Di tengah wabah virus corona yang melanda dan telah menyebabkan perubahan jadwal kompetisi yang semula telah ditetapkan, beberapa klub top di Liga Premier Inggris (EPL) tetap berkomitmen untuk bisa menyelesaikan musim ini yang masih memiliki 92 pertandingan tersisa di mana masing-masing klub menyisakan sekitar 9 hingga 10 pertandingan.

Seperti diketahui, EPL terpaksa mengambil keputusan untuk menghentikan kompetisi sejak 13 Maret lalu seiring makin meluasnya penyebaran wabah virus corona di negara Ratu Elizabeth itu. Pada Jumat pekan lalu sebagaimana dilansir dari BBC pada hari yang sama (17/4/2020), sejumlah klub top telah mengadakan pertemuan untuk membahas kapan mereka bisa kembali menggulirkan kompetisi. 

Dari jadwal semula, kompetisi EPL semestinya selesai pada 30 Juni mendatang. Namun pada pertemuan yang digelar pada Jumat pekan lalu itu belum bisa memutuskan apakah musim ini bisa diselesaikan sesuai jadwal semula.

Seorang juru bicara EPL mengatakan bahwa klub-klub EPL sebagaimana yang juga melanda banyak industri dan bisnis kini harus memikirkan beberapa skenario yang kompleks. 

“Pertemuan yang digelar oleh para shareholder membuka peluang untuk membahas beberapa model penjadwalan yang mungkin bisa diterapkan. Kami tetap ingin menyelesaikan musim ini, namun tanggalnya masih bersifat tentatif karena kami harus melihat perkembangan dampak virus corona yang terjadi.”

Pada awal bulan ini, EPL merilis pernyataan bahwa mereka bisa kembali menggelar kompetisi hanya bila keadaan memungkinkan. 

Perkembangan yang terjadi diketahui bahwa jumlah angka kematian akibat virus corona di Inggris sejauh ini masih terbilang tinggi, yakni lebih dari 12.000 korban jiwa. Sehingga pada Kamis pekan lalu, pemerintah Inggris terpaksa mengambil keputusan untuk memperpanjang masa karantina selama tiga pekan lagi sebagai ikhtiar untuk memutus rantai penyebaran virus yang pertama kali terdeteksi di Wuhan, China pada akhir tahun lalu itu.

Sementara itu, editor BBC Sports, Dan Roan menyimpulkan bahwa pemerintah Inggris tak merasa keberatan bila EPL mulai membicarakan rencana darurat. Namun pihak EPL belum bisa memutuskan langkah apa yang akan diambil karena mereka masih menunggu keputusan pemerintah Inggris mengenai saran kesehatan.

BBC Sports juga telah melakukan jejak pendapat di mana didapat 39% responden menyatakan agar musim ini dianggap tidak ada saja, sementara 28% responden lainnya tetap menginginkan agar musim ini bisa diselesaikan walau kompetisi bisa berlangsung lebih lama dari jadwal semula. 

Adapun pihak UEFA sebagai badan sepak bola tertinggi di benua Eropa telah meminta pihak klub-klub di benua biru itu untuk mengembalikan proposal tentang kapan tanggal pasti mereka bisa menyelesaikan kompetisi musim ini. 

Sementara itu, English Football League (EFL) telah mengirimkan surat rekomendasi pada setiap klub untuk memulai latihan kembali secepatnya pada tanggal 16 Mei mendatang. Namun EFL sendiri belum melakukan pembicaraan dengan pihak pemerintah Inggris mengenai kapan EPL kembali bisa bergulir.

Klub-klub EPL kini juga dilanda masalah keuangan yang cukup pelik sebagai dampak keterlambatan selesainya musim ini. Terkait masalah keuangan ini, Express pada Senin (16/3/2020) menyebutkan bahwa klub-klub EPL mengalami kerugian yang sangat besar akibat virus corona ini yang diprediksi berjumlah 10 milliar poundsterling. 

Harga saham beberapa klub juga mengalami degradasi yang kerugiannya mencapai angka 9 milliar poundsterling. Klub Manchester United mencatat jumlah penurunan saham terbesar sebanyak 25% yang belum pernah terjadi sebelumnya. Demikian juga dengan kerugian yang harus dialami oleh sejumlah stasiun televisi yang kehilangan pendapatan akibat penghentian kompetisi ini. 

Wabah virus corona ini juga memunculkan kekhawatiran akan adanya perselisihan, seperti klub West Bromwich dan Leeds yang bisa saja bakal kehilangan kesempatan untuk promosi musim depan. 

Kini, sejak wabah virus corona makin meluas di Inggris. Klub-klub EPL dihadapkan dengan hari-hari gelap dan tanpa kepastian kapan wabah ini akan berlalu. Dalam situs resmi EPL sendiri pun menyebut bahwa kompetisi belum bisa dilanjutkan pada awal Mei ini.

Beberapa klub EPL juga dihadapkan dengan masalah kontrak sejumlah pemain mereka yang juga berakhir pada 30 Juni mendatang. Di antara para pemain yang kontraknya akan berakhir pada 30 Juni mendatang adalah pemain lapangan tengah klub Chelsea asal Brazil, Willian dan pemain bertahan klub Tottenham Hotspurs, Jan Vertonghen. 

Jika musim ini akhirnya diselesaikan setelah tanggal 30 Juni, maka klub-klub tersebut kemungkinan bakal kehilangan para pemain mereka itu. Tanggal 30 Juni juga menjadi tanggal penting bagi sejumlah klub EPL karena mereka telah merencanakan untuk mengganti perusahaan yang menjadi supplier apparel mereka, seperti Liverpool yang per musim depan akan menggunakan apparel dari Nike. Begitu juga dengan Watford dan Newcastle United.

Meskipun kini klub-klub EPL harus menderita kerugian cukup besar akibat virus corona ini, klub-klub EPL tetap berkomitmen untuk memberikan sumbangsih mereka pada layanan kesehatan nasional (National Health Service/NHS). 

Baik klub, pemain dan manajer, mereka menyatakan penghargaan tinggi mereka atas berbagai upaya heroik yang dilakukan oleh NHS. Klub-klub EPL juga memberikan bantuan mereka kepada banyak orang.