3 tahun lalu · 561 view · 5 menit baca · Lingkungan 2.jpg
[ngadem.com]

Etika Lingkungan dan Pencegahan Bencana alam

Alam merupakan anugrah dari Yang Maha Pencipta kepada kita umat manusia dan seluruh makhlukNya di bumi ini. Lingkungan merupakan bagian daripada alam dan saling bersinergi dengan makhluk hidup lainnya di bumi ini agar kelestariannya tetap terjaga demi kelangsungan hidup makhluk hidup di masa mendatang.

Manusia sebagai makhluk yang berakal mempunyai tanggung jawab yang sangat berat dalam hal ini. Dengan mempergunakan akalnya manusia dapat menentukan segala kebijakan dalam mengelola dan menjaga lingkungan agar terhindar dari bencana.

Perlakuan manusia terhadap lingkungan disebut dengan etika lingkungan. Etika lingkungan merupakan peraturan yang mengatur manusia dalam memperlakukan lingkungan dengan bijaksana, bertujuan untuk mencegah terjadinya kerusakan lingkungan. Tugas manusia tidak akan terasa memberatkan jika semua bersinergi untuk mencapai satu tujuan.

Kerusakan lingkungan yang akhir-akhir ini sering terjadi adalah akibat dari kesalahan manusia sebagai pengelola lingkungan serta rasa egoisme pribadi masing-masing individu yang menginginkan keinginannya untuk dituruti, tanpa memperhatikan kepentingan dan dampaknya bagi orang lain. Dalam hal ini, penebangan hutan secara liar atau illegal loging merupakan salah satu contohnya.

Meskipun berbagai upaya telah dilakukan untuk menggagalkan illegal loging ini, tetap saja illegal loging tersebut tidak dapat dikendalikan. Akibatnya banjir bandang datang tidak terelakkan, tanpa pandang bulu menerjang apapun yang ada dihadapannya. Dan semua mengalami kerugian baik secara individu maupun Negara juga menderita kerugian yang sangat besar. Menambah derita bagi rakyat kecil yang tidak tahu apa-apa.

Pembukaan lahan secara besar-besaran untuk tempat pemukiman atau pabrik-pabrik besar tanpa menanam tanaman baru sebagai penggantinya, menambah daftar panjang penyebab terjadinya bencana lingkungan. Ditambah lagi dengan pembangunan pemukiman atau pabrik yang tidak disertai dengan drainase yang baik, berpotensi pula sebagai penyumbang penyebab bencana lingkungan.

Sebagai contoh nyata terjadinya banjir di kota-kota besar negara kita yang akhir-akhir ini sangat sering terjadi. Selain pembuatan drainase yang tidak sesuai dengan standarnya, membuang sampah yang tidak pada tempatnya juga kian memperparah keadaan lingkungan terlebih untuk sampah-sampah plastik ataupun sampah-sampah nonorganik lainnya.

Sampah dan limbah rumah tangga maupun industri rumah tangga dan juga industri-industri dalam skala besar yang dikelola secara asal-asalan tidak sistematis, mengakibatkan terjadinya pencemaran lingkungan yang mungkin awalnya kita anggap biasa saja, tidak kita sadari dapat menimbulkan dampak lingkungan yang sangat mengerikan bagi semua makhluk hidup yang tinggal disekitarnya.

Jika hal-hal di atas terus-menerus terjadi tanpa ada penanganan yang cepat, tepat, dan cerdas akan semakin memperburuk kondisi lingkungan kita. Selain itu juga memperpendek umur lingkungan serta membebani masalah bagi generasi penerus setelah kita. Dan semakin lama semakin parah, dan buruk sehingga sukar penanganannya.

Kehidupan manusia yang semakin modern saat sekarang ini bukan berarti menjadikan kita terbebas dari segala macam ancaman bencana lingkungan. Karena justru akibat dari kehidupan modern dan tekhnologi modern yang setiap waktu terus berkembang saat sekarang membuat banyak masalah kerusakan lingkungan. Hal tersebut terjadi karena tidak digunakannya sistematika pengelolaan proyek industri yang manusiawi dan ramah lingkungan. Walaupun ada yang melakukannya mungkin jumlahnya sangat sedikit sekali.

Ironisnya, setiap terjadi bencana pasti terjadi aksi saling lempar-melempar tanggung jawab oleh pihak yang seharusnya bertanggung jawab. Sehingga upaya penanggulangan bencana dan korban bencana menjadi lamban dan tidak jarang timbul reaksi atau tindakan anarkis oleh rakyat yang menjadi korban bencana tersebut. Hal ini seharusnya tidak akan terjadi jika masing-masing individu di dalam pemerintahan yang bertanggung jawab atas masalah ini bersikap bijaksana dalam menangani setiap permasalahan.

Tanggung jawab siapakah sebenarnya bencana lingkungan itu? Jika dirunut satu persatu siapa yang seharusnya bertanggung jawab terhadap bencana lingkungan. Maka jawabannya adalah kita semua, kita semua wajib bertanggung jawab terhadap pencegahan dan penanggulangan bencana lingkungan yang akhir-akhir ini sering sekali terjadi hampir di seluruh pelosok tanah air, mulai dari desa-desa terpencil hingga kota-kota besar sekalipun.

Jika semua individu sadar dan mengerti akan tanggung jawabnya dalam memelihara lingkungannya masing-masing sebagi upaya pencegahan bencana di lingkungannya, insya Allah semua bencana lingkungan tidak akan terjadi. Kalaupun terjadi penanggulangan terhadap bencana lingkungan dapat teratasi dengan cepat.

Dan apa tindakan kita seharusnya ketika dihadapkan pada bencana lingkungan? Akankah kita hanya berdiam diri menjadi penonton atau hanya ikut larut dalam kesedihan yang tidak berujung. Jika jawabannya iya maka mulai saat ini, saatnya kita mengevaluasi diri kita masing-masing. Saatnya kita tidak saling menyalahkan satu sama lain.

Sekarang yang harus kita cari adalah bagaimana mencari solusi dari permasalahan bencana lingkungan yang terjadi selain itu perlu dicari pula upaya pencegahannya. Hal ini perlu diwujudkan sebaik-baiknya dan jangan hanya menjadi wacana sebuah program diatas kertas.

Mulai saat ini kita canangkan penanaman pohon di setiap rumah dan pembuatan taman kota untuk mengurangi polusi udara yang ditimbulkan asap-asap kendaraan. Penanaman pohon-pohon besar di setiap perusahaan-perusahaan besar. Perencanaan pembangunan yang matang serta ramah lingkungan harus menjadi prioritas program.

Selain itu, pembangunan pemukiman penduduk, ruko maupun hotel jangan lagi kebut-kebutan tanpa mempedulikan kondisi lingkungan sekitar. Pembuatan drainase jangan asal-asalan tanpa memperhatikan topografi wilayah dan tinjauan lainnya. Penggalakkan pelestarian hutan lindung dan hutan kota.

Penanganan sampah dan limbah yang tepat guna dengan cara mendaur ulangnya menjadi produk yang berguna, sehingga sampah yang tadinya tidak berguna dan menggunung tinggi di tempat pembuangan akhir yang berpotensi merusak lingkungan dapat termanfaatkan. Sosialisasi mengenai bencana lingkungan hendaknya terus digalakkan, agar semua masyarakat mengerti dan tahu tentang bahaya bencana lingkungan.

Dalam upaya perwujudan hal tersebut semua elemen masyarakat harus diajak bergabung untuk saling bersinergi. Jika para pelajar, birokrat, kalangan pengelola lingkungan, dan semua masyarakat kalangan mana pun mau menerapkan etika lingkungan dan sadar akan bahaya bencana lingkungan, bencana lingkungan dapat dihindarkan.

Penulis berharap semoga hal ini dapat dijadikan sebagai introspeksi bagi kita semua terutama bagi pelajar. Karena sesungguhnya potensi pelajar dalam mengatasi atau memberi solusi bagi permasalahan yang ada di masyarakat sangat besar.

Oleh karena itu para pelajar janganlah berdiam diri, berpangku tangan menjadi penonton saja dan bersikap pasif terhadap kondisi permasalahan masyarakat, karena kita sebagai pelajar merupakan bagian dari masyarakat juga. Sebagai pelajar kita dapat memulainya dengan menanam pohon atau tanaman- tanaman hias di sekolah, di kampus dan juga di tempat tinggal kita. Ini berfungsi sebagai penyuplai oksigen dan penyerap air hujan ketika hujan turun.

Selain itu, kita dapat melakukan sosialisasi tentang bencana lingkungan dimulai dari teman-teman terdekat kita di sekolah atau di kampus dan juga keluarga kerabat serta tetangga kita. Jadi walaupun kita masih pelajar banyak sekali hal-hal yang dapat kita lakukan dalam upaya pencegahan bencana lingkungan.

#LombaEsaiKemanusiaan

Artikel Terkait