Jakarta - Aman dalam kegiatan Security suatu "nilai emas dan berlian" yang dipandang kehormatan dari customer dan pimpinan di lingkungan kerja baik internal maupun eksternal. Sedangkan datang masalah justru "dicaci dan dimaki" dalam arti mempertanggung jawabkan atas kinerja dan kualitas pengamanan baik dari sistem, prosedur, sumber daya Security, team managemet yang bisa membuat "action plan" teridentifikasi atas permasalahan yang terjadi.

"Aman dan masalah" adalah tolok ukur keberhasilan dalam mencapai prestasi kerja Security yang bertugas diarea kerjanya. Namun, terkadang masyarakat umum hanya melihat amannya saja, sehingga apabila menghadapi masalah Security "menjadi sasaran empuk" tempat customer mengaduh dan berkeluh kesah baik dalam kondisi marah atau hanya melaporkan saja serta minta solusi dari permasalahan tersebut. Tidak bisa dihindari juga, itulah kenyataan yang harus dihadapi oleh personil Security.
***
Untuk laporan keluhan terhadap masalah yang dirasakan atau menimpah korban tersebut, harus direspon dan tindak lanjuti oleh anggota dan pimpinan Security karena hal ini merupakan kewajiban dalam menyelesaikan sebuah kasus atau kejadian yang dialaminya. Kecepatan dalam menangani sebuah masalah, menjadi penilaian tersendiri oleh "customer akan merasa puas" karena sudah dibantu oleh petugas Security semaksimal mungkin dan sebaliknya apabila pelayanannya lambat, hal ini menjadi komplain besar "masalah kecil bisa menjadi besar dan masalah besar bisa menjadi kecil" tergantung dalam penanganan permasalahannya.
*** 
Memang sih, masalah bukan murni datang dari Security baik itu dalam melaksanakan penjagaan, patroli dan pengawasan di lingkungan kerjanya. Maksudnya adalah bisa saja kelalaian customer "sengaja maupun tidak" seperti barang berharga tidak berada di tempatnya, kunci dan tiket kendaraan tertinggal, barang pribadi terjatuh ditempat keramaiaan, dan lain sebagainya. Sehingga lebih mudah orang lain untuk bertindak memilikinya, walaupun tadinya tidak ada niat berbuat kejahatan "karena ada kesempatan dan peluang" akhirnya dibawah pulang sama orang yang tidak dikenal.

"Apapun bentuk permasalahannya", personil Security harus bertanggung jawab memberikan solusi baik itu kelalaian customer maupun masalahnya muncul dari Security. Ya namanya juga petugas harus mempunyai wawasan luas dalam memberikan penjelasan kepada customer saat menerima laporan masalah yang datang, ketenangan bagian kecil membuat masalah bisa diselesaikan dengan cepat. Tunjukan rasa "empati dan simpati" sebagai langkah awal dan menghilangkan rasa kegelisaan atau kepanikan customer, namun itu semua tergantung karakter customer "security bisa menyesuaikan dalam bertindak baik komunikasi maupun aktivitas lainnya".

"Operasional Security sangat dinamis" untuk menciptakan rasa aman dan nyaman membutuhkan kerja keras secara professional sesuai dengan prosedur kerja atau panduan yang jelas dalam menjalankan tugas di area kerjanya. Tingkat konsisisten dan disiplin kerja salah satu unsur untuk menjaga kestabilan kualitas pelayanan keamanan yang selama 24 jam tetap bekerja, walaupun dengan petugas yang berbeda-beda artinya pergantian shift "baik security shift pagi maupun Security shift malam" itu artinya perlu pengawasan secara berkala, sehingga tetap menjaga performance Security yang sedang bertugas.

Nah, sekarang saya akan "bedah" sedikit permasalahan yang muncul bisa juga datang dari sikap dan perilaku Security yang "melanggar prosedur seperti meninggalkan pos jaga, merokok saat bertugas, menerima uang tips atau imbalan apapun, cuek terhadap customer, bahkan terlibat tindakan dan perbuatan kriminal" dan lain sebagainya. Sedang masalah diluar pengawasan Security terjadinya pencurian, penipuan, hipnotis, bencana alam, penggelapan, dan tindakan kriminal lainnya. Tempat kejadian hampir semua segmentasi seperti mall, retail, manufacturing, hotel, school, office, hospitals, dan tempat keramaian lainnya.

Feed back rasa aman dan nyaman tentunya mendapat pengakuan dari klien atau customer sebagai pengguna jasa Security tersebut. Mendapatkan kepercayaan dari klien menjadi impian dan harapan dari pegelolah jasa pengamanan karena secara bisnis bisa saja terjadi penambahan personil Security dan penambahan lokasi yang membutuhkan pengamanan. Sehingga secara otomatis kerja sama pihak satu dan pihak dua antara "pengguna jasa Security dan pengelolah jasa security" tetap berjalan sesuai kontrak kerja yang diberlakukan dalam perjanjian dengan masa tertentu.

Namun sebaliknya, bila tingkat masalah tinggi dan semakin banyak kejadian di tempat kerja, maka bisa saja terjadi mendapatkan "surat teguran dan surat peringatan dari klien atau customer" dan berdampak pengurangan personil Security, tidak diperpanjang kontrak atau kerja sama dan hilangnya kepercayaan terhadap pengelolah jasa Security tersebut. Ini yang harus dihindari, walaupun kenyataannya menghadapi permasalahan yang serius bahkan solusi yang diberikan lama, maka akan bepengaruh citra diri dan nama perusahan Security tentunya ada hubungannya juga dengan bisnis jangka panjang.

Dengan demikian perlunya "problem solving dan decision making" dari pimpinan perusahaan jasa pengamanan untuk mengidentifikasi dan melakukan penilaian dan peninjauan ulang terkait masalah yang terjadi seperti resiko, ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan dalam menjalankan tugas di lingkungan kerja. Biasanya ketajaman menganalisa fakta dan kondisi area kerja menjadi perbaikan kualitas, waktu yang dekat dan memberikan saran serta rekomendasi kepada klien sebagai pengguna jasa pengamanan, hal apa saja yang menjadi pertimbangan untuk melakukan perubahan dari setiap masalah yang terjadi.