Coronavirus atau yang sering kita dengar dengan istilah awamnya Covid-19 , hampir mewabah di seluruh penjuru negara di dunia. tak terlebih lagi Indonesia yang menduduki jajaran negara level 1 Risiko rendah Covid – 19 yang setara dengan China, Hongkong dan negara lainnya.

Di negara Indonesia sendiri Perekonomian telah banyak mempengaruhi semua sektor kehidupan. hampir semua sektor mengalami dampak yang besar terutama sistem ekonomi yang selama ini telah menjadi pondasi bagi kehidupan masyarakat sekitar. 

Terlebih lanjut, pandemi Covid-19 banyak memberikan efek, salah satu contohnya perlambatan sektor ekonomi di Indonesia dengan berbagai naik turunnya, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang merupakan bagian terpenting dari sektor ekonomi sangat merasakan dampaknya. 

Hal tersebut menjadikan semua pihak menjadi khawatir, Dikarenakan sektor UMKM mengalami banyak kemunduran. Sekarang ini UMKM yang mengalami berbagai permasalahan seperti hal nya dalam menurunnya penjualan, permodalan, distribusi  yang terhambat, kesulitan bahan pangan, Serta produksi menurun dan maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi pekerja dan buruh menjadikan ancaman dalam sektor perekonomian nasional.

Kebijakan pemerintah dalam pemerataan ekonomi guna memperkuat perekonomian Indonesia.  Salah  satu  sasaran  utama dari  kebijakan pemerataan ekonomi sebagai salah satu pelaku UMKM. Kebijakan ini  memberi akses  terhadap  lahan,  kualitas  Sumber Daya Manusia (SDM), dan  kesempatan sebagai lahan pekerjaan. 

Pemerintah memiliki pengaruh besar dalam hal keberlangsungan perkembangan UMKM, Di negara berkembang. UMKM memiliki peranan penting sebagai pelaku kontribusi guna mencapai pembangunan di bidang ekonomi.

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan akar dari perekonomian global maupun non global. dalam sektor perekonomian nasional sebagai pelaku ekonomi utama. Selain itu, UMKM juga berperan penting dalam hal memberi lapangan pekerjaan dan sumber pendapatan,

Di akhir penghujung tahun 2019, kemunculan pandemi Covid-19 menjadikan permasalahan di tingkat  internasional  maupun Indonesia. Pandemi Covid-19 telah menimbulkan akibat yang besar di sektor ekonomi, sosial, dan politik hampir semua negara, termasuk Indonesia.

Kemampuan pelaku UMKM yang berjualan secara online (e-commerce) lebih kuat dibandingkan dengan pelaku UMKM yang hanya berjualan secara offline. Pasca  timbulnya wabah coronavirus disease 2019 (pandemi Covid 19), perusahaan UKM mulai meningkat secara perlahan. 

Media digital yang cepat meningkat pesat dan pelaku konsumen yang kecanduan dalam berbelanja secara online membuat Pelaku UMKM mulai beradaptasi dengan perkembangan pasar di Media digital. 

Namun pelaku UMKM yang khawatir karena adanya prosedur dalam bermedia sosial seperti Facebook, Instagram, dan lain sebagainya. UMKM yang saat ini bersaing ketat dengan ekosistem digital, juga memberikan dampak signifikan bagi pendapatan mereka.

Dampak besar dari sulitnya berwirausaha mengakibatkan banyak tenaga kerja yang terpaksa dirumahkan. Pedagang yang gulung tikar dan mulai beralih berjualan melalui Media Digital.

terjadinya perubahan pola konsumsi barang dan jasa masyarakat dari offline ke online. Pelaku UMKM mulai kesulitan dalam mencapai target - target yang harus dicapai. Adanya Perubahan pola tersebut, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar dapat bertahan guna  berkembang sehingga mampu menghadapi kondisi di era New Normal.

Prabowo Menyatakan Dengan  semakin banyaknya  usaha kecil dan menengah yang terlibat dalam ekonomi digital melalui   broadband,   e-commerce,   media   sosial, cloud,   dan   mobile   platforms, UMKM   dapat bertumbuh lebih  cepat  dari  segi  pendapatan  dan  penyediaan  lapangan  kerja,  serta  menjadi  lebih inovatif dan lebih kompetitif untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN.

 Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Prof. Widodo Muktiyo Menyatakan “Di dalam masa era (new normal) adalah membuka kembali aktivitas ekonomi, sosial dan kegiatan publik secara terbatas dengan tetap menggunakan protokol kesehatan terkait COVID-19,”

 Masa new normal yang merujuk pada perubahan perilaku yang harus dilakukan oleh seluruh warga setelah menjalani masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Perubahan perilaku atau yang disebut kenormalan baru adalah sesuatu yang dianjurkan oleh WHO untuk dilakoni. Beradaptasi dan hidup berdampingan dengan corona bukan sesuatu yang mudah. Kita tidak bisa menjalaninya dengan menerapkan pola hidup normal yang dulu, tetapi harus ada kenormalan baru,” tambahnya. 

Dalam menghadapi krisis global akibat Covid-19, para pelaku UMKM harus memiliki strategi dalam manajemen krisis. Strategi ini sangat esensial karena dapat membantu UMKM dalam memahami bagaimana bisnis beradaptasi atau merespon adanya perubahan yang drastis.

Pelaku usaha UMKM memberikan banyak peranan penting dalam perubahan ekonomi di Indonesia, munculnya virus Corona diawali dengan menurunnya perekonomian. 

Namun, Dengan seiring berjalannya waktu dan Covid – 19 mulai mereda UMKM bangkit kembali dengan adanya kebijakan pemerintah yang menjadikan UMKM sebagai pelaku utama dalam bidang sektor perekonomian, juga peran Media Digital. 

Menjadikan perekonomian yang tadinya merosot mulai hidup kembali, para pelaku konsumen yang mencari jalan alternatif menjadikan perubahan pola konsumsi, Adanya peran Media Digital dialih fungsikan sebagai sarana tempat berbelanja tanpa harus bertatap muka secara langsung.