Presiden Indonesia Joko Widodo menerima estafet kepemimpinan ASEAN dari Kamboja pada hari Minggu, 13 November 2022 dan akan menjadi Ketua ASEAN pada tahun 2023.

Jokowi menerima palu simbolis dari Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen, sebagai tanda bahwa Indonesia telah menjadi Ketua ASEAN.

Ini bukan kali pertama Indonesia mendapat kesempatan ini. Sebelumnya, Indonesia pernah menjabat sebagai ketua ASEAN sebanyak empat kali, yaitu pada tahun 1976, 1996, 2003, dan 2011.

Serah terima dilaksanakan pada Closing Ceremony KTT ke-40 dan ke-41 serta KTT Terkait lainnya di Hotel Sokha Phnom Penh pada Minggu, 11 November 2022.

Dalam siaran persnya Presiden Jokowi  mengatakan “Merupakan suatu kehormatan bagi Indonesia untuk menjadi Ketua ASEAN pada tahun 2023. Keketuaan Indonesia akan menjadikan ASEAN Matter: Epicentrum of Growth.

Jokowi mengatakan ASEAN harus menjadi kawasan yang stabil dan damai serta menjadi jangkar bagi stabilitas global.

ASEAN juga harus secara konsisten menjunjung tinggi hukum internasional dan tidak bertindak atas nama siapa pun.

Presiden Jokowi juga ingin ASEAN berkembang pesat dan menjadi kawasan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Peningkatan kapasitas lembaga-lembaga ASEAN untuk menghadapi tantangan dua dekade mendatang juga menjadi perhatian Presiden Jokowi.

Presiden berharap pada tahun 2045 ASEAN akan lebih adaptif, responsif, dan kompetitif.

Presiden Jokowi juga menyatakan bahwa “Semua ini harus diperjuangkan dengan cara ASEAN, yaitu konsisten dengan semangat kerjasama dan sepenuhnya mengimplementasikan Piagam ASEAN.”

Di akhir sambutannya, Presiden Joko Widodo mengundang dan menantikan kehadiran seluruh pemimpin ASEAN untuk menghadiri KTT ASEAN di Indonesia tahun depan.

Sejauh ini, Sekretariat ASEAN diperkirakan akan menjadi tuan rumah lebih dari 50 konferensi pada tahun 2023. Sebagai Ketua ASEAN, Indonesia juga akan melakukan banyak kegiatan besar seperti Indo-Pacific Infrastructure Forum dan ASEAN Creative Economy Forum.

Tugas Ketua ASEAN 2023

Indonesia sebagai Ketua ASEAN 2023 akan memiliki tugas baru. Ada beberapa tugas yang harus diemban oleh ketua ASEAN.

Pertama, wajib memimpin KTT ASEAN dan KTT terkait, Dewan Koordinasi ASEAN, tiga Dewan Komunitas ASEAN, Badan Kementerian Sektoral ASEAN terkait dan pejabat senior, serta Komite Perwakilan Tetap sebagaimana tertulis dalam Pasal 31 Piagam ASEAN.

Ketua ASEAN juga harus secara aktif mempromosikan dan meningkatkan kepentingan dan kesejahteraan ASEAN, termasuk pula upaya membangun Komunitas ASEAN melalui inisiatif kebijakan, koordinasi, konsensus, dan kerja sama.

Selanjutnya, ketua ASEAN harus memastikan sentralitas ASEAN dan memastikan tanggapan yang efektif dan tepat waktu terhadap isu-isu mendesak atau situasi krisis yang mempengaruhi ASEAN, termasuk menyediakan jasa-jasa baiknya dan pengaturan lain semacam. 

Ketua ASEAN juga wajib mewakili ASEAN dalam memperkuat dan mempromosikan hubungan yang lebih dekat dengan mitra eksternal.

Tak hanya sampai di situ, Ketua ASEAN wajib melaksanakan tugas dan fungsi lain yang diamanatkan. Keketuaan ASEAN ini akan bergilir setiap tahun berdasarkan urutan abjad dari nama-nama negara anggotanya dalam bahasa Inggris.

Selain tugas baru yang perlu diemban, Indonesia sebagai Ketua ASEAN juga harus menjalankan tugas dan fungsi lain yang diamanatkan.

Tantangan Ketua ASEAN 2023

Ada beberapa tantangan yang harus dihadapi Indonesia sebagai Ketua ASEAN 2023.

Konflik kerukunan dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Myanmar merupakan tantangan besar yang harus dihadapi dan diselesaikan oleh Indonesia. Sejak konflik di dalam negeri, ASEAN dikritik oleh banyak negara karena dinilai tidak tegas dalam mengambil tindakan terhadap Myanmar.

Ketua ASEAN diharapkan dapat menurunkan dan mengarahkan Myanmar untuk mematuhi Piagam ASEAN. Konflik di Myanmar telah melanggar salah satu prinsip Piagam ASEAN, yaitu penghormatan dan perlindungan hak asasi manusia.

Indonesia harus mengambil sikap tegas mengingat konflik di Myanmar terus memakan banyak korban. Namun, langkah yang diambil harus tetap berpegang pada prinsip non-intervensi terhadap urusan dalam negeri negara anggota ASEAN.

Saat ini status Timor Leste di ASEAN adalah negara pengamat. Rencana menaikkan status Timor Leste sebagai anggota ASEAN harus mempertimbangkan beberapa faktor.

Indonesia harus mempertimbangkan potensi retensi negara anggota ASEAN jika Timorisme masuk dalam organisasi tersebut. Pasalnya, hingga kini Singapura menjadi negara yang sangat menolak masuknya Timor Leste ke ASEAN.

Pertimbangan selanjutnya, Indonesia perlu melihat seberapa besar kontribusi positif Timor Leste dalam membangun identitas bersama di ASEAN. Pertimbangan lainnya adalah melihat posisi tawar Timor Leste bagi pembangunan ASEAN.

Indonesia perlu mewaspadai potensi dampak konflik China-AS. Pasalnya, hubungan kedua negara masih tegang. Jika konflik memanas dan terbuka, negara-negara ASEAN akan terpengaruh, seperti jalur perdagangan negara ASEAN dengan Korea Selatan dan Jepang.

Inilah harapan Indonesia sebagai Ketua ASEAN 2023. Indonesia harus memikul tanggung jawab baru untuk pembangunan ASEAN, menghadapi tantangan negara-negara anggota, dan menghadapi isu-isu internasional yang mempengaruhi ASEAN.