Prostitusi online di Indonesia saat ini mendapatkan perhatian khalayak ramai. Bukan tanpa sebab, dikarenakan bukan hanya kalangan orang biasa saja yang terjerat kasus ini, namun banyak juga artis-artis Indonesia yang diduga terlibat dalam prostitusi online ini.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Prostitusi berarti pertukaran hubungan seksual dengan uang atau hadiah sebagai suatu transaksi perdagangan; pelacuran. Sedagkan online atau daring atau bisa juga dalam jaringan berarti berada di dalam jaringan. Alhasil prostitusi online berarti suatu tindakan hubungan seksual yang dapat dipesan melalui jaringan (media sosial). Berbegai macam media sosial dijadikan sebagai tempat untuk prostitusi online ini, seperti, facebook, twitter, instagram, website, maupun juga forum-forum lainnya yang memudahkan pengguna untuk mengakses layanan seksual ini.

Penggunaan secara online juga tak bisa dihilangkan dari adanya perkembangan teknologi yang amat pesat. Perkembangan ini malah disalahgunakan oleh orang yang tak bertanggung jawab untuk meraup uang secara instant ini, seperti mucikari. Mucikari adalah orang yang berperan sebagai perantara atau bahkan pemilik dari pekerja seks komersial (PSK). Para mucikari ini mengeksploitasi para perempuan. Mirisnya banyak diantara mereka yang masih remaja untuk melayani lelaki hidung belang.

Dengan hadirnya media online inilah membawa keberuntungan tersendiri bagi mereka yang menjajakan diri di dunia maya. Dengan berbagai aplikasi seperti yang tertera di atas, menunjukkan bahwa semakin mengkhawatirkan. Indonesia sendiri memang melarang kegiatan semacam ini, bahkan situs-situs porno ataupun situs sebagai tempat mereka ‘bekerja’ telah diblokir. Namun bukan berati semakin surut, malah semakin banyak kasus-kasus prostitusi online ini karena mereka beralih ke media sosial.

Prostitusi online memang sangat bertentangan dengan ideologi bangsa kita, apalagi Indonesia berideologikan Pancasila. Kegiatan ini sungguh melanggar sila ke-2 Pancasila secara khusus. Hal ini berlawanan dengan moral serta nilai masyarakat Indonesia.

Sila Ke-2 Pancasila

Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab memberikan prinsip tentang bagaimana hubungan yang ideal antarbangsa atau antarngeara di dunia ini. Pada intinya prinsip itu menggarisbawahi bahwa perhubungan antabangsa harus dilandaskan pada harga bangsa itu sebagai manusia, harga yang sama pada semua dan tiap-tiap manusia yang hidup membangsa itu.

Manusia, dalam Pancasila, diyakini sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang memiliki kemerdekaan dan kesamaderjatan asasi. Dibanding ciptaan Tuhan lainnya, manusia adalah makhluk yang luhur sebab memeiliki akal budi dan hati nurani. Oleh sebab itu kemanusiaan berarti ‘tentang manusia atau keadaan sifat manuisa.’ Sifat manusia itu dapat baik dan juga buruk, namun sifat manusia harus menjadi dasar dalam relasi antar manusia anggota bangsa itu adalah yang adil dan beradab yaitu tidak berat sebelah dan patut, sejalan dengan kebaikan budi yang mencerminkan kemajuan peradaban manusia.

Kemanusiaan yang Adil dan Beradab menunjukkan bahwa manusia ialah makhluk Tuhan dan dijiwai oleh semangat ketuhanan, maka haruslah untuk menjunjung tinggi harkat dan martabat sesama manusia. Sila ke-2 ini menunjukkan adanya refleksi dari harkat dan martabat manusia yang memiliki potensi kultural, sehingga setiap warga Negara Indonesia, yakni meyakini bahwa setiap manusia Indonesia juga bagian dari manusia dunia yang diakui dan dihargai harkat serta martabatnya.

Dalam sila ini mengandung suatu nilai rasa kesadaran untuk bersikap ataupun bertingkah laku yang baik terhadap sesamanya manusia yang berdasarkan akal budi dan hati nurani. Serta sila ini pada hakikatnya berarti pengakuan dan penghormatan bahwa manusia adalah makhluk mulia dan bermartabat, karena tiap manusia diasumsikan mampu berbuat adil dan menggunakan kompenen akal budi, emosi atau perasaan dan kehendak. Sehingga nilai cinta kasih dapat tersalurkan untuk menjunjung tinggi nilai kebersamaan dalam bermartabat.

Setiap warga negara mempunyai kedudukan dan hak yang sama. Selain itu, juga dijamin atas kemerdekaan kebebasannya yang menyangkut dengan Tuhan, sesamnya, masyarakat dan negara.

Adil berarti memperlakukan diri sendiri, orang lain dan lingkungan sesuai atau sepadan dengan kebutuhan-kebutuhan, hak dan kewenangannya atau bisa juga diartikan sebagai tindakan atau kebijakan yang tidak egois, yaitu yang tidak berorientasi pada pemenuhan diri sendiri atau kelompok. Alhasil sila ke-2 ini menjadi acuan moral bangsa ini untuk memanusiakan manusia secara manusiawi.

Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab ini juga menimbulkan konsekuensi yaitu bahwa Negara ataupun pemerintah berkewajiban untuk menjamin dan melindungi hak-hak asasi warga Negara Indoneisa. Memang hak asasi manusia bukanlah pemberian masyarakat, Negara, atau hukum walaupun ada atau tidaknya aturan hukum yang menyebutkannya.

Kelima sila Pancasila merupakan suatu gambaran masyarakat Indonesia yang seharusnya dapat menjadikan Pancasila sebagai tatanan hidup ini, baik dalam bertingkah laku maupun bertutur kata. Kelima sila Pancasila ini mengatur hidup manusia. Secara khusus dalam sila ke-2 yang berbunyi “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab” bermakna bahwa sebagai negara yang Pancasila yang mana berarti negara Indonesia harus menjamin untuk melindungi harkat dan martabat manusia.

Tentu semua manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna yang memiliki akal budi dan hati nurani yang dapat digunakan untuk keterlangsungan hidupnya, maka dapat dikatakanlah bahwa manusia mempunyai sebuah perasaan yang dapat membedakan mana yang baik dan mana yang kurang baik, sehingga dalam kehidupannya, manusia ini menjadi manusia yang lebih manusiawi lagi.

Sebenarnya, dengan adanya fenomena prostitusi online ini, telah mencoreng dari sila ke-2 ini. Bukan tanpa sebab, fenomena ini lebih menunjukkan bahwa tidak adanya sisi manusiawinya sama sekali. Fenomena ini mengandung unsur eksploitasi tubuh oleh mucikari sebagai perantaranya. Hal ini disebabkan oleh karena mucikarinya dan juga si perempuan tersebut. Ada kerjasama antara mereka berdua.

Penulis yang mempunyai akun Twitter mencoba melakukan pengecekan setiap hari di kolom pencarian (trending) Twitter dan penulis menemukan bahwa prostitusi sudah marak di media sosial, khususnya di Twitter. Penulis mengamati bahwa setiap harinya ada, hastag-hastag seperti inilah yang menjadi trending 5 besar di Twitter Indonesia #vcshot, #openbo, #panggilanhotel akan untuk melakukan transaksi secara online. Penulis mencoba mencernanya dan berpendapat bahwa entah itu akun palsu atau asli, tetapi tetap saja perbuatan tersebut sangat dilarang. Dari temuan penulis, banyak perempuan yang menjajakan diri di media sosial, entah itu dari kalangan remaja hingga tante-tante, baik itu yang berhijab mauapun tidak serta dari berbagai macam ras. Itu adalah salah satu temuan yang penulis dapatkan, namun pendapat penulis masih banyak lagi media sosial lainnya yang menjadi wadah untuk prostitusi online. Dengan seiringnya perkembangan teknologi.

Temuan ini sungguh mengagetkan penulis, sebab jika ditinjau dari sila ke-2 Pancasila memang sungguh berbanding terbalik. Sila ke-2 ini mengajarkan bahwa sesama manusia harus saling menghargai harkat dan martabatnya. Fenomena prostitusi online ini sangat ironis sekali. Dimanakah ada rasa menghargai diantara manusia?

Fenomena prostitusi online ini menjadi masalah yang harus segera dituntaskan. Bukan tanpa alasan, secara agama saja sudah salah apalagi secara negara dan hukum. Jika dilihat dari sila ke-2 ini, tidak ada rasa cinta diantara manusia. Dengan seenaknya memperdagangkan tubuh hanya untuk uang.

Mucikari  berperan sebagai perantara antara calon target dengan perempuan 'anak buahnya'. Dari ini saja sungguh kejam sekali, tidak ada rasa kemanusiaan. Para mucikari tentu membutuhkan uang seperti ini secara instant. Mereka meraup keuntungan berkali lipat. Sebab sekali ada lelaki hidung belang yang memesan, maka akan mendapatkan ratusan ribu.

Tetapi dilain sisi, juga tak sepenuhnya salah mucikari, terkadang ada juga para wanita yang menjajakan diri di media sosial, entah itu dengan alasan perekonomian maupun hasrat seksualnya sangat tinggi. Mereka sebenarnya tahu bahwa perebuatan tersebut salah, namun karena berbagai macam alasan yang mendominasi, akhirnya mereka menjajakan diri.

Laki-laki yang telah memesan wanita pun juga sungguh memalukan. Sebab sama saja itu merendahkan wanita. Berarti sama saja tidak menghormati seorang ibu yang telah melahirkan dan merawat hingga besar. Hanya karena hasrat nafsu, laki-laki bejat rela menggelontorkan banyak uang hanya untuk memesan wanita yang mana hanya sesaat saja.

Tentu ini tidak mencerminkan bahwa manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Sebagai makhluk ciptaan yang paling sempurna, seharusnya dapat menggubnakan hdup ini dengan bijak, bukan malah menjajakan diri. Padahal negara sudah menjamin akan keterlangsungan hidup setiap manusia, namun ini tidak dimanfaatkan oleh mereka.

Jika melihat semkain maraknya kasus prostitusi online yang ada di Indonesia, perlu dikaji oleh pemerintah khususnya dalam mewujudkan program pemerintah yang dapat menyejahterakan masyarakat. Prostitusi online sungguh perbuatan yang kurang ajar dan merendahkan martabat manusa dengan alasan apapun itu.

Bagi penulis, fenomena ini bukanlah salah pemerintah yang tidak menyediakan lapangan pekerjaan, kenyataannya lapangan pekerjaan tersedia, berbagai hal dimudahkan, namun tinggal bagaimana orang-orang yang menjajakan diri tersebut mau berubah atau tidak. Kini kembali ke mereka. Pemerintah dibantu oleh pihak kepolisisan tengah gencar-gencarnya membongkar prostitusi online ini.

Fenomena prostitusi online ini menjadi masalah serius yang harus segera diselesaikan, karena kasus ini dapat merusak generasi penerus bangsa. Oleh sebab itu para pelaku prostitusi online ini harus dihukum seadil-adilnya, karena telah merendahkan manusia. Fenomena prostitusi online ini, dapat di minimalisir dengan cara pemerintah memperhatikan Undang-undang yang berlaku khususnya UU IT dan UU Pornografi, sehingga para pelaku semakin jera agar tidak berbuat kejahatan seksual lagi.