Hari ini kita menghadapi pandemi yang mengubah kehidupan manusia, baik dari sisi kesehatan dan ekonomi. Pandemi ini sangat berpengaruh pada ekonomi global. 

Di masa sulit ini, negara berkembang dan maju merasakan hal yang sama, yaitu krisis ekonomi. Oleh karena itu, pemimpin di setiap negara berusaha untuk menjaga stabilitas ekonomi dengan membuat kebijakan.

Kebijakan ekonomi dibuat dengan tujuan untuk memastikan bahwa kebutuhan masyarakat harus tetap terpenuhi. Di Indonesia, pemerintah menyalurkan bantuan stimulus kredit untuk UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) sebagai salah satu contoh kebijakan ekonomi yang dibuat agar roda ekonomi tetap berjalan. (2020, CNBC Indonesia)

Di sisi lain, pengusulan untuk mencetak uang dinilai kurang tepat karena ketika uang beredar di masyarakat terlalu banyak, nilai yang terdapat pada uang tersebut akan menurun dan menyebabkan inflasi yang tinggi.

Selain Indonesia, Australia turut terkena dampak akan pandemi ini. Tingkat pengangguran di Australia meningkat ke 6.2%. Oleh karena itu, pemerintah mengambil kebijakan dengan memberikan stimulus untuk pekerja sejumlah 1,500 dolar per dua minggu. (2020, 7News)

Krisis juga terjadi di negara maju, yaitu Amerika, dengan tingkat pengangguran yang meningkat ke 14.7%. (2020, BBC)

Pandemi juga melemahkan ekonomi di kawasan Asia Pasifik. Sebagai contoh, Jepang mengalami resesi untuk pertama kali sejak tahun 2015 dengan pencapaian 3.4% PDB (Produk Domestik Bruto) di bulan Januari sampai dengan April tahun ini. (2020, NY Times)

Wabah ini juga menyebabkan harga minyak dunia sempat berada di zona negatif, meskipun harga minyak sudah berada di zona positif sekarang dan sempat naik ke level tertinggi sejak bulan Maret lalu pada hari Kamis kemarin. (2020, CNBC) 

Kita berharap bahwa pemimpin negara akan terus berupaya memperbaiki ekonomi negara. Tentu saja, faktor kesehatan menjadi yang utama dalam menghadapi wabah ini.

Hal yang berbeda ketika kita membicarakan tentang investasi. Peluang masih terbuka ketika kita berinvestasi saat pandemi terjadi. Fixed Deposit menjadi pilihan yang cukup tepat karena low risk low return, dengan sistem compounded rate.         

Pilihan lainnya dengan berinvestasi di bursa saham. Nilai saham berpengaruh kepada situasi global yang mengakibatkan harga saham pada umumnya menurun. Kita bisa membelinya dengan harga yang murah, kemudian kita bisa menjual saham tersebut pada saat nilai yang di bursa meningkat dalam waktu yang singkat (short-term capital gain).

Kita juga dapat membeli saham untuk jangka panjang (long-term period) dalam waktu sepuluh tahun atau lebih. Dengan strategi ini, kita mendapatkan deviden yang dibayarkan oleh perusahaan.

Dalam kondisi pandemi, kita harus cermat dalam menentukan jenis perusahaan yang sebaiknya dibeli. Selain itu, kita bisa mendiversifikasi saham atau investasi lainnya. Sebagai contoh melakukan diversifikasi sektor bisnis dan komoditas menjadi salah satu pilihan yang bijak.

Bagaimana jika kita telah membeli saham jauh sebelum pandemi terjadi?

Kita tidak bisa terhindar dari kerugian ketika harga saham anjlok. Namun, kita bisa mencegah agar kerugian tersebut tidak terlalu besar. Kita bisa menekan angka kerugian dengan cara cut loss, dimana kita menjual saham sebelum harga merosot lebih dalam dan membeli saham itu kembali dengan harga yang jauh lebih murah.

Ketika pergerakan nilai saham tersebut sudah membaik, kita dapat mencapai break-even sehingga kita dapat menutup kerugian tersebut.

Selain saham, kita dapat berinvestasi di underlying asset seperti future atau forward contract dan options dengan melakukan hedging strategy. Strategi ini sebagai salah satu cara untuk mengantisipasi keadaan di masa yang akan datang.

Langkah apa pun yang ditempuh, perhitungan dan pengambilan keputusan di waktu yang tepat harus menjadi salah satu faktor pertimbangan kita untuk berinventasi. Kita dapat berkonsultasi ke financial planner, atau orang yang berpengalaman di bidang investasi untuk lebih memahami secara detail .

Hal yang perlu kita ingat bahwa tidak ada satu orang pun yang dapat membaca situasi di pasar, namun kita dapat melakukan perhitungan untuk memprediksi, mengantisipasi apa yang akan terjadi, dan mencegah kerugian dalam jumlah yang besar.

Kita juga harus saling bahu-membahu agar keadaan ini cepat berlalu. Selalu memakai masker ketika melakukan aktivitas, mencuci tangan sebelum dan setelah memegang sesuatu, dan tetap di rumah jika tidak ada keperluan yang mendesak.

Dengan mematuhi protokol Kesehatan yang ada, kita membantu tenaga medis dan pemerintah untuk memutus penyebaran Covid-19.

Apabila keadaan ini semakin membaik, maka kita akan memulai hidup normal kembali. Orang-orang bisa melakukan aktivitas kembali seperti bekerja, sekolah dan yang terpenting adalah bisnis dapat kembali berjalan. Perekonomian negara akan mulai membaik meskipun dalam waktu yang tidak singkat.

Semoga situasi ini dapat berlalu dan kita dapat hidup normal kembali.