Siapa sih yang tidak kenal dengan kartun Spongebob Squarepants? Spongebob menjadi kartun yang cukup populer di berbagai kalangan. Mulai anak-anak hingga dewasa sekalipun masih ada yang menonton kartun tersebut. Karena kartun tersebut menyajikan keseruan, kelucuan dan amat menarik untuk ditonton.

Namun, apakah kalian tahu bahwa di balik berbagai episode yang telah disajikan, terdapat pesan yang tersirat untuk para penontonnya? Bahkan pesan tersebut memuat nilai yang cukup kritis untuk mengkritik kehidupan kita. Kehidupan manusia.

Berbagai pesan telah disampaikan dalam film kartun Spongebob. Salah satunya terdapat dalam empat episode Spongebob yang sebenarnya menyindir kehidupan kita. Kelima episode ini cuku kritis jika dicermati dengan saksama.

Pertama, episode Porous Pockets. Episode ini menceritakan Spongebob ditemani Patrick, menemukan berlian dari seekor kerang di ladang ubur-ubur. Melalui tingkah konyolnya, keduanya menganggap berlian tersebut adalah bola voli. Akhirnya mereka ingin memainkan berlian yang dianggap bola voli di pantai.

Singkat cerita, berlian tersebut dibeli oleh pengepul perhiasan dengan jumlah yang fantastis. Hingga uang yang terkumpul diangkut oleh banyak truck. Rumah Spongebob pun tertutupi oleh uang yang menggunung hasil dari berlian yang dibeli oleh pengepul perhiasan.

Pesan Patrick kepada Spongebob yang cukup bermanfaat adalah, “Ayahku selalu bilang padaku, saat kau punya uang kau pasti akan menghamburkannya, kau harus punya rencana.

Namun, tampaknya pesan moral tersebut menjadi kenyataan dalam kehidupan Spongebob. Spongebob makin terlena dengan banyaknya uang yang dimiliki. Bahkan hanya sekadar membeli es krim, Spongebob membayar dengan uang yang sangat berlebih ditambah memberikan uang kepada mereka siapa saja yang mau menjadi temannya. Pertemanan ditentukan oleh uang.

Memang memberi ke sesama bukanlah sebuah kekeliruan. Kekeliruan terletak pada sikap sombong dengan kekayaan yang dimiliki. Keliru ketika memberi hanya untuk popularitas kekayaan. Bahkan karena kekayaan mampu menyingkirkan sahabat sendiri. Layaknya Spongebob mengusir Patrick sahabat karibnya, hanya karena dianggap mengganggu.

Ketika Spongebob kehilangan uangnya, penyesalan pun tiba. Spongebob juga sadar bahwa uang bukanlah segalanya.

Patrick, jika memiliki banyak uang membuatku lupa bahwa kau adalah temanku. Maka, aku tidak ingin mempunyai uang,” sesal Spongebob dengan sedikit geram atas segala tindakan yang dilakukannya.

Kedua, episode Not Normal. Episode ini menceritakan mengenai apa itu yang disebut kehidupan normal. Bermula pada kegeraman Squidward pada Spongebob atas berbagai tingkahnya yang dianggap aneh. Squidward juga menyebut Spongebob sebagai orang yang tidak normal.

Ungkapan Squidward pada Spongebob tersebut berakibat kegelisahan pada Spongebob mengenai sebuah kenormalan. Akhirnya Spongebob memutuskan untuk mengubah dirinya menjadi individu yang normal sesuai dengan panduan kaset yang dimilikinya.

Namun, tindakan menjadi normal yang dilakukan Spongebob malah menjadi sebuah keanehan bagi orang lainnya. Salah satunya Tuan Krabs yang menganggap Spongebob aneh. “Apa yang kau sebut aneh, aku sebut normal,” ungkap Spongebob.

Normal dan aneh sebenarnya hanyalah sebuah perspektif masing-masing individu. Setiap individu tentu saja memiliki tolok ukur sendiri mengenai suatu hal. Saking banyaknya perspektif yang dimiliki setiap individu maka hampir sebuah ketidakmungkinan adanya perspektif tunggal.

Adanya perspektif tunggal hanyalah bentuk standarisasi yang dilakukan oleh pihak tertentu guna mengedepankan perspektifnya. Layaknya Squidward yang berusaha menormalkan tindakan Spongebob.

Tindakan standarisasi hanyalah bentuk ketidaksetujuan pada multikulturalnya suatu kehidupan.

Ketiga, episode Rule of Dumb. Sebuah episode mengenai Patrick yang menjadi seorang raja karena sebuah surat titah kerajaan. Awalnya Patrick tidak begitu tertarik dengan posisi raja. Ketika Spongebob berbicara, “Kalau kau jadi raja, kau bisa mendapatkan apapun yang kau mau.

Pada saat itulah Patrick mulai merampas segala apa yang diinginkannya. Tidak peduli dengan nasib rakyatnya, yang terpenting yakni kepuasaannya ketika berkuasa.

Hidup memang tidak adil, jadi biasakan dirimu ya,” ungkap Patrick pada orang lain yang telah dirampas makanannya.

Nampaknya kekuasaan mampu berpotensi merubah segala kepribadian yang dimiliki penguasa. Patrick yang mulanya hanyalah seorang yang biasa bahkan terkadang bersikap bodoh mampu menjadi totaliter dan menindas ketika kekuasaan telah dimilikinya.

Patrick mulai sadar ketika rakyatnya yang mulai meberontak. Patrick berkaca pada dirinya yang begitu mengerikan atas kekuasaannya. Akhirnya Patrick lebih memilih menjadi orang biasa saja dari pada menjadi seorang raja yang totaliter.

Keempat, episode Squid On Strike. Episode ini menyajikan kisah pilu para buruh seperti Squidward dan Spongebob yang mengalami penindasan oleh pemodal seperti Tuan Krabs. Bahkan hanya sekedar berdandan dan bernapas di waktu kerja saja, Tuan Krabs memarahi Spongebob dan Squidward. Alasannya karena membuang-buang waktu.

Saking pelitnya Tuan Krabs, ia bukan malah menggaji karyawan tetapi malah memotong gaji para karyawan dengan cukup banyak. Lagi-lagi dengan alasan para karyawan membuang-buang waktu kerja.

Sikap Tuan Krabs yang begitu menindas menimbulkan inisiatif Squidward untuk melakukan mogok kerja. Tidak luput juga mengajak Spongebob untuk tindakan tersebut.

Demonstrasi dan mogok kerja telah dilakukan. Namun tidak ada satupun yang mendengar aspirasi mereka. “Tidak ada yang peduli pada nasib buruh selagi mereka mendapat kepuasan secara instan.” Sebuah keprihatinan Squidward atas apa yang telah dilakukannya.

Begitulah yang terjadi juga pada realita kehidupan kita. Buruh sering mengalami penindasan. Banyak gaji yang tidak terbayar sesuai keringat mereka. Dan yang paling memprihatinkan ketika mereka berusaha menuntut haknya, malah orang lain acuh tak acuh karena kepuasan instan yang telah diatur oleh para pemodal.

Melalui keempat episode Spongebob tersebut, kita tersadar bahwa kehidupan perlu dijalani dengan sebaik mungkin tanpa menimbulkan konflik diantaranya. Kehidupan perlu berjalan secara seimbang.

Melalui keempat episode Spongebob tersebut setidaknya dapat menjadi cerminan bersama mengenai beberapa hal yang mungkin diperbaiki bersama.