Era modern mendorong pemanfaatan teknologi di berbagai bidang kehidupan, salah salah satunya penyajian media dalam pembelajaran. Pergeseran model pengajaran konvensional menjadi lebih modern mempengaruhi gaya kurikulum yang jauh lebih modern dan terkesan dua arah, yaitu model teacher centered menjadi student centered.

Pada sekolah usia dini, tumbuh kembang anak baik dari segi sensorik dan motorik menjadi fokus utama selain penyampaian materi di sekolah. Itulah mengapa media sangat berperan di sini.

Spesifikasi metode pembelajaran anak usia dini memang berbeda dan membutuhkan kebebasan dalam proses pembelajaran, anak usia dini belajar secara bertahap dengan cara berpikir yang khas. Ia mampu belajar dengan berbagai cara, dengan proses interaksi melalui lingkungan yang mereka lihat, dengar dan rasakan. 

Kemudian pada prinsipnya dalam sistem pengajaran yang dilakukan, anak harus diajak untuk merasa nyaman belajar. Di sini peran bermain sambil belajar menjadi sangat penting, karena melalui belajar sambil bermain anak mampu menerima ilmu tanpa merasakan tekanan. Aktivitas belajar sambil bermain secara tidak langsung membuat anak menjadi pembelajar aktif dan kreatif yang berpengaruh bagi perkembangan motorik.

Meningkatkan mutu pembelajaran pada anak usia dini diperlukan pemahaman mendasar yang menjurus pada perkembangan diri pribadi anak. Hal ini dimaksudkan agar anak sendiri tidak mengalami kesulitan pada proses penerimaan pembelajaran yang diberikan. Lingkungan kondusif yang mendukung proses belajar secara tidak langsung dapat mengembangkan nilai karakter, motorik serta sensorik. 

Saat aktivitas bermain, anak belajar berbagi, peduli, bekerjasama, bertanggung jawab, dan masih banyak lagi. Dan yang terpenting di sini, ketika basis kurikulum di sekolah bukan hanya berfokus pada  mendengar dan mencatat, tetapi juga bagaimana upaya untuk merangsang motorik sehingga materi yang tersampaikan memiliki jangka waktu yang relatif lama. Di sini Media berperan sebagai alat penyambung belajar yang tepat.

Berbagai penelitian yang dilakukan terhadap penggunaan media dalam pembelajaran sampai pada kesimpulan, bahwa proses dan hasil belajar pada siswa menunjukkan perbedaan yang signifikan antara pembelajaran tanpa media dengan pembelajaran menggunakan media. Oleh karena itu, penggunaan media pembelajaran sangat dianjurkan untuk mempertinggi kualitas pembelajaran. 

Berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar (Gagne, 1970). Media audio dan visual merupakan bentuk merangsang pancaindra, di mana panca indra mampu membawanya sampai ke saraf motorik yang tentu baik bagi perkembangan psikologis anak usia dini. Misalnya melalui penyajian musik dan gambar melalui video, anak akan lebih tertarik dan memiliki rasa penasaran lebih dari pada hanya sebatas mendengarkan guru berbicara.

Mengutip dari Hamalik dalam Azhar Arsyad (2007:15) dalam Jurnal Edukasi Elektro mengemukakan bahwa pemakaian media pembelajaran dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan membawa pengaruh psikologis pada peserta didik.

Pada akhirnya, bukan hanya hasil pembelajaran yang diperoleh, tetapi juga kemampuan anak untuk dapat mengaplikasikan pembelajaran tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Di mana disebutkan oleh Dimjati (2006: 3-4) juga bahwa hasil belajar adalah hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar yang akhiri dengan proses evaluasi.

Media pembelajaran musik dapat memperkuat stabilitas ekspresi kondisi emosi dan intelektual seseorang yang tidak dapat diungkapkan secara verbal dengan baik, seperti setia, percaya, pengharapan, pengagungan/devosi, bahagia, kepuasan dan cinta. Sehingga musik juga mempunyai efek dan fungsi terapis/menyembuhkan. 

Mengutip jurnal kurikulum berbasis kompetensi disebutkan bahwa menurut Universal lang buage and self fulfillment menyebutkan bahwa musik sebagai bahasa yang universal yang pengekspresian terdalam dan tidak terbatas dari setiap aksi sosial individu dalam lingkungannya membantu kita merasakan impuls untuk mendapatkan pengalaman dan lingkungan berkreativitas yang menyenangkan dan memuaskan baik secara fisik, emosi, intelektual, moral, mental dan spiritual yang dituangkan melalui bunyi, gerak dan struktur. 

Musik mampu menciptakan emosi, menggerakkan perasaan seseorang sebagai seorang manusia. Karena itu musik merupakan media yang ideal dan sangat menyenangkan untuk menemukan jati diri, mengeksplorasi kemampuan seseorang dan mengekspresikan diri (self expression).

Dari Meinbach (1991:90) mengemukakan bahwa “a picture storybooks conveys its message through illustrations and written text; both elements are equally important to the story”. Ungkapan ini mengandung pengertian bahwa buku cerita bergambar adalah buku yang memuat pesan melalaui ilustrasi yang berupa gambar dan tulisan. Kedua elemen ini merupakan elemen penting pada cerita. 

Buku-buku ini memuat berbagai tema yang sering didasarkan pada pengalaman kehidupan sehari-hari anak. Sehingga dengan pemberian media yang tepat sebagai sarana pembelajaran diharapkan anak merasa nyaman dan tidak merasa terbebani dengan apa yang mereka lakukan, dengan pengasahan motorik melalui media yang digunakan diharapkan anak dapat tumbuh dengan baik sesuai dengan usia perkembangannya.

Referensi

  • Haryoko, S. (2009). Efektivitas pemanfaatan media audio-visual sebagai alternatif optimalisasi model pembelajaran. Jurnal Edukasi Elektro, 5(1).
  • Sudono, A. (2000). Sumber belajar dan alat permainan untuk pendidikan anak usia dini. Grasindo
  • Faizah, U. (2009). Keefektifan cerita bergambar untuk pendidikan nilai dan keterampilan berbahasa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Cakrawala Pendidikan, (3).