Masa Pandemi

Maret 2020 merupakan awal virus Covid 19 menyebar dan telah menyebabkan situasi seperti saat ini. Menyebabkan pembelajaran jarak jauh, membuat pembatasan jarak setiap orang, dan memberlakukan pembatasan dalam hal lainnya. Semuanya dibatasi hingga virus Covid 19 ini harapannya tidak mewabah lebih luas.

Masa pandemi yang menjadikan orang bertekun di dalam tempat tinggal masing-masing. Ada yang belajar, bekerja, berdagang. Tapi tidak semua demikian. Ada yang tetap bekerja di kantor, berdagang di pasar dan sebagainya. Tidak semuanya bisa dilakukan pembatasan. Sebab setiap orang tetap harus bertatap muka untuk melakukan transaksi dan komunikasi secara langsung.

Covid tidak hanya membuat kita khawatir dari segi kesehatan dan sosial, tapi juga sisi ekonomi. Seperti Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai sumber ekonomi negara ini yang terancam bahaya dan bisa menjadi salah satu penyebab dari resesi ekonomi. Sebab pembatasan langsung pada masyarakat yang bertransaksi ekonomi, menjadikan ekonomi tergelincir. Tentu ekonomi masyarakat harus tetap berjalan, walaupun kini terjadi pandemi.  

Resesi Ekonomi 

Resesi ekonomi ialah penurunan pertumbuhan ekonomi negara yang diakibatkan oleh beberapa faktor, diantaranya guncangan ekonomi akibat sesuatu tak terduga seperti bencana alam, teroris dan seperti saat ini virus Covid. Faktor lainnya ialah kehilangan kepercayaan konsumen, deflasi yang terjadi menjadikan permintaan menurun yang membuat harga pasar ikut menurun. Daya beli masyarakat kian melemah sebab pemasukan demikian. Gaji karyawan yang dikurangi, dikarenakan pemasukan perusahaan berkurang. Semuanya pun saling berkaitan.

Pemutusan hubungan kerja oleh perusahaan, yang menyebabkan pengangguran bertambah dan pengangguran sebelumnya yang masih mencari kerja, akan menjadi lebih sulit karena saingan semakin meningkat. Sehingga tingkat kesulitan mendapat pekerjaan di masa pandemi Covid semakin tinggi. Pengurangan karyawan yang terjadi, pengurangan gaji, daya beli masyarakat yang menurun, karena masyarakat lebih memilih untuk menyimpang uangnya. Ada yang cemas dan lebih berhati-hati dalam membelanjakan uangnya. Resesi ekonomi bisa saja sudah berada di depan mata, lalu bagaimana dengan UMKM?

UMKM

UMKM merupakan singkatan dari Usaha Mikro, Kecil dan Menengah. Jumlah usaha mikro di Indonesia sekitar 98,7% sehingga pemerintah memperhatikan UMKM dengan pandangan yang penuh kekhawatiran. UMKM merupakan usaha dimiliki oleh seseorang atau sekelompok orang dengan pendapatan tertentu.

Untuk rinciannya Usaha Mikro memiliki kekayaan sebesar 50 juta tidak termasuk tanah dan bangunan, dengan pendapatan tahunan 300 juta. Usaha Kecil dengan kekayaan 50 – 500 juta tidak termasuk tanah dan bangunan serta pendapatan tahunan 300 juta - 2,5 miliar. Untuk usaha Menengah 500 juta – 10 milyar tidak termasuk tanah dan bangunan, dengan pendapatan tahunan sebesar 2,5 miliar – 50 miliar.

Contoh UMKM ialah seperti di bidang kuliner, fashion dan agribisnis atau bidang pertanian. Bidang-bidang tersebut menjadi inti sari dalam pikiran masyarakat. Sebab masyarakat banyak memilih bidang tersebut sebagai fokus usaha. Ketiga bidang tersebut termasuk dalam elemen kebutuhan dasar manusia, yakni sandang dan pangan.

Pemerintah membuat program bernama Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Sebagai usaha memperkecil dampak pandemi pada tiga sektoral, yakni kesehatan, sosial ekonomi, dan dunia usaha. Di bidang kesehatan memberikan dukungan peralatan bagi tenaga medis, pembuatan RS darurat, mengupayakan RS rujukan bagi pasien Covid 19, dan juga vaksinasi covid bagi tenaga medis.

Pada bidang sosial ekonomi berupa bantuan pemerintah di implementasikan berbagai program seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Langsung Tunai (BLT), kartu sembako, kartu Prakerja, bantuan sembako Jabodetabek, bantuan tunai non-Jabodetabek, dan diskon listrik. Sementara dukungan bagi dunia usaha yaitu melalui koordinasi Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan berbagai perbankan nasional agar sektor usaha bisa tetap bertahan, walaupun terhambat dalam aktivitas ekonomi.  

Bantuan pemerintah tersebut tentu pada praktiknya di lapangan bisa berbeda. Misal RT, RW yang hanya membagikan bantuan pemerintah pada orang yang dikenalnya “baik”. Birokrasi pemerintah yang rumit menjadi masalah tersendiri dalam penyaluran bantuan tersebut. Hingga keefektifan bantuan tersebut menjadi persoalan lain.

Tidak hanya itu, pemerintah juga melakukan beberapa hal seperti memberikan insentif di sektor pariwisata, menambah hari cuti bersama, keringanan pembayaran utang bagi UMKM. Hal-hal tersebut tentunya diharapkan kepada keberhasilannya dalam mendorong daya beli masyarakat, dan membuat laju perekonomian semakin membaik.

Kementrian Keuangan mengatakan bahwa ada dua hal yang menjadi fokus pemerintah yaitu konsumsi dan produksi. Dua hal ini yang bisa meningkatkan aktivitas ekonomi. Konsumsi bisa dengan belanja dan derma. Sementara produksi yaitu membuat sesuatu bernilai yang nantinya bisa menghasilkan. Tentunya produksi akan sulit, karena membutuhkan cara membuat, bahan, dan berbagai hal lainnya dalam proses produksi. Sehingga dua hal ini saling berkaitan dan menjadi arus perputaran uang. UMKM harus tetap berproduksi, bertransaksi dan masyarakat berusaha untuk melakukan konsumsi, tidak hanya minimal tapi juga bisa maksimal yang bukan berarti boros, tapi lebih mengutamakan kebutuhan hidup.

Daftar Pustaka 

Komite Penanganan Covid 19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. https://covid19.go.id/p/berita/program-pemulihan-ekonomi-nasional-pen-mendukung-umkm-di-masa-pandemihttps://covid19.go.id/p/berita/program-pemulihan-ekonomi-nasional-pen-mendukung-umkm-di-masa-pandemi

Kementrian Keuangan. https://www.kemenkeu.go.id/media/15366/photostory_pen_demandside.pdf

Pusat Penelitian Badan Keahlian DPR RI. https://berkas.dpr.go.id/puslit/files/info_singkat/Info%20Singkat-XII-15-I-P3DI-Agustus-2020-206.pdf

https://berkas.dpr.go.id/puslit/files/info_singkat/Info%20Singkat-XII-6-II-P3DI-Maret-2020-1982.pdf

Gojek. https://gobiz.co.id/pusat-pengetahuan/apa-itu-umkm/

Merdeka. https://www.merdeka.com/jateng/mengenal-kepanjangan-umkm-beserta-jenis-dan-contohnya-kln.html?page=3

Kontan. https://nasional.kontan.co.id/news/umkm-dapat-bantuan-rp-24-juta-simak-pengertian-dan-kriterianya?page=2

Tirto. https://tirto.id/arti-resesi-ekonomi-penyebab-dampak-ciri-negara-yang-mengalami-f2ww