Televisi Analog akan bergeser menjadi televisi digital walaupun televisi analog sudah melalang buana di Indonesia namun seiring berjalannya waktu televisi analog sudah mulai tergantikan dengan adanya kemajuan teknologi menjadi televisi digital. Perkembangan dalam sistem penyiaran digital merupakan perkembangan yang sangat cepat dan pesat di dunia penyiaran dimana terdapat meningkatkan kualitas pelayanan melalui efisiensi pemanfaatan spektrum frekuensi.

Awal mula bisa terjadi pergantian Awal tahun 2012 di Indonesia menilik dari Peraturan Menteri Kominfo No. 05 tahun 2012, adanya mengadopsi standar penyiaran televisi digital terestrial Digital Video Broadcasting – Terrestrial second generation (DVB-T2) yang merupakan pengembangan dari standar digital DVB-T yang sebelumnya ditetapkan pada tahun 2007. Pemerintah berusaha mengadopsi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang telah berkembang seperti saat ini.

Pemerintah memiliki anggapan bahwa perkembangan yang pesat dalam dunia penyiaran ini merupakan peluang yang bagus untuk memajukan penyiaran nasional di Negara Indonesia untuk ke depannya. 

Maka dari itu sebelum pemerintah menetapkan standar digital tersebut, pemerintah terlebih dahulu melakukan kajian dan konsultasi dengan melibatkan para stakeholders untuk melakukan pengkajian yang mendalam dan setelah itu dapat direalisasikan.

Maka untuk merealisasikannya pemerintah tahun ini akan mematikan siaran televisi analog. Keputusan ini sudah bulat adanya, pemerintah melalui Kementerian komunikasi dan informasi akan melaksanakan suntik mati siaran televisi analog. Siaran televisi analog sudah dimulai diberhentikan pada sabtu (30/4/2022). Tahap pertama mencakup 116 kota/kabupaten yang meliputi 56 wilayah tertentu.

Tahap selanjutnya untuk memberhentikan siaran televisi analog tahap kedua paling lambat penyiaran televisi analog tanggal 25 Agustus 2022 dan tahap ke 3 selambat-lambatnya tanggal 2 November 2022. Artinya pertanggal itu masyarakat tidak dapat lagi mengkonsumsi siaran televisi analog dan didorong untuk beralih ke siaran televisi digital.

Pertimbangan yang diambil oleh pemerintah Indonesia dikarenakan penyiaran Televisi analog memiliki beberapa kelemahan yang dapat mengganggu perasaan saat sedang menonton ditambah lagi Indonesia harus segera melek dengan adanya perkembangan teknologi komunikasi dan informatika.

Kelemahan penyiaran televisi secara analog adalah semakin jauh dari stasiun pemancar televisi maka sinyal yang ditangkap akan semakin melemah sehingga mengakibatkan gambar tidak jernih atau terdapat noise gangguan seperti gambar buram, gambar berubah warna, muncul titik-titik seperti semut dan gambar yang ditampilkan juga berbayang Ini berbanding terbalik dengan penyiaran televisi secara digital.

Keunggulan yang didapatkan oleh masyarakat jika mengkonsumsi siaran digital diantaranya, masyarakat tidak dipungut biaya langganan apapun. Penyiaran televisi digital sama seperti penyiaran pada televisi analog seperti sebelumnya tidak ada biaya apapun, masyarakat gratis untuk menonton.

Menurut Direktur Penyiaran Kementerian Komunikasi dan Informatika, Geryantika Kurnia Migrasi perpindahan dari televisi analog menjadi televisi digital sama- sama menggunakan pemancar sinyal yang Free to Air (FTA) yang membedakan hanyalah kualitas gambar yang lebih jernih dan audio yang jauh lebih jelas terdengar.

Keunggulan yang kedua yakni televisi digital memiliki Visual dan Audio yang lebih berkualitas. Kualitas siaran televisi analog tidak selalu stabil dan rentan dengan adanya gangguan teknis misalnya tayangannya “bersemut” serta audio kurang jernih.

Hal tersebut tidak akan ditemukan di dalam penyiaran televisi digital, karena televisi digital akan menyajikan gambar yang bersih dan berkualitas baik serta memiliki fitur yang canggih.

Keunggulan ketiga masih bisa diakses dengan Televisi lama asalkan menggunakan STB ( Set Top Box). Jadi siaran televisi digital bisa diakses melalui televisi analog maupun smart tv meskipun tidak secara langsung perlu alat STB agar dapat menerima siaran televisi digital.

Menariknya dari Kemenkominfo sendiri mengumumkan bahwa menyediakan bantuan STB secara gratis untuk rakyat miskin. Sementara untuk rakyat golongan mampu dapat membeli alat STB secara mandiri.

Informasi dari juru bicara Kominfo Dedi Permadi menyediakan STB secara gratis untuk tahap pertama sebanyak 3.202.470 unit. Setiap STB gratis ini satu kepala keluarga hanya mendapatkan satu.

Kelebihan yang keempat yakni televisi digital memiliki beragam channel yang tentunya jumlahnya tidak sedikit. Masyarakat bisa mendapatkan puluhan channel dan diharapkan program yang ditawarkan jauh lebih berkualitas.

Saat ini sudah ada 40 lembaga penyiaran televisi yang menyediakan siaran digital. Maka setiap stasiun televisi pasti akan berlomba-lomba memberikan program yang menarik dan terbaik.

Kelebihan dari adanya perubahan dari televisi analog ke televisi digital akan membuka peluang bahwa internet di Indonesia menjadi lebih cepat. Secara tidak langsung dengan adanya migrasi dari televisi analog menjadi digital akan mendorong kekuatan internet menjadi lebih cepat.

Setelah mengetahui keuntungan yang didapat, Ayo segera beralih ke televisi digital dan pastikan saat membeli alat STB atau pesawat televisi digital terdapat keterangan produk telah tersertifikasi oleh Kominfo. Dalam tanda sertifikasi tersebut akan memberikan jaminan kesesuaian teknologi spesifikasi teknis dan keamanannya terjamin.