Staf Pengajar
1 bulan lalu · 54 view · 4 menit baca · Seni 68225_30438.jpg

Filosofi Musik Bach

Sebuah karya yang melampaui zaman pada awalnya takkan spesial terlihat oleh keadaan disekitarnya. Namun begitu sebuah karya itu telah melampaui masa waktu yang berbeda ia akan disambut masyarakat dengan penuh kegembiraan.

Sering sekali para seniman dan pemikir besar baik dulu hingga sekarang pada prinsipnya di dalam diri mereka selalu terngiang pemikiran bahwa mereka dilahirkan begitu cepat, sehingga gagasan yang mereka hasilkan dari jerih payahnya pergulatan batin belum dapat diterima publik pada masa ia berada. Kita berkarya namun bersiap untuk tak dianggap tak ada, pada awalnya itu adalah suatu kewajaran. 

Seseorang harus tahan banting secara mental dalam membaca situasi hingga keadaan. Itu maka banyak para seniman mengatakan bukan cinta ditolak yang membuat sang seniman patah hati, melainkan karyanya yang tak di apresiasi.

Musik adalah penghantar inspirasi menuju bahasa kesadaran. Hazrat Inayan Khan mengatakan "Kata-kata itu bagus, kalau kata-kata sudah tidak berdaya orang akan pakai puisi, tapi kadang-kadang puisi juga tidak berdaya maka satu-satunya jalan paling puncak adalah musik. Kalau Fahruddin Faiz menyimpulkan karena musik itu ngomongnya dari jiwa ke jiwa, beda kalau kata-kata.


Membahas perihal musik butuh energi pikiran yang besar, sebab musik adalah seni paling tertinggi kata filsuf Schopenhaur. Saya harus susun kosa kata yang lebih ringan agar bisa dimengerti oleh pembaca, kalaupun bahasa yang tulis agak berat untuk dicerna, mungkin memang ada saatnya kita membaca secara perlahan seraya meluangkan waktu dalam memikirkan karena adakalanya proses pemikiran yang memakan waktu lama bisa menghasilkan suatu pencerahan yang baru. 

Saya agak berat untuk memikirkan karya-karya dari Johann Sebastian Bach, yang membuat saya penasaran berat sekaligus tertarik kagum untuk mendalaminya adalah karyanya yang berjudul Air on G String. Keseimbangan dan keteraturan yang sempurna diciptakan dengan musik sederhana yang amat menyentuh.

Saya selalu berpikir apa sih yang dipikirkan Johann Sebastian Bach sehingga ia dapat menjangkau inspirasi yang begitu besar hingga bertahan sampai 333 tahun sampai saat ini. Ia memiliki 20 anak, yang kalau kita interpretasikan banyak anak banyak inspirasi sehingga tidak terlalu membebani tekanan finansial pada masa ia hidup. Johann Sebastian Bach (lahir di Eisenach, Jerman, 21 Maret 1685 – meninggal 28 Juli 1750 pada umur 65 tahun.

Setiap manusia memiliki dua telinga namun berbeda fungsi secara penghayatan. Ada orang yang suka musik tergantung pada liriknya, dan ada orang yang menyukai musik tanpa harus ada liriknya. Mendengarkan Bach kita diajak untuk berpikir.

Sejujurnya adalah suatu fakta memang bahwa musik yang kita dengarkan mempengaruhi cara pandang kita dalam merumuskan dan memaknai hidup. dalam mendengarkan berarti seseorang tengah mendalami proses menghayati, memaknai. Menjiwai musik misalnya adalah suatu keseharian yang terus digeluti.

Dalam pemikiran saya, Johann Sebastian Bach mampu menginterpretasikan alam menjadi suatu karya. Kalau kita ambil jalan radikal memang alam sangat memberikan pengaruh besar dalam menggapai inspirasi. Musik-musik bagus pada masa sekarang ini banyak berhutang inspirasi kepada Bach. 

Johann Sebastian Bach bukanlah Tuhan, tapi ia bisa membahasakan pemikiran tuhan lewat musik. Mendengarkan karya Bach tidak ada ruginya. Bagaimana Bach yang sudah terbiasa dengan sakit hati dan kesedihan: ia kehilangan orang tuanya selama masa kanak-kanak, dan 12 dari 20 anaknya sendiri meninggal sebelum mencapai usia tiga tahun.


Komposer Australia Felix Werder berkata bahwa kita tidak dapat sepenuhnya memahami suatu karya seni kecuali kita tahu siapa yang membayarnya. Hebatnya, bagaimanapun, Bach tidak dibayar untuk salah satu dari karya-karya di atas, dan memang hampir tidak mendapat untung dengan secara pribadi membiayai penerbitan karya Bach.

Malcolm Boyd dalam The Master Musicians: Bach (2000) mencatat, dalam rentang hidup yang cukup panjang, 65 tahun, J.S. Bach memproduksi lebih dari 800 komposisi atau setara dengan 1.500-an lagu (hlm. 228). Keseluruhan karya tersebut mencakup hampir semua genre yang populer di zamannya: kantata, fugue, prelude, konserto, overture, komposisi harpa, oratorio, misa, dan beberapa lainnya.

Ia merangkul dan memberikan interpretasi yang selaras dengan pendengar. Suatu karya yang benar-benar menyentuh tanpa ada pemaksaan. Karya Bach ceria, walau banyak juga yang memiliki sisi romantis, Bach tidak menempatkan rasa putus asa maupun kesedihan yang begitu mendalam. 

Dalam karya-karyanya kita bisa merasakan bahwa ia tidak membuat pendengarnya putus asa, selalu ada sisi riang nan gembira dan hidup tak harus disesali. Bach memberikan kejujuran kepada kita untuk menikmati hidup ini tanpa harus mempermasalahkan sesuatu menjadi begitu besar. Kesadaran yang membuat kita semakin berarti, serta mendamaikan segala sisi kerumitan.

Beberapa orang malu mengakui bahwa musik klasik, terutama gaya Barok, membuat mereka mengantuk. Jangan malu lagi! Menurut penulis biografi awal Bach, Variasi Goldberg disusun untuk membantu Count Hermann Karl von Keyserling mengatasi insomnia. (Kisah ini, jujur saja, masih diperdebatkan. 

Apa pun kebenarannya, itu tidak menghentikan rombongan Andersson Dance dari menyajikan tur pertunjukan berbasis Goldberg yang fantastis yang disebut "Pola Ternary untuk Insomnia." Para peneliti tidur juga menyarankan mempelajari efek lagu pada sulit tidur.

Secara teoretis menafsirkan dan memahami Bach seharusnya sejelas dan mudah digunakan seperti merakit rak buku Ikea: mulailah dengan bagian-bagian komponen, ikuti manual, dan Anda tidak bisa salah. Dan sebuah pintu terbuka pada mungkin teka-teki paling mendalam Bach. Musisi dapat secara aktif mendengar proses harmonis Bach dengan jelas dan jelas berfungsi di depan telinga mereka - tidak seperti Haydn, Beethoven atau Bruckner tidak ada noda dari biru.


Mendengarkan Bach, dia yakin dia sedang mendengar "suara Tuhan", dan dia menyetujui memparafrasekan pandangan dunia abad pertengahan dengan menyatakan: "Tuhan masih satu-satunya pencipta sejati." Pemahaman naluriah Bach tentang sifat manusia, keterampilan retorikanya dan keterampilan bawaannya sebagai dramatis tidak ada duanya. 

Hidup dari tahun 1685 hingga 1750, ia tidak punya pilihan selain menulis musik untuk kemuliaan Tuhan dan semua yang ia miliki adalah manusia, untuk mencintai, kehilangan, untuk tertawa, dikhianati, dikhianati, untuk dihancurkan potongan-potongan kecil atau untuk merasa utuh sehingga Anda bisa terbang, ada di sini. Konflik, persahabatan, keputusasaan, kegembiraan, musiknya mencakup apa yang hanya bisa saya gambarkan sebagai "segala-galanya segalanya".

Artikel Terkait