Aku adalah salah seorang yang termasuk pencinta lagu. Menyetel musik dan bernyanyi untuk diri sendiri adalah bagian dari ritual sehari-hariku. Dulu, aku menulisnya dibuku agenda dengan kalimat, listening to the music is my favorite hobby.

Walaupun ada juga yang berpendapat mendengarkan musik adalah sesuatu yang haram. Sehingga, beberapa penganut pemikiran ini yang dulunya adalah penyanyi atau pemain alat musik menjadi berpindah haluan.

Mereka berpindah haluan setelah mendengarkan wejangan tentang ketidakbolehan untuk menyanyikan, mendengarkan, memainkan musik, dan lain sebagainya karena dapat melemahkan hati. Padahal, bagiku, musik (lagu dan kawan-kawannya itu) bisa meluluhkan hati.

Terang saja, meluluhkan hati. Apalagi kalau lagunya pop, mendayu-dayu, ditambah liriknya yang galau abiz. Bikin aku gundah-gulana, eitz..

Misalnya, lagu yang diusung oleh Terry Fatiah yang kini sudah berhijab. Banyak lagu-lagu yang bertema galau walau merupakan lagu yang sudah expired tapi didaur ulang. Judulnya: Izinkan Aku Menyayangimu milik Iwan Falz. Atau Butiran Debu yang dulu dinyanyikan Rumor.

Setahuku, cuma lagu yang berjudul Kau Harusnya Memilih Aku yang lagu asli milik Terry itu sendiri.

Oh ya, tapi kali ini, kita tidak akan membahas banyak tentang Terry dengan lagu-lagu andalannya. Namun, tentang satu lagu yang lagi terkenal Bgt. 

Setelah lagu Lagi Syantik milik Siti Badriah (Sibad) yang juga sangat cantik itu yang pernah sangat viral, kini ada lagi lagu yang viral liriknya berkata, Entah Apa yang Merasukimu

Entah karena lirik lagu, genre lagu, penyanyi, atau grup lagu ini, atau goyang ala lagu ini yang gimana gitu! lihat saja Tok-toknya yang banyak itupasti akan tahu, entah apa yang merasukinya.

Aku melihatnya sebagai status di berbagai media sosial. Mulai dari posting videonya yang banyak diparodikan, di berbagai versikan ada remix sampai religi. Kalimatnya pun ramai menjadi status, "Entah apa yang merasukimu."

Di dunia nyata, lain lagi. Lagu ini terdengar dinyanyikan anak kos-kosan. Bukan cuma itu, anak-anak SD yang pulang sekolah melewati gang di samping rumahku, menyanyikan reff-nya dengan beramai-ramai seperti lagu wajib dan nasional saja.

Di radio becak motor (bentor) yang lagi mangkal di depan rumah, diputar kencang-kencang. Sampai pada pete-pete alias mobil angkutan, lagunya diputar keras dengan berbagai versi, dari versi pop, musik ala DJ, sampai dangdut. Dan entah apa lagi, yang jelas lirik yang sama namun genre yang berbeda.

Setelah aku searching di internet, ternyata dinyanyikan oleh Ilir 7, dengan judul awal, Salah Apa Aku. Namun kita lebih familiar dengan, Entah Apa yang Merasukimu.

Lirik lagunya seperti ini:

Aku percaya kamu/
tapi kau lagi - lagi bohongiku/
kau tlah tipu aku/
aku menyayangimu/
tapi lagi -lagi sakitiku/
kau tlah khianatiku/

tak pernah kusangka kau tlah berubah/
kau membagi cinta dengan dirinya/
aku yang terluka sungguh aku kecewa/

Reff:

Entah apa yang merasukimu/
hingga kau tega mengkhianatiku/
yang tulus mencintaimu/
salah apa diriku padamu/
hingga kau tega menyakitiku/
kau sia-siakan cintaku/

Setan Apa Yang Merasukimu?

Hari gini? Entah apa yang merasukimu berubah menjadi kalimat, Setan apa yang merasukimu? Hingga kita membuat kerusakan di muka bumi ini? Kerusakan terjadi di mana-mana. Ada kerusakan lingkungan, pertemanan, politik, cinta, dan lain sebagainya.

Setan apa yang merasukimu? Sehingga kau menambah pemanasan global? (How dare, you? teganya kau, kata si aktivis iklim yang masih muda, Greta Thunberg).

Setan apa yang merasukimu? Sehingga kau, sahabatku, tega menjadi pelakor mengambil suamiku? (banyak terjadi ini di sinetron tv dan kehidupan kita).

Setan apa yang merasukimu? Sehingga kalian mengajak atau menghasut anak sekolah untuk ikut berdemo? (stop politik kotor!).

Setan apa yang merasukimu? Sehingga kau tak mencintaiku? (Apa aku seperti malaikat baik bagimu?). Eaaa...

Baiknya kita ganti saja kata terakhirnya, 'merasukimu' dengan kata yang lain (biar tulisan ini sampai 700 kata he he he). Entah apa yang merasukimu? (Sesuai dengan lirik lagunya) menjadi: Entah apa yang menyemangatimu? (seperti kata Bunda Ela yang suka kirim salam menyemangati yang juga lagi viral).

Entah apa yang menunggangimu? (ini untuk aksi yang "katanya" ditunggangi penumpang gelap).

Entah apa yang meracunimu? (kopi sianida atau racun bunga cinta? Seperti di drama luar negeri, Yoko dan bibi Lung, the legend of condor heroes). 

Entah apa yang membuatmu bahagia? (mengambil lirik lagu Geisha, bagaimana cara membuatmu bahagia?).

Entah apa yang menikahiku? (Eits, emang jodohku nanti siluman atau manusia setengah dewa?).

"Apa" kita ganti dengan "siapa" saja kalau begitu:

Entah siapa yang menyantetmu? (jadi pembahasan undang-undang juga, kan?).

Entah siapa yang mengelabuimu? (Oh, my president).

Entah siapa yang merindukanmu? (itu aku, bukan Milea, Dilan gitu lho, hikz).

Entah apa lagi, ya? (aku sudah kehabisan kata).

Baiklah, entah apa yang merasukiku, untuk menulis ini?