Peneliti
2 tahun lalu · 326 view · 1 menit baca · Puisi holy-quran-1528446_640.jpg
https:// pixabay.com / en

Fatwamu, Berhalamu

Dulu

dulu sekali, kau pahat berhala

untuk kau puja

kau puji

kau tuhankan lagi.

Dan kini

ya kini, berhala itu menjelma

menjadi fatwa dan fatwa

kau buat fatwa

kau ciptakan fatwa

seperti memahat berhala

kau sembah fatwamu

kau puja

kau tuhankan juga


Fatwamu adalah tuhanmu

kau percaya

ironisnya, kau paksakan 

orang percaya fatwamu

adalah paling benar pula

sementara yang lain adalah 

keliru


Kau kafirkan fatwa yang 

berbeda

kau tuduh sesat sesama 

yang tak sama

kau stempelhalalharamkan 

mana yang kau suka

Ikuti selera

sesuai yang meminta

lamat-lamat kau seperti 

Tuhan, berkuasa

kau seolah berfirman

kau mengaku yang paling 

berwenang

nyatanya kau berlaku 

sewenang-wenang

atas nama Tuhan

atas nama kebenaran

atas nama umat dan ulama


Mendakwa diri prajurit Tuhan

wek wek wek kau membebek

kekuasaan

dor dor dor kau sodorkan 

tafsirmu

mengedor nurani hanya 

untuk kepentinganmu

dengan membungkus rapi

kepentinganmu

pakai nama Tuhan

demi agama dan umat

nyatanya fatwamu merusak 

tatanan

membawa petaka

menimbulkan keresahan

menghalalkan segala cara

untuk meneguhkan tiranimu

untuk politik kekuasaan

bukan kemanusiaan

pun keberagamaan.


Bertobatlah

kembalilah

dari tuhanmu yang palsu 

menipu

dari fatwa-fatwamu yang 

ambigu

ke Tuhanmu yang pantas 

kau tuju

Yang Satu dan tak ada sekutu

Asal Muasal dari semua 

yang berada

Penciptamu dan semua yang 

kau cipta

Sumber dari segala fatwa

Yang berhak kau puja

Yang wajib kau bela.

Yang Maha Benar

Yang Maha Agung

Allah dengan segala firman-

Nya.

Yang kau mengharap 

petunjuk dan

bimbingan dari-Nya.

Yang kau yakini Dia, Tuhan 

yang membimbingmu ke 

jalan yang paling lurus.

Yang Maha Mengetahui 

kebenaran sesungguhnya.