Aku sudah hafal, sebentar lagi Pesawat akan mendarat di Bandara Sapinggan Balikpapan setelah satu setengah jam Take Of dari Bandara Adhi Sucipto Jogjakarta, mungkin setengah jam lagi. Biasanya awan gelap yang ada di sana menjadi pertanda yang meyakinkan bahwa sekarang aku tengah duduk di atas langit Kalimantan.  

Awan gelap itu adalah gumpalan asap dari pulahan pabrik batu bara dan minyak yang beroperasi semenjak masa Pak Harto. Seperti biasa ia (Kalimantan) menyambutku dengan wajah yang horor, menatapku penuh dengan penderitaan, menjerit sakit bagai mayat yang disiksa oleh munkar dan nakir dalam kubur. 

Apa cuma aku yang mendengar itu? Mana mungkin penumpang yang lain mendengarnya. Apalagi bapak-bapak yang ada disampingku dari tadi bercerita kotor melulu. Paling difikarannya hanya lubang pantat atau combi perawan.

Hanya butuh waktu singkat, awan gelap mengepung pesawat. Imajinasiku seolah terlempar dalam film The Mist, sebuah film yang menceritakan Makhluk yang menakutkan yang muncul dibalik kabut gelap. Mudah-mudahan saja aku tak  senasib DanMiller yang histeris ketakutan karna perasaan demikian.

Atau mungkin saja awan gelap ini adalah campuran dari kabut gelap yang dikirim Frank Darabont Sutradara "The Mist" dan Blackheart lawan tangguh Blaze dalam film Ghost Rider.

Ah apaan ini, fikiranku kok jadi kemana-kemana. Sambil menertawai imajinasiku yang liar. Pesawat ternyata benar-benar landing (mendarat) setelah sekian menit dikepung oleh roh jahat.

Aku keluar dari pintu pesawat dengan perasaan menang, seperti para bintang flim Astronot yang terbebas dari teror UFO.

Kuambil gawaiku yang sedari tadi berdering, oh ternyata Mobil yang dipesan kakak untuk menjemput telah menunggu setengah jam lalu.

Tunggu pak, aku menuju kesitu, kataku dalam telfon.

Dalam waktu sekejap, aku sudah berdiri depan pintu mobil Avanza Hitam, dengan kursi kosong melompong dibelkangnya.

Gimna, pak kita bisa berangkat?

Yuk, dari tadi kan aku nunggu kamu syam?

Oke, kita berangkat. Tapi emang aku aja penumpang ke Kutai Timur (Sangatta) pak?

Ya, mungkin kita dapat penumpang dijalan sebentar. Kata pak sopir sambil meraih bungkus rokok Surya di dashboard mobil.

Mobil melesit dengan kecepatan normal. Kuaambil gawaiku, kuputar lagu-lagu kesukaanku dalam album Banda Sistem Of A Down. "B.Y.O.B" antar aku menghadap ibu.

Why do they always send the poor?
Barbarisms by barbaras
With pointed heels
Victorious victorious kneel
For brand new spankin' deals
Marching forward hypocritic and
Hypnotic computers
You depend on our protection
Yet you feed us lies from the tablecloth

lagu ini adalah bentuk protes keras Invasi Amerika serikat atas Iraq 2003. Aku sangat menyukai musik ala SOAD karna unik, tidak melulu didikte oleh pasar. genre musik heavy metal dipadukan dengan musik ala timur tengah membuat Band yang satu menjadi buruan konsumen. Terlebih karna semua lagu-lagu SOAD berisi kampanye kemanusiaan.

Mulai dari Rekonisi terhadap Genosida Armenia oleh pemerintah Turki yang terus mereka usung, masalah sosial-politik seperti konsumerisme, perang, globalisasi, lingkungan, dan kekerasan. Selain itu, mereka juga menulis lagu tentang perubahan atau transformasi pemikiran mereka.

Tidak terasa mobil telah meninggalkan kota Balikpapan. Mataku masih terjaga memperhatikan hutan-hutan yang sudah yang gundul, penuh dengan galian. Malah ada yang beberapa lubang besar yang kami lewati tadi. Bukit-bukit yang tiga tahun lalu masih berdiri gagah, satu persatu hilang entah kemana.

Seperti Konoha saja, yang hancur dengan satu serangan oleh Jutsu Shinra tense dari Nagato dalam flim Naruto.

Para Pemodal, tidak mesti berguru ke Nagato untuk menghancurkan hutan dan gunung kalimantan, mereka punya alat pemusnah massal yang tidak kalah kuat dari Kurama. Dengan kekuatan modal, penguasa ditundukkan, massa mampu dibuat bungkam, tak akan ada penentang sekuat Naruto untuk melawan mereka.

Aku teringat mimpi ketemu kakek tua, waktu dijogja, jenggotnya mirip dengan para ulama terdahulu, seingatku ajaran yang sampaikan kepadaku. Dia bilang gini, "Syam, yang paling menentukan politik itu adalah kelas dominan dalam ekonomi" dia bisa mengatur segalanya. Bahkan mengubah cara pandangmu tentang dunia. Ia menyebutkan teorinya dengan sebutan "Materialisme Historis". 

Lebih lanjut kakek tua itu menjelaskan, Politik, hukum, Negara bahkan sejarah (Supra struktur) adalah cerminan dari ekonomi atau saya sebut sebagai basic struktur.

Ia menambahkan, bahwa didalam corak produksi, ada dua hal yang chaos antara Tenaga Produktif yang terus dinamis, sedang dilain sisi Hubungan produksi Stagnan.

Aku tidak, mengerti maksud dari penjelasan terakhirnya, saya tidak sempat bertanya karna terbangun oleh gonggongan anjing ibu kost.

Saya mengerti kalimat pertamanya, hingga saya berkesimpulan kita tidak membutuhkan Naruto untuk menaklukkan pemodal yang merusak itu, tapi yang kita butuhkan adalah kelompok massa kuat, dipersenjatai ilmu pengetahuan dan daya juang yang tahan banting.

Karna tenggelam dalam lamunan, dan volume yang cukup keras dari lagu SOAD War? Aku tidak mendengar pak supir, sedari tadi memanggilku kalau ternyata kami telah tiba didepan Rumah.

Eh maaf pak le, ternyata kita udah sampai yah?

Iya, syam dari tadi malah, cuma kamu melamun, udah lah nggk mikirin pacarmu di Jogja. Kata pak supir sambil bergegas turun dari mobil.

Nggk kok pak. Sanggahku

Udah, ambil barangmu. Thu ibumu udah menunggu.

Alhamdulillah kamu tiba dengan selamat nak. Yuk masuk rumah.

Tepat didepan pintu, aku aku kaget mendengar gonggongan anjing, kok sama yah suara Jhojo  (anjing ibu kost), fikirku.

Aku terasa terlempar entah kemana, jauhhhhhhh sekali. Suara gonggongan anjing yang awalnya sayup-sayup, semakin terasa dekat, dekat dan lebih dekat. Akhirnya aku terbangun. Aku kaget bukan kepalang, ternyata cerita tadi tidak nyata, itu mimpi.Aku tidak pindah kemana-kemana, masih tetap dikost Jogja. Baru aku sadar ternyata aku tidak bisa pulang gara-gara covid-19.