Apakah kau benar-benar mencintai dia? Yakin? Jangan-jangan ini hanya perasaan simpati yang berujung. Apakah cinta itu sesuatu yang pasti? Apakah ia tidak ditipu oleh panca inderanya dalam mencintai seseorang? Apakah cinta hanya melihat apa yang ingin dilihat tanpa melihat apa yang bakal terlihat.

Seorang Descartes selalu meragukan kebenaran terlebih dahulu dalam menyatakan kebenaran. Apabila keraguan telah mencapai puncaknya, hingga titik yang radikal, tetapi tidak ditemukan sedikit pun keraguan, maka itulah kebenaran.

Cinta manusia itu unik, karena bisa tumbuh berkembang tanpa diinginkan, bisa juga layu dan mati sebelum berkembang. Seperti Hegel memandang suatu realitas, cinta itu realitas yang, dinamis, tidak statis, suatu yang berkembang, sunyi menyepi dan menemukan dirinya kembali.

Cinta adalah hal yang wajar dialami oleh semua manusia, Tidak perlu takjub yang berlebihan dengan sesuatu yang pernah dirasakan manusia selama ribuan tahun silam. Takjublah dengan manusia yang tidak pernah merasakan cinta, dan sematkan gelar sebagai “Nabi” akhir jaman.

Pada kondisi tertentu, manusia yang lagi kasmaran terjebak dalam situasi yang sulit. Kondisi mental manusia yang telah jatuh cinta tidaklah stabil. Perasaan insecurity, sebuah perasaan tidak aman yang disertai dengan rasa galau, keabsurdan, ketidakstabilan serta kebingungan mengakibatkan cinta menjadi hal yang menakutkan.

Insecurity akan mengakibatkan timbulnya rasa tidak percaya terhadap yang dicintai dan berakhir dengan sikap posesif terhadap pasangannya. Mereka mengikat erat pasangannya agar tidak lepas dari jeratan, dan jika cintanya berakhir maka tak segan melakukan hal yang bertentangan dengan esensi cinta itu sendiri, bebas dan kebahagiaan.

Manusia haruslah optimis, progresif akan keputusan yang telah diambilnya, termasuk memilih siapa yang dicintainya. Selalu mengelaborasi nalar berpikir, menafikkan prasangka buruk, mengubah perilaku sikap dan tindakan akan menjadikan makhluk hidup bertahan dari pahit getirnya cinta. Selalu membuka diri, mau mendengarkan pendapat orang lain dan saling bekerja sama adalah pilihan yang rasional dalam mengatasi problematika "irasionalnya" cinta.

Manusia yang kembali menemukan cintanya yang hilang, selayaknya mau belajar dari pengalaman kegagalan masa lalu yang buruk. Cinta itu pembelajaran dalam pencarian kebenaran. Tidak salah ketika mau belajar dari Descartes dalam menguji kebenaran, rasionalitas serta perasaan.

Ketika akan menyatakan, memproklamirkan Anda telah jatuh cinta pada seseorang, hal yang harus dilakukan adalah meragukan dan menihilkan perasaan cinta tersebut. Dan ketika tidak ditemukan alasan hingga akhir batas keraguan puncak, maka nyatakan jika diri Anda benar-benar jatuh cinta sejatuh-jatuhnya.

Jangan pernah takut akan mencintai yang kedua, ketiga, bahkan kesembilan kalinya, karena cinta itu kekal. Kegagalan dan keberhasilan dalam mencintai pasangan adalah keniscayaan. Keberhasilan terasa indah jika dilalui dengan penuh rintangan hingga berdarah-darah.

Kegagalan menaklukkan hati seseorang yang dicintai merupakan sesuatu yang tidak perlu disesali, setidaknya anda mampu menaklukkan bebalnya hati. Mengutip penulis prancis La Fontaine, "La plus belle victoire est de vaincre son coeur", kemenangan yang paling indah adalah bisa menaklukkan hati diri sendiri.

Easy come easy go, sesuatu yang didapatkan dengan mudah, perginya juga gampang. Selamat bercinta dengan segala realitas yang ada. Bercinta jangan gampang baper, karena cinta manusia adalah “Enigma”, penuh teka-teki dan prasangka.