ada di sekitar kita, yang simpel dan mudah dieksplorasi.

Berikut benda yang bisa dijadikan objek makro still life yang ada di dalam rumah: alat dapur (saringan stainless, parutan stainless, sendok, garpu), bumbu dapur (pekak, ketumbar, merica, cengkeh, kayu manis), benda di kamar (tali sepatu, uang logam, uang kertas, resleting celana, resleting tas, teralis besi), alat jahit (jarum jahit, benang, jarum pentul, peniti, mesin jahit, pola jahitan), alat bangunan (skrup, mur, baut, paku), Alat Tulis Kantor/ATK (laptop, stapler, ball point), aneka jenis kosmetik, dan lain-lain.

Demikianlah sekelumit tentang fotografi makro. Ada banyak sekali objek makro yang bisa dieksplorasi, semua tergantung daya imajinasi dan kreatifitas masing masing orang. Kita bisa segera mencoba dengan objek yang ada di sekeliling kita, namun harus diingat, segala sesuatu perlu waktu untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Semakin sering hunting, semakin luwes tangan kita dan semakin menarik foto yang dihasilkan.