Fenomena alam merupakan sebuah peristiwa non-artifisial dalam pandangan fisika, dan tak diciptakan oleh manusia, namun sering kali dapat memengaruhi manusia. 

Fenomena alam memang selalu menarik perhatian manusia. Tidak jarang fenomena alam menjadi bahan perbincangan yang hangat di kalangan masyarakat baik muda-mudi hingga dewasa. 

Fenomena alam menjadi hal yang sudah lumrah terjadi contohnya saja yang sering kita jumpai seperti fenomena gerhana bulan dan gerhana matarahi. Namun di beberapa kasus, fenomena alam yang jarang diketahui akan sangat menyita perhatian masyarakat.

Fenomena alam kali ini datang dari wilayah timur Indonesia tepatnya di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat. Fenomena Alam ini terjadi di sepanjang Teluk Bima mulai dari Asa Kota hingga Bibir Pantai Lawata. Fenomena ini muncul tepat beberapa hari sebelum perayaan hari raya idul fitri.

Tudingan terhadap Pertamina

Banyak pihak yang menuding bahwa munculnya fenomena alam berupa cairan coklat pekat yang memenuhi bibir pantai ini, muncul akibat adanya kebocoran pipa Pertamina. 

Munculnya dugaan ini berhubungan dengan terdapatnya kantor Fuel terminal Bima, PT Pertamina Patra Niaga regional Jatimbalinus yang salah satunya mendistribusikan minyak untuk daerah Nusa Tenggara Barat, yang berada tepat di sekitar tempat kejadian.

Sejauh ini pihak pertamina telah mengklarifikasi bahwa adanya fenomena alam berupa penumpakan cairan coklat setebal 5 cm di atas permukaan laut ini bukan berasal dari tumpahan minyak. 

Area Manager Communication & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Deden Mochammad Idhani menyebutkan bahwa status operasional di Fuel Terminal Bima telah mendapatkan PROPER biru dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 

Status PROPER biru artinya Pertamina sudah sesuai dengan seluruh regulasi untuk pengelolaan lingkungan (NEWS-Rahajeng KH, CNBC Indonesia). Untuk itu bisa dipastikan bahwa cairan coklat tersebut bukan berasal dari tumpahan minyak akibat kebocoran pipa.

Mengapa cairan coklat pekat mirip lendir  bisa tiba-tiba muncul di atas permukaan air laut? 

Fenomena ini merupakan fenomena alam yang diperkirakan terjadi akibat adanya pembusukan gagang yang terdapat di dasar laut yang telah mati dan kemudian mengapung ke atas permukaan air laut sehingga menutupi sebagian besar bibir pantai sepanjang Teluk Bima. 

Sejauh ini belum ada data pasti terkait dengan penyebab utama dari fenomena alam yang terjadi di sepanjang teluk Bima ini. Tetapi beberapa ahli mengatakan adanya fenomena ini dikarenakan pemanasan global yang mengakibatkan ekosistem bawah laut di sepanjang teluk Bima terganggu.

Kemunculannya juga banyak diduga akibat dampak limbah tanpa pengolahan. Bisa juga karena pengaruh naiknya temperatur air laut. 

Dari beberapa prediksi ahli tersebut, kemungkinan-kemungkinan tersebut memiliki dampak yang berbahaya. ini akan sangat berdampak pada kerusakan biota laut dalam jangka yang cukup lama, salah satunya akan menekan produksi ikan laut.

Berbahayakah cairan coklat yang melapisi laut Bima ini?

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB, Madani Mukarom telah memperjelas, bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke lapangan. 

Sampel air dan gumpalan dari Teluk Bima juga telah diambil untuk dianalisa lebih lanjut di laboratorium, namun dugaan sementara fenomena itu berasal dari lumut atau ganggang laut yang telah mati kemudian mengapung ke atas permukaan air laut.

Selain berubah warna cokelat keputihan dan berbusa, perubahan warna air laut itu juga menyebabkan sejumlah ikan mati mengambang. 

Sifatnya dari cairan coklat yang menutupi permukaan air laut ini mirip gelatin dan krim yang umumnya tidak berbahaya, namun dapat mengandung virus dan bakteria, termasuk ecoli.

Mentri kesehatan menghimbau masyarakat untuk tidak mengkonsumsi makanan laut yang berasal dari teluk Bima selama beberapa hari ke depan sampai waktu yang belum ditentukan. 

Ini dilakukan untuk menghindari munculnya penyakit baru atau kasus keracunan akibat dari makanan laut yang mungkin saja terkontaminasi oleh limbah gagang yang ada di sepanjang Teluk Bima tersebut.

Upaya pemerintah mengembalikan kondisi lingkungan

Fenomena alam ini membuat beberapa kegiatan masyarakat yang berada di sekitar Teluk Bima menjadi sedikit terhambat. 

Akibat dari adanya fenomena alam ini, beberapa tempat wisata andalan yang berada di sepanjang tepi pantai di Teluk Bima yang seharusnya menjadi tempat favorite masyarakat untuk mengadakan rekreasi menjadi terganggu. 

Hal ini menjadi sebuah problematika baru yang harus dihadapi oleh pemerintah Kota Bima.

Jika hal semacam ini dibiarkan begitu saja maka dikhawatirkan akan mengganggu kegiatan masyarakat untuk waktu yang cukup lama serta dikhawatirkan bisa membahayakan ekosistem laut dan juga masyarakat yang berada di sekitar Teluk Bima yang tercemar limbah tersebut.

Untuk itu, pemerintah Kota Bima bersama dengan Dinas Lingkungan Hidup mempunyai ‘Pekerjaan Rumah’ untuk membersihkan limbah yang tersebar di sepanjang teluk Bima tersebut. 

Diharapkan setelah adanya pembersihan ini pemerintah juga melakukan pemulihan terhadap ekosistem laut agar ke depannya bisa meminimalisir terjadinya hal semacam ini.