Abad 21 adalah abad teknologi. Yang menolaknya akan menjadi generasi tertinggal, yang mengikuti perkembanganya menjadi generasi modern. Ia (teknologi) merambah hampir pada semua jenjang usia. Ia hadir dan diakses oleh lintas generasi, mulai dari yang muda hingga yang paling tua.

Manusia cenderung hidup menurut konsep atau pemikiran mereka masing masing. Menurut penulis, era teknologi dalam globalisasi yang terjadi tidak dapat terbendung lagi dan tentunya mempengaruhi pemikiran dari setiap manusia yang bersinggungan dengannya.

Pada abad teknologi dan informasi yang merajalela ini, ia menjadi hal yang membawa dampak yang begitu besar bagi kehidupan manusia, entah itu baik maupun buruk. Dampak tersebut sulit terhindarkan dan selalu berdampingan dengan kehidupan manusia.

Dampak positif yang sangat terlihat adalah banyak hal menjadi sangat mudah dengan bantuan teknologi, dan hal tersebut merambah ke segala bidang kehidupan manusia. contoh sederhananya saja adalah ketermudahan dalam mengakses informasi, yang dulunya informasi hanya bisa diakses oleh segelintir orang saja, sekarang dapat diakses oleh hampir seluruh orang di dunia.

Demikian pula dalam bidang transportasi, perjalanan yang dulunya harus dilakukan selama berbulan-bulan sekarang dapat ditempuh hanya dalam beberapa jam, bahkan menit. Komunikasi jarak jauh yang dulunya sangat beresiko karena menggunakan hewan sekarang dapat dilakukan hanya dengan hitungan milidetik.

Manusia dapat mengembangkan pikiran dan konsep yang dimilikinya, menjangkau banyak hal yang tidak dapat dijangkau sebelumnya dan mengamati kehidupannya sendiri. Dalam era teknologi ini manusia dengan cepat berkembang dan mengembangkan banyak hal dengan membuat berbagai inovasi yang cemerlang.

Semua dampak positif yang diberikan oleh teknologi di masa globalisasi ini menjadi sisi terang yang menyilaukan mata. Semua kilauan tersebut begitu menyilaukan sehingga kerap kali menutupi bayang-bayang yang menyertainya. Meski demikian benarlah ungkapan bahwa semakin terang cahaya, semakin gelap bayangannya.

Semua dampak positif yang dibawakan oleh teknologi sekiranya tidak dapat menutupi kenyataan bahwa terdapat pula banyak dampak negatif yang ia bawa. Dengan segala ketermudahan yang teknologi sajikan kepada manusia, jika tidak berhati hati manusia akan dengan mudahnya terlena dengan segala kemampuan dan kehebatan yang ia miliki.

Dengan adanya kemajuan teknologi dan banjir informasi yang terjadi di berbagai sektor kehidupan manusia, penulis berpendapat bahwa makna dari setiap kehidupan manusia semakin terkikis, dan jika tidak segera ditanggulangi dapat membawa berbagai masalah dalam kehidupan manusia.

Kemajuan teknologi yang begitu cepat dan banjir informasi yang terjadi di hampir seluruh sektor kehidupan manusia, nilai-nilai kehidupan serasa hanya menjadi grafik saja, hanya menjadi angka dalam tabel, dan rasanya tidak lagi memaknai setiap kehidupan pribadi. Tentunya hal tersebut terjadi di berbagai sector kehidupan manusia.

Contohnya saja kasus-kasus yang terjadi karena pandemi corona. Kehidupan manusia yang begitu banyak serasa hanya menjadi seonggok angka yang ditampilkan di internet atau koran atau media-media lainnya, dan meski dengan adanya data yang begitu banyak, masih banyak yang tidak menerapkan protokol kesehatan dan menganggap bahwa nyawa orang lain tidaklah penting.

Era teknologi dan informasi ini juga menjadikan banyak orang ingin menjadi pusat perhatian. Contohnya ada kasus yang mengatakan bahwa ada seseorang yang tega membuat kekasihnya menderita hingga meninggal hanya demi konten you tube. Hanya demi angka popularitas saja, nyawa seseorang menghilang, bahkan nyawa seseorang yang sangat dekat dengan kehidupannya.

Melihat realitas yang terjadi saat ini, banyak manusia terkena dampak buruk dari teknologi. Manusia menjadi tidak bisa lepas dari teknologi dan sadar tidak sadar justru menjadi budak dari teknologi. Kemampuan dan kehebatan teknologi terlihat dengan sangat jelas, namun teknologi tetaplah alat yang digunakan untuk memudahkan kehidupan manusia.

Teknologi yang harusnya menjadi alat dan digunakan untuk membantu kehidupan manusia malah menjadi boomerang yang menyerang balik. Toknologi malah memperbudak manusia, dan manusia secara tidak sadar malah mendewakan teknologi. Yang menciptakan menjadi hamba dari yang diciptakan, sungguh ironis.

Meski demikian teknologi tetaplah ciptaan. Teknologi tetaplah benda mati yang tanpa adanya manusia tidak mungkin dapat tercipta. Teknologi tetaplah benda, dan tidak ada yang namanya benda jahat, yang ada hanyalah manusia yang menggunakan benda untuk melakukan berbagai hal. Manusialah yang perlu semakin menyadari nilai-nilai yang ada dalam dirinya.

Kita tidak dapat menyalahkan teknologi, mengkambing hitamkan kemajuan karena banyaknya dampak negatif yang menyertainya. Bagaimanapun teknologi membawa begitu banyak manfaat dan dampak positif bagi kehidupan manusia. Sekarang tinggal manusia yang menentukan.

Maka manusia perlu berlaku bijak dalam menggunakannya, jangan sampai manusia mendewakan teknologi dan menjadi hamba dari buatannya sendiri. Dengan demikian, tergantung dari manusia itu sendiri dalam menanggapi kehidupan di era ini. Berlaku bijak dan selektiflah untuk menemukan makna kehidupan.