Rangkaian El Clasico akhirnya usai (untuk saat ini). Jika suatu saat nanti, anak atau cucu kita bertanya apa yang diingat dari serial bersejarah ini, jawabannya mungkin perselisihan, permainan keras, akting, faking, kecurangan, saling serang, propaganda, dan hal buruk lainnya.

Bagi penggemar sepak bola pasti tidak asing lagi dengan namanya El Clasico. Pertemuan 2 tim besar Eropa antara Barcelona dan Real Madrid adalah pertandingan yang paling ditunggu-tunggu seluruh masyarakat dunia. 

Sejarah rivalitas Real Madrid dan Barcelona sangatlah panjang. Sampai-sampai hampir semua aspek sosial budaya ikut terpengaruh. Hal ini menunjukkan jika persaingan kedua tim ini memang spesial dan sebutan El Clasico memang layak disematkan saat kedua tim berjumpa.

Pertandingan ini adalah pertandingan bersejarah. Pertandingan yang melahirkan banyak drama dan tensi dari atas lapangan maupun luar lapangan. Eksistensi para pemain bintang di dua kubu yang faling fenomenal yang mengakibatkan pertandingan ini paling digemari manusia-manusia di dunia. 

El Clasico sendiri memang selalu berpotensi menimbulkan intrik, namun tak ada yang menyangka bakal separah ini. Ketika dua klub besar dunia berduel, harapannya tentu akan tersaji sebuah laga yang berkelas. Apa yang disuguhkan justru jauh dari kata itu.

Tapi, apakah seburuk itu? Tidak juga. Mengecewakan memang, namun itulah sepak bola, kadang memuaskan, kadang sebaliknya. El clasico boleh dibilang buruk dan mengecewakan, namun masih ada yang sama buruk dan mengecewakan, bahkan lebih.

Di antara hal-hal yang negatif, tentu ada sisi positifnya, sisi yang justru layak dikedepankan ketimbang membesarkan kejelekan. Mutiara yang terpendam dalam lumpur tetaplah mutiara. Begitu pun el clasico, masih ada hal baik di antara keburukan, tak semuanya negatif.

Pertandingan ini pertandingan ke-2 di tahun ini, sehingga dijuluki Elclasico jilid 2 di La Liga. 

Elclasico jilid 2 ini tidak hanya berbicara para pemain bintang di dua kubu maupun gaya permainan, tapi ada yang paling fenomenal, yaitu para fans. Para fans ke-2 kubu selalu mengeluarkan slogan-slogan setiap segala sesuatu yang terjadi setelah pertandingan ini usai.

Seperti "La Manita". Kata ini sangat sesuai dengan momentum ketika Barcelona menang 5-0 atas Real Madrid di November tahun lalu. Saat itu pemain Barcelona dan fansnya melambaikan tangan di udara dengan lima jari dibuka lebar-lebar. Itulah selebrasi la manita, atau 'tangan kecil'.

Kemenangan tersebut tentunya sangat berarti karena itu artinya Real Madrid harus bisa meraih kemenangan lebih dari 5-0 jika di akhir musim perolehan poin kedua tim sama dan pada akhirnya penentuan juara ditentukan lewat head-to-head. 

"Villarato". Bisa dikatakan Villarato adalah sebuah konspirasi teori yang diusung kubu Real Madrid untuk menyudutkan sang lawan, Barcelona.

Mes que un club. Ini adalah slogan Barcelona, yang artinya lebih dari sekadar klub.

Jika diartikan tidak hanya dari sudut pandang sepak bola saja, Barcelona bisa dikatakan sebagai simbol dari nasionalisme Catalan, dan perlawanan daerah untuk bisa diakui melawan kekuatan dari pemerintahan Spanyol yang ada di Madrid, yang dalam hal tertentu disimbolkan sebagai Real Madrid.  

Salut kepada suporter kedua kubu. Wajar jika saja mereka bertingkah brutal atau melakukan perusakan karena kecewa. Apalagi, dengan latar belakang masa lalu kedua kubu. Tapi, mereka tak melakukan hal itu.

Tidak hanya itu, pertandingan yang dijuluki El Clasico ini ,yang dihelat malam ini di Santiago Bernabeu juga dipengaruhi hasil pertandingan akhir kedua kubu. 

Real Madrid datang ke El Clasico kali ini dengan rangkaian hasil buruk. Pasukan Zinedine Zidane baru saja tumbang dari Manchester City di leg pertama 16 besar Liga Champions dengan skor 1-2 pada Kamis (27/2). Ini adalah kelanjutan dua hasil buruk mereka di Liga Spanyol, kala ditahan Celta Vigo 2-2 (17/2) dan kalah 1-0 dari Levante pada Minggu (23/2).

Bagi Real Madrid, ini adalah pekan-pekan yang menentukan, karena mereka sudah tersingkir dari Copa del Rey oleh Real Sociedad. Otomatis, yang tersisa musim ini hanyalah trofi Liga Champions dan Liga Spanyol. Namun, justru mereka menghadapi Barca dengan catatan mencetak 3 gol dan kebobolan 5 kali dalam 3 partai terakhir.

Zidane enggan menganggap tren buruk ini sebagai kondisi negatif bagi Real Madrid. Sebaliknya, ia yakin, ketika Los Blancos bisa menumbangkan rival abadi Barcelona, maka mentalitas Karim Benzema dan kolega bakal membaik.

"Laga Minggu (Senin waktu Indonesia) adalah pertandingan luar biasa. Saya harap fans datang dan membantu tim untuk melewati masa ini. Kami sudah memberikan segalanya, tetapi dalam bentuk buruk. Laga ini memberi kesempatan untuk mengubah tren performa kami," kata Zidane dikutip situs web resmi Real Madrid.

Kondisi Real Madrid kontras dengan Barcelona. Memang, klub Catalunya sama-sama sudah tersingkir dari Copa del Rey, dan hanya hidup di dua kompetisi lagi. Namun, mereka sedang dalam performa prima. Dalam 4 laga terakhir, Blaugrana menang 3 kali dan kalah sekali.

Produktivitas Barcelona meyakinkan dengan 11 gol dalam kurun waktu tersebut, 6 di antaranya berasal dari duet Lionel Messi dan Antoine Griezmann. Cuma, kali ini, pelatih Quique Setien masih kehilangan Jordi Alba, Luis Suarez, dan Ousmane Dembele: semuanya karena cedera.

Dalam laga melawan Napoli di 16 besar Liga Champions pada Rabu (26/2), Barcelona melihat palang pintu mereka, Gerard Pique, keluar karena cedera. Namun, Pique diperkirakan fit saat El Clasico, sehingga masalah Barca tetap hanya di sektor full back dan lini depan.

Dengan semua agresi, bumbu, provokasi, dan segala hal yang terjadi di luar lapangan, bisa saja memicu aksi kekerasan. Bayangkan, puluhan ribu pendukung Barca dan puluhan ribu suporter Madrid bertemu di satu kota. Segala hal yang bisa memicu kekerasan tersedia, tapi apa yang dilakukan mereka? Have a great time.

Sepak bola adalah olahraga dalam mengolah si kulit bundar untuk menciptakan goal menuju kemenangan. Dalam sepak bola, tidak ada yang dapat dipastikan siapa yang menang.

Sehinga saya tidak berani menyatakan siapa yang akan menang. Saya lebih gemar menikmati pertandingan dan gaya permainan setiap tim yang berlaga. Terkhusus pertandingan yang dihelat nanti malam yang dijuluki El Clasico Jilid 2.