Novelis
2 tahun lalu · 5880 view · 4 menit baca · Agama 79131.jpg
206tours.com

Fatima, Suatu Simpul Kristen Islam

Pada saya ada keping-keping imaji, yang memberi peta betapa agama Kristen dan Islam punya titik-titik temu.

Fatima adalah nama yang suci dan sangat populer bagi umat Katolik. Di Portugal, Spanyol, dan Amerika Latin, tak sedikit orang tua memberi nama baptis putri mereka Maria Fatima (atau Maria di Fatima). Tak banyak yang tahu tentang itu, selain kalangan Katolik sendiri.

Di Indonesia pernah ada sebuah telenovela yang kebetulan tokoh antagonisnya bernama Maria Fatima. Lantas, sekelompok orang merasa serial itu menghina umat Muslim, lantaran menjadikan Fatima tokoh jahanam. Mereka menuntut telenovela itu distop. Padahal, Fatima adalah nama umum dalam masyarakat Katolik; tak dikaitkan secara khusus dengan Islam.  

Tentu saja pada awalnya nama itu berhubungan dengan Islam. Jazirah Iberia—yang kini wilayah Portugal dan Spanyol—pernah berada dalam kekuasaan emirat Islam selama lebih dari tujuh abad (VIII-XV). Budaya Arab-Islam berjejak kuat di sana, antara lain dalam arsitektur, musik, dan nama-nama.

Dari masa-masa inilah muncul sebuah dusun bernama Fatima di pegunungan Serra de Aire, Portugal. Perebutan kekuasaan antara amir Muslim dan raja-ratu Katolik atas semenanjung Iberia menyisakan versi yang berbeda tentang asal-usul penamaan kota kecil ini.

Babad Kristen berkisah Fatima adalah putri bangsa Mur yang jatuh cinta dan menikah dengan pangeran Portugis. Dalam versi Muslim, Fatima diculik oleh si bangsawan Portugis dan dipaksa masuk Katolik. Kita tak tahu lagi mana yang benar, tapi pastilah Fatima dihormati sehingga namanya diabadikan di tanah itu. 

Tapi kota terpencil Fatima tak akan menjadi begitu populer seandainya tak terjadi suatu mukjizat di sana. Hmm, mukjizat tentu hanya bagi orang yang percaya. 

Gereja Katolik percaya pada mukjizat, sekaligus sangat hati-hati untuk mengatakan apakah suatu peristiwa tergolong keajaiban atau bukan. Hierarki Gereja akan melakukan penyelidikan yang melibatkan ilmuwan untuk itu, dan prosesnya bisa makan puluhan tahun.


Mukjizat yang saya bicarakan kali ini adalah penampakan Maria di Fatima. Tahun ini perayaan 100 tahunnya. Paus Fransiskus sendiri datang dan memimpin upacara. 

Kisahnya, pada tahun 1917, Maria menampakkan diri pada tiga anak gembala di padang rumput. Bunda Yesus pertama memperlihatkan diri pada 13 Mei 2017 dan berjanji akan datang pada tanggal 13 setiap bulan hingga Oktober. Maka, ketiga anak itu kembali ke sana pada waktu yang diminta Maria, dan Sang Bunda menemui mereka seperti janjinya. 

Tentang peristiwa itu, umumnya umat Katolik tahu (bisa dilihat antara lain di sini), tapi ada beberapa hal yang bisa kita maknai dalam konteks politik global dan hubungan antar agama sekarang. 

Setahun sebelum Maria sendiri tampil, ketiga anak gembala itu telah melihat semacam penampakan persiapan. 

Musim semi 1916, Lucia, Jacinta, dan Francisco cilik didatangi figur putih cemerlang yang menyebut diri malaikat perdamaian dan pelindung Portugal. Sosok itu menyuruh mereka berdoa dengan sikap sujud hingga dahi menyentuh tanah. 

Yang menarik, cara sembahyang ini tidak dikenal dalam tradisi Katolik Eropa. Gerakan yang lebih mirip salat. Malaikat itu datang tiga kali; di musim semi, panas, dan gugur.

Musim dingin berlalu. Musim semi 1917 tiba, dan Maria datang kepada ketiga bocah itu. Menurut catatan Lucia, jika kehadiran Sang Malaikat menimbulkan rasa takjub dan kelu, Bunda Maria menghadirkan luapan rasa cinta dan akrab sehingga anak-anak itu senang bercakap dengannya, termasuk hal remeh.

Maria menyuruh Lucia belajar baca-tulis, sebab ia akan hidup panjang. Sedang Jacinta dan Fransisco disuruh berdoa dengan serius. Memang, kedua anak itu meninggal dalam wabah influenza dua tahun kemudian. Lucia hidup sangat lanjut—ia menjadi biarawati—dan wafat pada 2005, di usia 98 tahun. 

Apa pesan Maria melalui anak-anak itu? Secara umum, tak lain adalah pertobatan dan pengorbanan demi keselamatan dunia. 

Tapi Maria juga punya pesan-pesan khusus dan partikular, serta pesan rahasia yang tak boleh dibuka hingga waktu tertentu. Yang menarik, rangkaian penampakan dan pesan ini terjadi di tengah dan berkenaan dengan Perang Dunia.


Perang Dunia I berawal tahun 1914 dengan pembunuhan putra mahkota Austria Franz Ferdinand di Sarajevo, Eropa Timur, dan mulai merayap ke seluruh benua. Lucia, Jacinta, Fransisco, dan mungkin warga desa di ujung Barat belum sadar bahwa Perang Dunia sedang merambat, tapi Maria mengingatkan agar bertobat dan berkurban agar perang selesai.

Selain itu, Maria juga berkata, jika Rusia tidak bertobat, maka akan datang perang yang lebih besar dan Rusia akan menyebarkan kesalahannya ke seluruh dunia. Ia mengatakan itu pada ketiga anak sahaja di antara Mei-Oktober 1917, nyaris beriringan dengan revolusi Rusia, dan sekitar bulan November Kaum komunis telah menguasai Rusia. 

Orang Katolik umumnya membacanya sebagai ramalan tentang Perang Dunia II dan menyebarnya komunisme.

Pesan itu disampaikan di pelosok Fatima seratus tahun lalu. Berkatnya, dusun itu menjadi tempat ziarah tingkat dunia. 

Kini, komunisme telah rontok. Dunia menghadapi masalah baru yang tak sepenuhnya terlepas dari Perang Dingin. Umat yang percaya pantas bertanya, kira-kira kenapa Maria memilih menampakkan diri di Fatima?

Lucia tidak pernah menanyakan itu. Kenapa malaikat perdamaian mengajar anak-anak itu bersujud? Lucia dan kedua teman kecilnya juga tak menanyakan itu. Kini, pada saya ada keping-keping imaji, yang memberi peta betapa agama Kristen dan Islam punya titik-titik temu.

Artikel Terkait