Manchester United pernah dianggap sebagai tim terkuat di Liga Inggris atau Premier League. Era Kejayaan Manchester United ketika berada di tangan kepelatihan Sir Alex Ferguson, bahkan nama mereka mendahului bukti permainan di lapangan. Ketika mendengar Manchester United saja, tim-tim lawan sudah mulai ketakutan. Hal ini membuktikan betapa buasnya Manchester United pada saat itu.

Sayangnya, aura mematikan itu sekarang sudah mulai pudar. Manchester United sudah tak lagi ditakuti, banyak tim-tim kecil bisa tampil percaya diri kala bertanding dan bahkan bisa mencuri kemenangan di Old Trafford.

Terlebih, penampilan Manchester United yang kian semakin merosot dalam beberapa tahun terakhir. Mereka tengah menjalani masa transisi yang cukup sulit, yang jelas berdampak pada penampilan di atas lapangan.

Manchester United sebelum dan sesudah musim 2012/2013 adalah tim yang berbeda. Sebab, musim tersebut adalah perpisahan Setan Merah dengan Sir Alex Fergusion. Tanpa sang manajer legendaris, United menjadi tim yang berbeda.

Bayangkan saja, Manchester City pada saat itu sudah menjadi tim kuat pada musim 2012/2013. The Citizen kala itu diperkuat Carlos Tevez, Yaya Toure, Samir Nasri, Maicon, James Milner, Gareth Barry, dan Sergio Aguero.

Liverpool punya Luis Suarez yang tampil sangat bagus. Selain itu, The Reds yang dilatih Brendan Rodgers juga diperkuat Philippe Countinho, Marin Skrtel, dan Daniel Sturridge. Namun, Liverpool hanya berada di posisi ke-7 klasemen akhir.

Chelsea dan Arsenal juga menjadi kekuatan pada musim 2012/2013. Chelsea mengandalkan Frank Lampard, Fernando Torres, Eden Hazard, Oscar, dan Juan Mata. Sedangkan Arsenal punya Lukas Podolski, Santi Cazorla, Mikel Arteta, dan manajer Arsene Wenger.

Namun nyatanya pada akhir musim, Manchester United berada di puncak klasemen dengan 89 poin. Setan Merah unggul cukup jauh dari Manchester City [78], Chelsea [75], dan Arsenal [73] yang berada di bawahnya.

Sir Alex Ferguson melakukan sederet pembelian penting pada musim 2012/2013. Namun, satu sosok yang patut mendapat kredit khusus yakni Robin Van Persie. Dia dibeli dari Arsenal dengan harga 25 juta euro.

Robin van Persie menjadi pemain kunci bagi Manchester United dalam meraih gelar juara Premier League musim ini. Pemain asal Belanda tersebut mencetak 26 gol.

Selain itu, Sir Alex Ferguson juga punya beberapa pemain kunci lainnya. Wayne Rooney punya peran besar di lini depan karena bisa menjadi duet serasi bagi Robin van Persie. Lalu, ada Javier Hernandez sebagai pelapis.

United punya juga punya duet Rio Ferdinand dan Nemanja Vidic di posisi bek tengah. Kedua pemain membuat gawang David de Gea hanya kebobolan 43 gol sepanjang musim. Pertahanan United begitu kuat pada musim 2012/2013.

United juga masih punya Ryan Giggs dan Michael Carrick yang menjadi pemimpin di dalam tim.

Masa Lalu Sudah Berlalu

Manchester United tak lagi ditakuti karena memang masa-masa kejayaan mereka sudah dilupakan. Hampir tidak ada pemain yang masih mengingat kekuatan Manchester United dahulu.

Ada banyak pemain asing di Premier League dan mereka tidak terintimidasi saat bermain di Old Trafford. Mereka tidak lagi ingat pergi ke sana untuk menghadapi tim Ferguson atau ketika Manchester United tertinggal dan kemudian berbalik menang.

Hanya Tinggal Sejarah

Nama besar Manchester United hanya tinggal sejarah. Perlu diyakini bahwa sepak bola selalu berjalan cepat, menyapu dan melupakan apa saja. hanya masa kini yang penting, Manchester United tidak bisa terus tinggal di masa lalu.

Itulah masalah Manchester United sekarang: aura mematikan mereka hanya bagian dari sejarah. Dalam sepak bola, segalanya berjalan begitu cepat dan ada generasi pemain baru yang menilai Manchester United tidak terlalu spesial.

Dulu Manchester United menguasai Premier League ini tidak seperti tim lain: “Dapatkah dibayangkan pada saat ini Manchester United akan menjalani musim  hampir satu dekade tanpa memenangkan gelar Liga Inggris?”

Semenjak kepergiannya Sir Alex Fergusion, Manchester United begitu sulit untuk bersaing di papan atas klasemen Premier League. Alih-alih bersaing untuk gelar juara, masuk empat besar klasemen sulit bagi United.

Manchester United belakangan ini menjauh dari persaingan gelar juara Premier League. Pada musim 2021/2022, Setan Merah hanya berada pada papan tengah klasemen Premier League. Melihat kesulitan yang dialami Manchester United saat ini, kontras dengan yang dialami sebelum musim 2012/2013. Sebelum musim tersebut, United begitu perkasa dan selalu menjadi unggulan. Baik di Premier League maupun di Eropa.

Mengoptimalkan Rekrutan Baru

Manchester United jika tidak ingin puasa gelar Premier League hampir satu dekade,  maka The Reds harus melakukan perombakan tim. Seperti yang kita ketahui pada persiapan musim 20222/2023 Manchester United telah resmi mengumumkan pelatug terbaru mereka asal Belanda yaitu Erik Ten Hag. Masuknya Ten Hag diharapkan menjadi sinyal positif bagi The Red, mengingat kegemirlangan dan sejumlah prestasi yang telah diraih bersama tim sebelumnya Ajax Amsterdam. 

Keberhasilan Ten Hag yang paling mencolok berhasil membawa Ajax menembus semifinal Uefa Champions League. Kejeniusan Ten Hag dalam memimpin tim digadang akan membawa pengaruh besar pada rekrutan pemain baru. Supaya tidak terulang seperti pada musim sebelum-sebelumnya, pembelian segaet pemain bintang dengan label harga cukup mahal namun faktanya di lapangan minim memberikan prestasi.