38645_32401.jpg
www.google.co.id
Gaya Hidup · 3 menit baca

Facebook: Aku Pamer Maka Aku Bahagia
Pamer Membuatku Bahagia

“Setiap hari tanpa pamer di Facebook hidup ku terasa bagai robot tanpa baterai, mati. Tangan ku selalu merasa geli untuk segera pamer kepada orang lain tentang lokasi ibadah ku, makanan yang sedang ku makan, atau bahkan pamer check in keberangkatan ku kepada orang lain. Ada rasa bahagia di hatiku setelah melakukannya. Aku pamer, maka aku bahagia”

Facebook is my favorite social media. Dengan memiliki Facebook, aku bisa memiliki ratusan bahkan ribuan teman. Baik itu teman yang ku kenal, atau hanya sebatas teman dalam dunia maya.

Bagiku itu tak masalah, asalkan mereka tetap masuk dalam friend list ku. Tetapi aku lebih suka berteman dengan orang yang aku kenal di dunia maya. Karena dengan demikian, aku bisa lebih bahagia memamerkan segala hal yang kumiliki.

Aku ingin memamerkan semua hal yang bisa ku pamerkan kepada teman-teman ku. Aku ingin mereka tahu segala yang ku lakukan dan ku miliki. Membuat mereka ter kagum tentunya akan memberikan kenikmatan tersendiri bagi hatiku. I enjoy it so much.

Ada banyak teman-teman lama yang hampir punah dalam memori otak ku. Namun syukur nya, Facebook helps me so much to remind them, tanpa ada satu pun terlewatkan. Aku senang mereka masuk dalam friend list ku. Dengan begitu, aku akan semakin bangga untuk memamerkan segala keberhasilan ku kepada mereka.

Aku ingin mereka Like status dan gambar yang ku upload. Or even comment on my status, and then giving praise at me. Alangkah bahagia nya mendapatkan pujian dari teman-teman lama. Ada rasa bangga tersendiri di dalam hati.

Aku selalu senang ketika mereka memuji setiap photo yang ku pamerkan. Apalagi saat sedang makan di Mall, tak lupa ku masukkan location di dalam status Facebook ku, agar orang lain mengetahui dimana aku makan. Show off everything that can make me happy. 

Aku senang sekali memamerkan lokasi tempat ibadah ku di Facebook. Tujuannya adalah agar teman-teman ku tahu bahwa aku adalah orang yang taat ibadah. Aku suka sekali dipanggil si Alim oleh mereka.

Di Facebook, aku juga senang sekali memamerkan momen keberangkatan ku ke suatu tempat. Aku ingin pamer kepada orang lain, bahwa aku sering pergi liburan. Tentunya agar mereka melabeli ku si banyak uang. Banyak uang berarti sudah sukses, isn’t?

Tak lupa, setiap tiket pesawat yang ku dapatkan dipamerkan di Facebook. Agar teman-temanku dapat melihatnya. Aku ingin agar mereka tahu Kemana saja aku pergi. Bahagia rasanya ketika mereka tahu kalau aku sering naik pesawat.

Salah satu perbuatan berfaedah yang sering ku lakukan di Facebook adalah memamerkan menu makananku. Entah itu saat breakfast, lunch or dinner. Sebelum makan, aku tidak akan pernah lupa untuk mengambil gambarnya terlebih dahulu.

Bagiku, makanan mahal yang kubeli di restaurant yang mahal akan sangat sayang sekali apabila tidak dipamerkan di Facebook. Percuma sekali mahal, kalau tidak bisa digunakan untuk pamer. Aku ingin teman-temanku tahu, kalau aku setiap hari memakan makanan mahal.

Aku juga paling senang memamerkan gaya-gaya berbelanja ku di Mall. Akan lebih seru lagi apabila barang-barang branded belanjaan ku di pamerkan ke teman-teman Facebook. Banyak like dan komentar yang menginginkan barangku. Tentunya aku sangat bahagia karena telah membuat mereka iri.

Akan ada rasa bangga tersendiri, ketika barang yang dapat ku peroleh belum pernah sama sekali dimiliki oleh teman-temanku. Membuat mereka berdecak kagum adalah salah satu best achievement that I love. 

Aku juga senang curhat di Facebook. Kalau tidak suka dengan orang lain, aku paling senang menyindirnya dengan Facebook. Maksudnya agar orang lain tahu akan kebusukannya. Akan lebih senang lagi kalau teman-teman Facebook ku mendukung tindakan ku, bahagialah diriku.

Facebook itu menurut ku mirip seperti tuhan, tempat mengadu. Membuat status sesuka hati, kemudian dibaca orang lain, apalagi sampai mendapatkan banyak komentar merupakan suatu kebahagiaan yang sangat luar biasa.

Hidupku hambar tanpa Facebook. Hatiku selalu gelisah jika tak pamer di social media yang satu ini. Masa bodoh dengan kata-kata orang, yang penting aku bahagia menjalani hidup ini. Toh juga, ini uang-uangku. Aku pamer, maka aku Bahagia.

Show off about everything that I have is my hobby. Never care with other people. That is my Facebook, so that is my own life. whatever they say about me, I don’t really care about it. My life must go ahead and never look at back.