Salah satu hajatan pemerintah kota Tangerang yang sedang digelar di bantaran kali Cisadane dari tanggal 22 -29 Juli 2017 adalah festival Cisadane. Festival cisadane yang merupakan gelaran tahunan ini, telah menyedot antuasiasme masyarakat Kota Tangerang dan sekitarnya sehingga warga sekitar bahkan dari luar Tangerang berduyun duyun untuk menyaksikan acara festival Cisadane dengan penuh gembira.

Perasaan gembira masyarakat Kota Tangerang menyaksikan penampilan festival cukup menghibur, betapa tidak festival ini menjadi ajang hiburan kaum muda atau tua untuk sekedar melepas penat sehabis kerja atau semata-mata hiburan gratis sambil membawa sanak keluarga.

Kota Tangerang dilihat dari segi antropolgi budaya memang mempunyai nilai khas tersendiri bagi kemajuan budaya local untuk kepentingan parawisata di tingkat lokal, nasional ataupun internasional.

Oleh karena itu, pemkot tangerang dalam festival kali mengambil tema “ Dari Kota Tangerang untuk Indonesia”.

Contoh misalnya: tari lenggang cisadane, silat beksi, barongsai, gambang kromong, lenong. Sebagian besar telah banyak diketahui masyarakat lokal ataupun nasional sebagai warisan budaya yang merupakan hasil akulturasi budaya yang damai dari para leluhur.

Dari Cisadane untuk Indonesia

Festival Cisadane telah  menjadi acara kebanggan masyarakat kota Tangerang sebagai warisan penerus tahta budaya leluhur untuk diambil manfaat. Hajatan yang menggandeng tiga dinas ini, yaitu: Dinas Pemuda dan Olahraga yang bertugas mengadakan perlombaan dayung tingkat lokal hingga internasional.

Dinas Kebudayaan dan Parawisata bertanggung jawab atas berbagai kegiatan seni dan kebudayaan. Serta Dinas Koprasi dan UKM bertugas menggelar pameran UMKM dengan 124 stan di Jalan Benteng Jaya.

Festival cisadane pada tahun ini, menyajikan dengan sesuatu hal yang menarik. Misalnya: panggung terapung di atas kali yang digunakan untuk opening ceremony. Hal itu menunjukan bahwa sungai Cisadane adalah sebagai sumber kehidupan sebagaimana yang dikatakan oleh Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah di media lokal Banten.

Respon masyarakat Kota Tangerang, ketika menyaksikan acara opening ceremony sangat antuasias terlebih kali Cisadane berada di kawasan komplek pendidikan, perkantoran, pusat belanja (mall), pasar, kawasan perumahan elit, tempat angkot ngetem, nongkrong anak-anak sekolah maupun mahasiswa.

Sehingga persis festival cisadane berada ditempat yang sangat strategis, yang tentunya secara ekonomi menguntungkan para pebisnis dan secara geografis sebagai tempat mengundi nasib dari berbagai daerah di Indonesia.

Bagi masyarakat kota Tangerang, acara festival ini bukan hanya sebagai ajang tempat liburan gratis tapi bagi penduduk sekitar atau luar daerah menjadi tujuan untuk berbisnis, meraup penghasilan halal dari pengunjung yang datang dari berbagai daerah.

Bagi pemerintah kota Tangerang, menargetkan jumlah pengunjung festival Ciasadane 2017 sekitar 50 ribu. Jumlah ini meningkat dibandingkan capaian tahun sebelumnya.

Di tahun 2016 jumlah pengunjung sekitar 30 ribu yang berasal dari warga Kota Tangerang maupun berasal dari daerah lain di Tangerang. Juga disaksikan oleh  wisatawan asing yang kebetulan menginap di hotel Tangerang seperti yang dikutip dari Kabar Banten 21/7.

Pemkot Tangerang melakukan kerjasama dengan pengusaha hotel, restoran untuk mensosialisasikan Festival Cisadane kepada tamu yang sedang menginap. Disamping itu spanduk ukuran besar di pasang hampir di setiap penjuru Kota Tangerang agar memudahkan warga masyarakat pengguna motor ataupun mobil melihat informasi Festival Cisadane.

Berdasarkan data dari pemerintah Kota Tangerang, kunjungan tamu yang menginap di 54 hotel sekitar Kota Tangerang sebanyak 500 ribu pertahun. Kunjungan tamu sejumlah tersebut menjadi momen emas untuk mempromosikan festival Cisadane ke seantero penjuru Indonesia lewat wisatawan lokal.

Menurut hemat penulis, ke depan pemerintah Kota Tangerang harus lebih gencar lagi. karena Kota yang sedang bersolek ini, menjadi salasatu kota tujuan mencari pekerjaan.

lantas pada saat yang sama para karyawan yang sudah diterima sebagai karyawan di Kota Tangerang untuk meningkatkkan status karywannya tentunya harus mencari tempat perkuliahan yang cocok dengan jam kerja mereka dan itu sudah ada tempat perkuliahan yang sesuai dengan penghasilan mereka.

Disamping itu, para investor yang datang dari dalam negeri maupun dari luar negeri cukup menggembirakan. Buktinya bisa kita lihat daerah sekitar Kota Tangerang banyak tumbuh bangunan bertingkat baik apartemen, rukan, mall, perumahan elit, gedung pendidikan, Hotel, dll.

Tentunya, itu semua berkat Pemerintah Kota Tangerang membuka pintu lebar-lebar kepada kepada para investor untuk menginvestasikan sahamnya di wilayah Tangerang.

Tentunya hal ini, kesempatan emas bagi pemkot Tangerang sebagai wahana untuk lebih mendekatkan lagi festival Cisadane kepada para wisman atau lokal sebagai hajatan tahunan yang berkelas seperti PRJ (Pekan Raya Jakarta) yang banyak mendapat perhatian masyarakat jabodetabek dan sekitarnya.

Sehinggal dari itu semua bisa meningkatkan pendapatan asli daerah yang endingnya dapat lebih leluasa membangun infrastruktur dan sumber daya manusia yang siap bersentuhan dengan era digital.

Karena salasatu barometer kemajuan suatu wilayah adalah adanya infrastruktur dan sumber daya manusia yang handal, dapat bersaing dengan tuntuan jaman yang terus mengalami perubahan ditengah arus globaliasi yang kian menyerbu mental bangsa Indonesia.

Semoga ke depan Festival Cisadane menjadi PRJ-nya Tangerang yang bisa memberikan sumbangan positif bagi kemajuan pemerintah Kota Tangerang khususnya dan Indonesia pada umumnya.