Sebagai seseorang yang tumbuh besar dengan film-film animasi karya Walt Disney, saya selalu punya hati untuk film-film animasi. Siapa yang tidak kenal Beauty and The Beast, Cinderella, Snow White dan daftar panjang film animasi Disney lainnya.

Film-film tersebut adalah salah satu pemicu awal saya dapat studi lebih lanjut ke negeri Paman Sam. Dari film-film tersebut, saya belajar bahasa Inggris dan mulai berani bermimpi untuk mengunjungi negeri penggagas Disneyland, sebuah taman bermain yang konon katanya adalah the happiest place on earth

Oleh karena itu, saya selalu senang ketika mengetahui ada film animasi karya anak bangsa dan ingin segera menikmatinya. Film animasi Indonesia keluaran terakhir yang saya tonton di sebuah situs film streaming berbayar adalah Adit Sopo Jarwo The Movie

Senang sekali melihat film animasi yang dekat di hati dengan menggunakan bahasa Indonesia, tokoh-tokoh bernama Indonesia, latar belakang kota-kota di Indonesia, dan segala sesuatu yang berbau Indonesia.

Rasanya bikin bangga dan turut melonjak ketika ada hal yang dekat di hati muncul di layar. Terakhir kali saya melonjak seperti itu adalah ketika melihat batik dan keris di film animasi berjudul Raya, sebuah film keluaran Disney yang terbaru.

Tanpa spoiler, singkatnya film  berjudul Adit Sopo Jarwo bercerita tentang seorang anak bernama Adit yang terpisah dari keluarganya dan semua alur cerita film ini berputar di petualangan Adit mencari cara untuk bertemu kembali dengan orang tuanya. 

Di tengah pandemi yang membatasi ruang gerak, mengikuti petualangan Adit menjelajahi berbagai kota terasa sangat memerdekakan. Meski filmnya sangat menghibur, tapi saya tidak bisa melepas kacamata saya sebagai seorang pendidik ketika menontonnya.

Ada banyak hal yang dapat dihindarkan jika orang tuaAdit mendidiknya untuk melakukan beberapa hal. Sepertinya hal ini juga bijaksana jika dilakukan oleh orang tua atau pendidik lainnya.

1. Pastikan anak selalu memberitahukan keberadaannya kepada orang tua atau orang dewasa yang bertanggung jawab terhadapnya.

Walaupun alasan kepergiannya baik, Adit seharusnya meminta izin dulu dan menunggu diberikan izin sebelum pergi meninggalkan keluarganya di area publik. 

Hal ini penting tidak hanya untuk alasan keamanan namun juga sebagai bentuk karakter hormat (respect) pada otoritas, dalam hal ini orang tua, dan tanggung jawab (responsibility) untuk menjaga keselamatan pribadi.

2. Ajarkan anak prosedur jika terpisah dengan orang tua di tempat umum.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mempersiapkan anak seandainya terjadi hal yang tidak diinginkan, seperti terpisah di tempat umum.

Hal pertama, mengajarkan anak untuk tetap tenang dalam situasi membingungkan. Salah satu cara kreatif untuk mengajarkan ini adalah dengan cara bermain peran dan melatih beberapa skenario kejadian.

Hal kedua, mengajarkan anak untuk  menghafalkan nomor telepon orangtua dan alamat rumah. Orang tua dapat menggunakan lagu atau permainan untuk melakukan ini.

Hal ketiga, mengajarkan anak nomor yang dapat dihubungi dalam keadaan darurat, seperti nomor darurat 112. Anak sebaiknya juga mengerti bagaimana mendatangi pihak berwenang, seperti petugas kepolisian atau petugas informasi, dan tidak sembarangan meminta tolong kepada orang tidak dikenal.

3. Jadikan bersyukur sebagai kebiasaan dan gaya hidup.

Ada kejadian di mana Adit merengut karena tidak jadi liburan ke tempat yang diinginkan karena kondisi ekonomi orang tuanya. Namun, setelah mereka terpisah itu semua menjadi tidak berarti karena yang terpenting adalah kebersamaan.

 Sebaiknya orang tua mengajarkan bersyukur sebagai suatu kebiasaan dan jangan menunggu sesuatu hilang dulu untuk bisa menyatakan rasa syukur.

Film ini baik sekali sebagai instrumen mengajar orang tua. Setelah menonton, orang tua bisa mengajukan beberapa pertanyaan reflektif yang bisa dilanjutkan menjadi diskusi yang menarik. 

Orang tua dapat menggunakan pertanyaan pemantik diskusi seperti, “kalau kamu terpisah dari papa mama apa yang akan kamu lakukan? Apa yang kamu lakukan kalau ada orang asing mengajak kamu bicara? Jika keluarga kita terpaksa membatalkan rencana liburan bagaimana kamu akan bersikap?” 

Hal lain yang dapat didiskusikan orang tua adalah profesi apa saja yang berperan untuk menjadikan sebuah film animasi. Diantara berbagai profesi tersebut adalah animator, penulis cerita, pengisi suara, penulis lagu, editor, dan berbagai pihak yang terlibat.

Orang tua juga bisa mendiskusikan profesi apa saja yang ada di dalam cerita tersebut, seperti ibu rumah tangga, dokter, perawat, guru, masinis, dan berbagai profesi lainnya.

Selain diskusi secara verbal, orang tua juga dapat meminta anak menuliskan apa yang mereka pelajari dari film tersebut kemudian menindaklanjuti dengan pembelajaran lainnya. 

Beberapa pembelajaran lanjutan yang dapat dilakukan adalah mempelajari profesi seperti animator dan penulis cerita, menulis jurnal rasa syukur, menghafalkan nomor telepon dan alamat orang tua, serta bermain peran jika terpisah di tempat umum. 

Tentu semua teknik pembelajaran di atas dapat disesuaikan dengan usia dan pengertian anak. Hal terpenting adalah semua dilakukan dengan senang hati sehingga anak juga menikmati prosesnya.

Pada akhirnya, film Adit Sopo Jarwo adalah film yang menghibur untuk ditonton seluruh keluarga. Lebih jauh lagi, film  ini juga bisa dijadikan media edukasi orang tua. Siapa tahu, diantara anak-anak yang menonton ada juga yang terinspirasi untuk membuat film animasi Indonesia yang keren.