Arsiparis
2 tahun lalu · 43 view · 1 menit baca · Puisi meditation-277889_960_720.jpg
Ilustrasi: pixabay.com

Emil, Terima Kasih Kutemukan Dirimu

Di tengah gelak tawa yang ada

senyummu ada di antara

daun yang luruh melambaikan wajahmu

aku memanggilmu dengan doa doa

Doa yang kusampaikan selalu kuharap

dalam cemas dan kebimbangan menyiksa

kau hadir menyapu setiap luka

aku rasakan doamu di mimpiku, katamu

Emil, sanggupkah kau bertahan

ketika diriku tak mampu kau rengkuh

aku yang tenggelam dicinta orang lain

tak mungkin berlayar di samudera cintamu

Kehadiranmu adalah keterlambatan yang ditakdirkan

tak mungkin takdir kutolak dengan benci

bukankah rencana takdir seringkali tak terduga

kita hanya mencoba berdamai dengannya

Sambutlahlah rindu yang kesekian dari rindu yang pernah ada

sambutlah cinta dari kesekian cinta yang pernah ada

jangan pergi meski tersakiti

karena kita harus berdamai dengan setiap kesakitan cinta

Emil, Terima kasih atas hadirmu

kita yang terbelenggu oleh dua hati

akan bebas menjalani

bila kita sadari bahwa dalam cinta selalu ada benci