Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumbar tahun 2020 mendatang diprediksi akan lebih menarik. Kenapa tidak, pasalnya politikus muda sekelas sosok Faldo Maldini dikabarkan akan hadir pada Pilkada Sumbar nanti.

Dari Tribunnews (1/11/2019) mengabarkan bahwa Faldo Maldini telah resmi mengundurkan diri dari PAN sejak tanggal 3 Oktober 2019. Melalui surat pengunduran diri yang ditulisnya, Faldo mengungkapkan alasan dia mundur dari dari kepengurusan PAN karena ia ingin fokus ikut dalam pemilihan gubernur (Pilgub) di Sumatra Barat.

Faldo mengungkapkan sudah ada dukungan dari partai politik lain kepadanya untuk mencalonkan diri ke Pilkada Sumatra Barat yang akan berlangsung tahun 2020 mendatang. Faldo Maldini, politikus muda yang dulu pernah menjadi oposisi tersebut, kini bergabung dengan partai yang menjadi lawan politiknya dan mengusung Jokowi, Partai Solidaritas Indonesia (PSI). 

Ini adalah bukti bahwa politik di Indonesia sangat cair. Tidak ada musuh atau sekutu yang abadi ketika sedang berada dalam dunia politik, begitu juga dengan Faldo.

Melalui tulisan ini, penulis ingin membahas dan mengajak para pembaca semua untuk sejenak berpikir dalam tentang peluang dan baik-buruknya politikus milenial Faldo Maldini maju di Pilgub Sumbar mendatang. 

Usia yang masih muda penulis rasa memang perlu menjadi salah satu pertimbangan dan menjadi perdebatan, terutama dalam konteks representasi politik. Selain itu, di samping Faldo mantan oposisi ketika di Pemilu 2019 yang lalu, Faldo juga mantan Caleg yang gagal ke Senayan ketika menjadi caleg dari Dapil Jabar V pada Pemilu yang lalu.

Pasca ditunjuk menjadi Ketua DPW PSI Sumatra Barat, Faldo Maldini menyampaikan pidato politik di hadapan ratusan tokoh yang didominasi milenial di Padang. Mantan Juru Bicara Prabowo-Sandi itu menawarkan sembilan gagasan untuk membangun Sumbar yang disebutnya “Sumangaik Sambilan” atau Semangat Sembilan (Antara27/10/2019). 

Gagasan tersebut adalah, Sumangaik Baraja dan Sumangaik Mangaji yang berisi gagasan tentang pendidikan. Ketiga, Sumangaik Raun tentang infrastruktur transportasi modern. Sumangaik Manggaleh berisi gagasan tentang industri dan Sumangaik Bakawan tentang jejaring dan hubungan kerja sama.

Lalu yang keenam ada Sumangaik Malayani tentang pelayanan publik berbasis partisipasi masyarakat. Sumangaik Bajaleh tentang transparansi APBD. Kemudian Sumangaik Badayo berisi gagasan peningkatan kesejahteraan perempuan dan anak. Dan terakhir adalah Sumangaik Basegeh tentang inovasi berbagai bidang.

Pidato politik itu juga merupakan sebagai "deklarasi" kesiapan politisi yang malang melintang di pentas nasional saat Pemilu Presiden lalu itu sebagai salah seorang kontestan dalam Pemilu Gubernur Sumbar 2020 mendatang.

Tantangan Faldo Maldini di Pilgub Sumbar 2020

Akan mencalonkan diri pada Pilkada Sumatra Barat 2020, Faldo menggunakan kendaraan baru, PSI, tentu bukan hal yang mudah baik untuk PSI maupun Faldo Maldini sendiri. Ada banyak permasalahan politis seperti pemetaan politik di Sumbar yang terlihat sederhana namun justru berat. 

Faldo Maldini sebagai politikus muda, meskipun berasal dari Sumatra Barat, tidak serta-merta mempunyai elektabilitas yang besar di Sumatra Barat, lagi pula pada Pileg 2019 yang lalu Faldo bukan caleg dari Sumbar tetapi justru Jabar V.

Ada banyak tantangan yang mesti akan Faldo lalui jika memang benar-benar maju di Pilgub Sumbar tahun depan. Tantangan yang pertama adalah soal peta politik. 

Dari  pengamatan penulis, peta politik Faldo masih belum terpetakan dengan baik. Masalah berikutnya adalah Faldo maju dengan PSI sebagai partai pengusungnya. Faldo akan dianggap "pengkhianat" atau "kutu loncat" yang akan akan menjadi serangan utama dari lawannya nanti.

Tantangan selanjutnya, yakni di mana Faldo Maldini saat ini belumlah cukup usia untuk mendaftarkan diri sebagai peserta di Pilgub Sumbar. Di mana dalam UU Pilkada disebutkan syarat minimal untuk mencalonkan kepala daerah adalah 30 untuk cagup/cawagup dan 25 tahun untuk cabup/cawabub. 

Sedangkan tahun depan, tepat sebelum mendaftarkan diri sebagai cagub/cawagub Sumatra Barat, usia Faldo 30 tahun kurang 1 hari.

Ketiga, PSI yang menjadi kendaraan politik Faldo saat ini adalah partai yang tidak mendapatkan kursi di DPRD Sumatra Barat. Padahal untuk maju ke Pilkada melalui partai politik, setidaknya parpol atau koalisi parpol tersebut mempunyai kursi minimal 20 persen di DPRD. 

Ini artinya, PSI harus mencari koalisi dan melobi beberapa "partai besar" di Sumatra Barat dengan deal-dealan politik yang terjadi di belakangnya. Tentu saja ini tidak mudah melihat PSI tidak mempunyai nilai tawar yang besar di Sumbar yang bisa saja akan dipandang sebelah mata.

Cara lainnya adalah Faldo maju sebagai calon independen non-partai yang syaratnya juga tidak mudah, yakni harus mengumpulkan suara dukungan 7,5 persen dari daftar pemilih tetap (DPT) di Sumbar. 

Diketahui DPT Sumatra Barat sekitar 3,7 juta, jadi setidaknya Faldo harus mendapatkan dukungan sebanyak 277.500 suara terlebih dahulu baru bisa mencalonkan diri di Pilgub Sumbar 2020. Faldo dan PSI Faldo harus mendapatkan dukungan dari warga Sumbar dengan rentang waktu yang tidak panjang, yakni hanya sekitar 9 bulan saja.

Tantangan lainnya yang juga tak bisa dihindarkan adalah, Faldo harus bertarung di Sumatra Barat yang pada Pilpres 2019 mayoritas penduduknya adalah pendukung Prabowo-Sandi. Berdasarkan rekapitulasi suara dari KPU, di Sumbar pasangan Prabowo-Sandi menang telak dengan 85,95 persen suara dan Jokowi hanya mendapatkan 14,05 persen suara. 

Dan tantangan yang terberat lainnya adalah bahwa Faldo akan berhadapan dengan poltisi-politisi senior berpengaruh yang sudah lama melintang di Sumbar selama ini seperti Ir. Mulyadi, sang petahana Nasrul Abit, Mahyeldi, dan sederet politisi besar lainnya yang dikabarkan juga akan ikut bertarung di Pilkada Sumbar nanti.

Jalan Faldo Maldini untuk ikut bertarung di Pilgub Sumbar nanti memang tidaklah mudah. Butuh persiapan, semangat, dan strategi yang besar. 

Dan sebagai sesama anak muda, penulis sebenarnya sangat mendukung Faldo Maldini untuk maju di Pilgub Sumbar nanti. Hanya saja, sekadar doa yang dapat penulis berikan. 

Semoga niatan baik Faldo Maldini untuk maju di Pilgub Sumbar nanti dapat berjalan lancar dan diberi kemudahan oleh Yang Maha Kuasa. Nama Faldo mendapat tempat yang baik di masyarakat Sumbar. Dan tidak hanya karena “Ambisi Instan” saja atau hanya sekadar gimmick politik saja. Semoga!