Menjulang Covid-19 memunculkan istilah-istilah baru yang pada akhirnya menjadi populer di antara para pengguna bahasa. Jutaan bahkan miliaran kata atau istilah yang berkaitan dengan virus korona muncul dalam kehidupan masyarakat saat ini.

Yang menjadi catatan adalah kata-kata atau istilah tersebut lebih didominasi kata-kata atau istilah berbahasa asing. Hal itu menunjukkan bahwa bahasa Indonesia harus berjuang lebih keras lagi untuk menunjukkan keberadaannya di tengah gempuran bahasa asing.

Jika kita lihat dari perspektif linguistik sebagai input bahasa bagi masyarakat luas yang minimal bisa menjadi kontribusi bagi masyarakat dalam berkomunikasi, baik dalam berinteraksi di dunia nyata ataupun di dunia Maya. pandemi Covid-19 dari perspektif linguistik memiliki sifat yang variatif. Hal ini sesuai dengan pendapat Abdul Chaer (1994) bahwa bahasa bersifat 1) arbitrer, 2) konvensional, 3) bermakna, 4) produktif, 5) unik, 6) alat komunikasi, 7) dinamis, dan 8) identitas penutur.

Merujuk pada sifat dan hakikat bahasa yang ditemukan oleh ahli di atas, maka coba perhatikan pemakaian bahasa yang digunakan oleh masyarakat pada konteks pandemi covid-19 saat ini. Hal ini menunjukkan suatu proses perubahan dalam status sosial secara sosio-linguistik mengalami pergeseran.

Berikut kata-kata asing yang muncul di tengah pandemi Covid-19, baik di dunia nyata maupun dunia maya, seperti: Covid-19, suspect, sosial distancing, physical distancing, lockdown, rapid test, swab test, hand sanitizer, dan work from home (wfh).

1. Covid-19 merupakan akronim dari coronavirus disease 2019. Coronavirus adalah keluarga virus yang beberapa di antaranya menyebabkan penyakit pada manusia, ada pula yang tidak.

2. Suspect biasa diindonesiakan dengan terduga, orang yang diduga. Dalam kasus pandemi korona, kata ini mengacu pada seseorang yang sudah menunjukkan gejala terjangkit korona dan diduga kuat sudah melakukan kontak dengan pasien yang positif korona.

3. Social distancing adalah pembatasan sosial. Ada dua pengertian yang timbul dari padanan ini. Pengertian pertama adalah tindakan yang dilakukan untuk mencegah orang sakit berhubungan atau melakukan kontak dalam jarak dekat dengan orang lain yang sehat. Tentu saja tujuannya adalah agar virus yang dikandung orang sakit tidak menular kepada orang yang sehat.

Belakangan, pada 20 Maret 2020, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan penggantian istilah social distancing menjadi physical distancing (pembatasan fisik, penjarakan fisik, atau jaga jarak secara fisik).

4. Kata lockdown kemudian mengalami penambahan makna, menjadi tindakan darurat atau kondisi saat orang-orang untuk sementara dicegah memasuki atau meninggalkan area atau bangunan terbatas (seperti sekolah) selama bahaya mengancam. Definisi atau makna kedua inilah yang dipakai dalam kasus korona yang sedang melanda dunia.

5. Rapid test, yang dipadankan menjadi tes cepat atau uji cepat, merupakan salah satu cara untuk mengetahui secara cepat seseorang terjangkit virus korona atau tidak.

6. Hand sanitizer adalah pembersih tangan, pensteril tangan, atau penyanitasi tangan (dari kuman).

7. Sesuai dengan namanya, work from home (WFH) atau bekerja dari rumah adalah sebuah keputusan yang diambil, baik oleh pemerintah maupun perusahaan, untuk memberdayakan pegawainya mengerjakan pekerjaan kantor dari rumah.

Untuk mengatasi pergeseran bahasa Indonesia yang makin parah, diperlukan usaha bersama oleh semua pihak agar menumbuhkan rasa bangga terhadap bahasa Indonesia. Sebagai generasi muda, kita harus menjunjung tinggi bahasa persatuan bahasa Indonesia.

Banyak bangsa lain yang merasa iri dan terkagum-kagum terhadap bangsa kita karena memiliki bahasa persatuan, yaitu Indonesia. Ini merupakan salah satu jati diri asli bangsa Indonesia. Maka dari itu, kita harus menumbuhkan kesadaran yang tinggi untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Kesadaran tersebut harus kita tanam mulai dari diri kita.

Akhirnya marilah mulai tumbuhkan kembali kesadaran dalam diri masing-masing untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baku tanpa mencampuradukkannya dengan bahasa asing.