Kejahatan, tidak dapat dipungkiri lagi, merupakan pokok permasalahan yang seolah tiada henti-hentinya menghantui dan menjadi momok bagi kehidupan masyarakat.

Pasalnya, kejahatan dapat hadir di setiap situasi dan kondisi dengan melibatkan berbagai macam motif dan modus operandi pula di dalamnya. Bukan hanya orang yang lalai saja, orang yang sangat berhati-hati pun dapat menjadi korban kejahatan.

Layaknya sebuah teka-teki, suatu peristiwa kejahatan memiliki banyak hal untuk dipecahkan. Siapa pelakunya? Apa penyebabnya? Bagaimana bisa kejahatan tersebut terjadi?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut, ibarat teka-teki yang harus dipecahkan dan diungkapkan guna menegakkan hukum dan mencari keadilan yang seadil-adilnya bagi semua pihak yang terlibat di dalamnya.

Maka, dalam upaya pengungkapan kejahatan untuk kepentingan penegakan hukum ini, diperlukan bukti-bukti maupun pernyataan guna mendukung proses tersebut. Di sini lah, forensik dan kriminolog dibutuhkan dalam perannya untuk memberikan dukungan bagi upaya pengungkapan kejahatan.

Apa itu forensik?

Mungkin, yang banyak diketahui orang adalah bahwa forensik hanyalah tentang bedah-membedah mayat atau autopsi seperti yang seringkali dilakukan di film-film atau serial tertentu.

Faktanya, forensik memiliki cakupan yang sangat luas dengan banyak sekali ilmu-ilmu yang berkontribusi di dalamnya, yang tentunya dapat digunakan dalam mengungkapkan suatu tindak kejahatan.

Forensik sendiri, merupakan disiplin ilmu yang digunakan dalam upaya pencarian bukti dalam suatu peristiwa kejahatan. Masing-masing ilmu forensik memiliki peran sesuai dengan bidangnya.

Misalnya seperti psikiatri forensik yang berperan memeriksa kecakapan pelaku serta DNA forensik yang memiliki peran melakukan memeriksa DNA dalam bukti fisik (rambut, darah, dsb) yang ditemukan di tempat kejadian perkara.

Ciri khasnya adalah bahwa ilmu ini digunakan untuk mengungkapkan suatu tindak kejahatan demi kepentingan pencarian keadilan hukum.

Apa hubungannya dengan Kriminologi?

Secara umum, kriminologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang kejahatan. Tidak hanya mempelajari peristiwa kejahatannya saja, namun juga korban yang ditimbulkan, pelaku yang terlibat, serta reaksi yang diberikan masyarakat terhadap kejahatan tersebut.

Menariknya, kriminologi mempelajari keempat hal tersebut menggunakan perspektif sosiologi. Hal ini membuat kriminologi dapat dengan sangat baik menjelaskan baik motif pelaku, peristiwa kejahatan, korban yang ada, serta reaksi masyarakat terhadap sebuah peristiwa kejahatan.

Kriminologi juga turut mengembangkan pemahaman tidak hanya terbatas pada empat hal yang sebelumnya sudah dijelaskan, namun membahas juga mengenai hukum dan perkembangannya, ilmu penghukuman, serta pemikiran besar yang ada dalam ilmu sosial.

Karena itu, kriminolog, dapat memainkan peran penting dalam mengungkap kejahatan. Beragam perspektif yang dipelajari dan keempat hal yang utama dalam kriminologi memberikan keahlian yang memungkinkan untuk menganalisis suatu peristiwa kejahatan dengan mempertimbangkan segala aspek.

Lalu apa peran serta hambatan keduanya dalam pengungkapan kejahatan?

Dalam pengungkapan kejahatan, sangat penting untuk mencari dan mengumpulkan semua bukti serta informasi yang ada agar dapat diproses dan kemudian menghasilkan keadilan yang sebenar-benarnya bagi korban maupun pelaku.

Untuk itu, diperlukan kerja sama oleh berbagai bidang agar prosesnya dapat berjalan dengan maksimal.

Sebuah peristiwa kejahatan umumnya dapat dianalisis melalui berbagai teori yang ada dalam kriminologi. Namun tentunya, terdapat beberapa bukti ataupun informasi yang perlu digali dan dikaji lebih lanjut untuk mendukung analisis agar menjadi sempurna.

Untuk itu, bukti atau informasi tersebut perlu ditangani oleh ahli forensik di masing-masing bidang.

Apabila bukti yang ditemukan berupa surat atau tulisan, maka dapat ditangani oleh ahli lingistik forensik. Lain halnya apabila bukti yang ditemukan berupa rambut ataupun darah, maka yang dapat menanganinya adalah ahli DNA forensik.

Barulah setelahnya, Kriminolog memainkan peran untuk memaksimalkan bukti serta informasi tersebut, tentu dengan mempertimbangkan pula aspek-aspek lainnya, dalam melakukan analisisnya.

Sayangnya, tenaga ahli forensik di Indonesia saat ini sangatlah terbatas, sehingga seringkali sumber daya manusia yang ada tidak seimbang atau sebanding dengan jumlah kasus yang membutuhkan ahli-ahli di bidang tersebut.

Disamping itu, beberapa bidang forensik juga memiliki hambatan lain yaitu alat-alatnya yang mahal dan terbatas sehingga kesulitan untuk dijangkau. Hal ini mengakibatkan beberapa bidang tersebut tidak umum digunakan dalam kasus-kasus di Indonesia.

Hambatan-hambatan tersebut jelas akan berpengaruh pada penyelesaian suatu kasus kejahatan.

Misalnya apabila terdapat sebuah pembunuhan dimana dibutuhkan ahli DNA forensik untuk menemukan siapa pelakunya, namun tidak dapat terlaksana karena biayanya yang mahal atau tidak adanya ahli dalam bidang tersebut, maka dapat dipastikan investigasi dan analisis kasus tersebut akan terhambat.

Hal ini juga jelas akan mempengaruhi kinerja kriminolog dalam menuntaskan sebuah kasus kejahatan. Oleh karena itu, kriminolog perlu untuk memastikan bahwa ilmu forensik tetap ada dan terus berkembang demi mendukung investigasi kasus kejahatan.

Kriminolog perlu untuk mempersiapkan beberapa rencana ke depannya untuk mendukung peran tersebut. Dukungan dari pemerintah juga sangat dibutuhkan mengingat kejahatan tetap terjadi bahkan saat pandemi sekalipun.