Salah satu puncak kebenaran tertinggi adalah terletak pada kemutlakan pikiran, jiwa dan hati. Sedangkan yang lain hanyalah bagian dari sistem yang tersusun, dan terhubung. Pikiran bukan hal entitas yang abadi, seperti jiwa. Pikiran bukan pula sesuatu yang mistik, seperti imajinasi. Tetapi pikiran adalah kekuatan holistik yang bergerak melalui sensasi aliran hasrat, ambisi dan emosional-spiritual.

Sama seperti Anda yang sedang melaksanakan ibadah dan ritual keagamaan. Itu akan merangsang obyektivitas materi ke dalam jaringan fiksi. Sehingga sensasi imateri, —(jiwa) mengendalikan emosi, dan ambisi. Tidak jauh berbeda dengan situasi dan keadaan Anda yang di terpa musibah.

Itu merefleksikan bahwa sensasi materi, olah pikir, dan aliran hormon sedang mengalami kerusakan. Makanya kenapa Anda bahagia, senang, marah dan merasa sakit! Itu karena ada energi dan reaksi elektron kimiawi terhadap rangsangan dari luar imateri,—yaitu jiwa. Itu sifat dan Fungsional-Nya mengandung nilai fiksi. Belum terjadi, dan belum nyata.

Tetapi ektensi, —keberadaan-Nya adalah abadi. Berbeda dengan pikiran itu banyak aliran, ia terus menerus berubah, berkembang, dan mengalami tahap berkelanjutan.

Sebaliknya hati adalah realitas konkrit yang bisa Anda saksikan kapanpun, dan di manapun Anda berada. Ia sifatnya absolut, meskipun dianggap mistik, dan abstrak, —tidak terwujud bagi kita. Namun esensi dari segala ketiadaan menyatakan sesuatu yang pasti. Jika Anda merasa cemas, dan takut lompat ke jurang. Itu berarti menandakan bahwa sensasi materi, —pikiran. Itu jauh lebih rendah dibandingkan imateri, —jiwa. Itu tampaknya tidak bisa Anda lihat. Coba Anda sedikit berpikir, ketika teman dan sahabat Anda memukul tubuh dan fisik Anda.

Apa yang Anda rasakan?

Tentu, Anda akan menyatakan sakit, dan sedikit terluka parah. Tetapi Anda tidak akan bisa melihat, bagaimana wujud, dan tampaknya perasaan itu terjadi. Seperti Anda merasa sedih, bahagia dan terluka.

Salah satu makhluk yang pandai berpikir adalah manusia yang bisa merasa, dan berhasrat._Rene Decardes

Begitu cara materi,— pikiran, dan akal Anda sedang bekerja. Namun bagaimana dengan entitas jiwa, dan hati.

Apakah ia abadi?

Sesuatu yang hidup dari "esensi ketiadaan" adalah abadi. Ia konstan terhadap benda-benda lain, seperti mata, telinga, hidung, mulut, tangan, dan kaki Anda. Menurut sains bahwa bagian yang terhubung dari ke-3 entitas kebenaran tertinggi tadi adalah pikiran, hati, dan jiwa. Sedangkan telinga, tangan, mata dan lain-lain adalah bagian yang hanya terkombinasi ke dalam unsur-unsur materi.

Secara sadar materi, —pikiran yang di proses itu merupakan reaksi-reaksi elektromagnetik dalam jaringan otak. Tetapi,— tidak ada satu pun di antara kita yang tahu bahwa kumpulan aliran-aliran elektrik dan elektromagnetik di dalam otak kita. Itu menciptakan pemprosesan data yang lebih penting dan lebih unggul. Bahagia, sakit dan cinta, mungkin tidak seberapa kecil dari pengaruh sifat dan pengalaman subjektivitas kita. Tetapi bagi keilmuan melihat itu sangat besar.

***

Sekarang para ilmuwan mengidentifikasi bagaimana sebab-akibat dari aliran-aliran listrik dalam otak kita. Dengan tujuan bagaimana menghubungkan aktivitas otak dengan pengalaman subjektivitas Anda. Melalui itu, para ilmuwan akan mudah mengetahui.

Apakah Anda sedang bermimpi, bahagia, sakit, atau tidur lelap?

Tanpa kita sadari, kemampuan para ilmuan itu akan lebih dalam, lebih luas, lebih gila, atau lebih dahsyat lagi mengetahuinya. Jika badai elektrik muncul di area sekitar permukaan otak Anda, kemungkinan Anda akan marah. Tetapi jika badai elektrik itu reda, sementara area yang lain menyala. Kemungkinan Anda akan bahagia, atau menimbulkan perasaan cinta.

Sungguh! Para ilmuwan bisa memahami dan menimbulkan perasaan Anda sedang bahagia, marah atau pun cinta. Dengan karena melalui stimulasi elektrik. Mereka dapat menentukan nasib Anda "buruk, bahagia dan cinta". Namun bagaimana, jika elektrik dan aliran-aliran otak Anda menjelma jadi gambar Fir'aun, Donal trump dan Adolf Hitler.

Apakah area permukaan listrik yang lain menyala di sekitar permukaan otak Anda?

Penjelasan lain yang paling rumit menghadapi tentang sistem dan jejaring otak kita ini adalah neuron. 80 miliar neuron yang kita miliki sekarang adalah sistem yang paling rumit Anda hadapi sekarang. Cukup sederhana, ketika Anda mengamati banyak bidang, dan kasus-kasus, banyak sekali elektrik-elektrik otak terjadi tanpa kesadaran kita. 

Meskipun sinyal elektrik otak kita yang di terima secara sederhana. Namun interaksi di antara semua sinyal dan elektrik otak kita tetap tidak terkendali. Seperti Anda melihat gambar Donal Trump di Televisi, Adolf Hitler di Revolusi Prancis, atau Tomas Jefferson di Amerika Serikat.

Kenapa?

Karena, ketika Anda marah! Maka penyebab utamanya adalah dari sinyal elektrik yang Anda buat,—kemudian merambat ke seluruh permukaan otak, bak perasaan, aliran, dan sel-sel yang Anda terima.

Lain halnya dengan esensi jiwa, ia abadi, ia kekal, Ia tunggal, dan bahkan pula ia hidup dari esensi ketiadaan. Sama halnya ketika Anda merasa sedih, sakit, gelisah, dan cemburu. Itu tampaknya sifat-sifat subjektifitas dan pengalaman Anda tidak ada satu pun manusia yang bisa melihat, meraba atau pun menyentuh sifat dan perasaan Anda.

Selain, karena bentuk dan sifatnya abstrak,— tidak terwujud. Akan tetapi Anda mampu merasakanya. Orang lain tidak dapat menerima apa yang Anda rasa, karena wujud dan esensi dari "segala ketiadaan" yang mereka pahami adalah "kosong" (lacuna).

Sebab sangat jelas sekali, perasaan manusia itu tidak bisa Anda lihat, apalagi di raba sekalipun para ilmuwan menggunakan Telescope, atau Microscope. Namun tidak akan sampai menembusnya. Ibaratkan itu adalah langit ke-7. Jika Anda bisa melewati-Nya, maka seluruh komponen-komponen atmosphere bumi, dan planet-planet lain akan dengan mudah Anda taklukan. Begitu pula dengan esensi dari segala pikiran, jiwa, dan entitas hati.