Mahasiswa
2 bulan lalu · 30 view · 5 min baca menit baca · Lingkungan 60342_23298.jpg
Credit By Pixabay

Edukasi Masyarakat terhadap Peran Industri Kertas di Era Digital

Indonesia merupakan daerah tropis dengan luas daratan sebesar 1. 919.443 km2, dengan luas tersebut tentu memungkinkan Indonesia memiliki hutan yang besar di dunia. Hutan pada masa ini terdapat banyak di Pulau Sumatera, Papua dan  Kalimantan. 

Sementara di pulau Jawa mulai berkurang namun karena banyaknya penduduk. Karena Indonesia termasuk wilayah tropis maka beberapa macam hutan yang ada di Indonesia yakni seperti hutan bakau, hutan rawa, hutan sabana, hutan musim ataupun hutan hujan tropis. 

Hutan bukan hanya sebagai paru-paru dan pelestarian tanah bagi kehidupan masyarakat di Indonesia namun juga memiliki peran penting lainnya. Yakni menjadi bahan baku utama dalam pembuatan kertas. Baik kertas yang digunakan sebagai pembersih, wadah, ataupun dalam bentuk buku.

Credit by Pixabay

Di era serba digital ini banyak sekali masyarakat yang lebih tergantung pada gawai atau berbagai hal dalam bentuk elektronik. Perkembangan teknologi yang cepat dan canggih membuat banyak orang terlena dan mulai meninggalkan kertas untuk beralih ke smartphone yang menurut mereka dapat mencukupi segala kebutuhannya. 

Seperti untuk mendapatkan berbagai berita baru di internet tanpa harus keluar rumah untuk membeli koran ataupun tanpa harus keluar rumah para remaja sudah bisa mendapatkan buku yang dia inginkan. 

Namun dampaknya adalah banyak orang yang lebih suka beraktivitas di dalam rumah dengan smartphonenya dan hanya menjalani rutinitas di luar bila benar-benar dibutuhkan. Hal ini menurut penulis kehidupan menjadi terlihat monoton dan lambat laut akan menyebabkan manusia malas bergerak dan mudah lelah karena dampak dari kurangnya bergerak tadi.

Bersamaan dengan mulainya masyarakat menganggap kertas menjadi benda yang tidak penting atau sekedar tidak diperlukan lagi maka muncullah berbagai pendapat di era digital ini. 

Pendapat pertama, beberapa orang mulai berpendapat jika suatu saat nanti buku-buku akan berubah menjadi e-book atau lebih baik dalam bentuk e-book, dikarenakan lebih mudah untuk dibawa kemana-mana, tidak berat dan mudah untuk mendapatkannya daripada harus berjalan pergi membeli dulu di toko buku. 

Pendapat kedua, adanya pendapat jika adanya kertas hanya membuat sampah di Indonesia bertambah. Pendapat ketiga, adanya pendapat bahwa jika menggunakan kertas secara terus-menerus maka dapat mengurangi pohon atau hutan di Indonesia sehingga akan berdampak buruk karena berkurangnya penampung karbondioksida dan pendapat yang keempat yakni adanya pendapat bahwa satu pohon hanya bisa menghasilkan satu rim kertas.

Meski ada banyak pendapat yang mulai menyudutkan keberadaan kertas di era digital ini namun tetap tidak bisa menggeser kedudukan kertas dalam kehidupan sehari-hari. Yang berarti kertas masih memiliki peran penting di Indonesia meski di era digital ini. Seperti masih banyaknya permintaan kertas untuk pembuatan tisu, buku untuk anak sekolah dan berbagai penerbitan buku nonfiksi dan fiksi. 

Pada pendapat pertama yakni beberapa orang mulai berpendapat jika suatu saat nanti buku-buku akan berubah menjadi e-book atau lebih baik dalam bentuk e-book. Jika dilihat dari aspek kesehatan maka penggunaan kertas tentu lebih baik daripada digital. 

Pada digital atau seperti e-book tentu menimbulkan radiasi dari PC atau Gawai. Dan hal tersebut jika seseorang terlalu lama membaca maka mata akan mudah lelah dan menyebabkan mata kurang sehat karena mata banyak terkena sinar radiasi dari PC atau Gawai saat membaca.

Credit by Pixabay

Selanjutnya pada pendapat kedua, yakni pendapat jika adanya kertas hanya membuat sampah di Indonesia semakin bertambah. Walaupun terkadang ada banyak sampah berserakan yang dihasilkan dari kertas namun perlu diingat jika kertas merupakan salah satu benda yang mudah lapuk dan bisa didaur ulang. 

Seperti jika seseorang membuang sampah kertas sembarangan maka lambat laun kertas tersebut akan lebur bersama hujan. Atau jika kertas-kertas tersebut dibakar maka dia akan menyatu dengan baik bersama tanah. Kertas tidak merusak unsur yang ada dalam tanah. Berbeda dengan plastik yang meskipun bisa di daur ulang namun sulit berbaur dengan tanah. 

Dari sini kita dapat melihat bahwa kertas menjadi salah satu benda yang ramah lingkungan. Perlu diingat juga jika kebanyakan tumpukan sampah di Indonesia adalah terbuat dari plastik seperti botol minuman, sedotan dan kantong plastik yang tiap harinya selalu dibutuhkan manusia. Jika dilihat, kertas juga bisa menjadi wadah sebagai pengganti kantong plastik.

Selanjutnya pendapat ketiga adanya pendapat bahwa jika menggunakan kertas secara terus-menerus maka dapat mengurangi pohon atau hutan di Indonesia. Padahal pada nyatanya ketika melakukan penebangan di hutan maka diperlukan izin dari pemerintah, harus ada banyak peraturan yang ditaati atau berbagai batasan-batasannya sebelum melakukan penebangan oleh industri kertas. 

Hal ini berkaitan dengan pendapat keempat yakni adanya pendapat bahwa satu pohon hanya bisa menghasilkan satu rim kertas. Padahal satu pohon akasia berukuran kurang lebih 5 meter dapat membuat kertas sebanyak 23 rim[1]

Bahan pembuatan kertas yakni pulp atau serat yang sudah pisahkan dari serat asli di kayu atau pohonnya. Kemungkinan yang terjadi di masyarakat adalah adanya kesalahan mendapatkan informasi mengenai kertas. 

Kesalahan salah satu informasi yang menyebar ke masyarakat hingga menanamkan pemikiran mereka bahwa di era digital ini penggunaan kertas harus dikurangi. Padahal sebaiknya keduanya memiliki peran masing-masing di masyarakat. Karena keduanya bisa dimanfaatkan secara bersamaan namun dalam aspek yang berbeda.

Credit by Pixabay

Terutama dalam dunia perindustrian, peran penting industri kertas bukan hanya di dalam negeri namun juga di luar negeri. Industri kertas atau pulp menjadi salah satu kekuatan terpenting bagi Indonesia untuk bersaing dengan negara lain. Bahkan pada tahun 2011 industri kertas di Indonesia menduduki peringkat ke-11 sebagai pengekspor terbanyak. 

Hingga menurut kemenperin, industri kertas dianggap mampu meningkatkan kualitas Indonesia di luar negeri maka diharapkannnya untuk meningkatkan tingkat ekspor untuk tiap tahunnya[2]. Mengingat indonesia memiliki sumber daya alam yang banyak dan bisa digunakan dalam proses industri kertas. 

Dalam dunia perindustrian dampak lain dari meningkatnya jumlah ekspor akan memberikan keuntungan yang banyak. Seperti dapat berkontribusi dengan baik untuk devisa negara Indonesia. Hal ini tentu dapat meningkatkan perekonomian di Indonesia.

Maka dari adanya salah kaprah atau salah menerima informasi tadi dapat disimpulkan jika diperlukan edukasi mengenai peran pentingnya sampah dalam kehidupan masyarakat di Indonesia. Ataupun memberikan sosialisasi mengenai fakta kertas di kalangan masyarakat dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan dan meluruskan beberapa pendapat yang tidak benar. 

Diperlukan edukasi mengenai perindustrian secara mendalam, seperti mengenai pengolahan kertas di Indonesia mulai dari penebangan pohon yang digunakan sebagai bahan hingga proses kertas dalam pabrik sendiri. 

Di era digital ini tentu mudah dalam hal publikasi, misalkan sosialisasi tersebut dalam bentuk video yang diunggah di youtube pemilik industri. Dengan begitu ketika seluruh masyarakat mengetahui peran penting kertas bagi bangsa Indonesia maka akan mendukung untuk kemajuan kedepannya, yakni menuju Indonesia dengan perekonomian lebih baik lagi.

Referensi Pendukung

[1]Mitos dan Fakta tentang kertas diambil dari https://tirto.id/mitos-dan-fakta-tentang-kertas-df4t pada 05 Mei 2019 pukul 10.50.

[2]Kemenperin: Industri Pulp dan Kertas Berpotensi Tumbuh Signifikan diambil dari https;//www.kemenperin.go.id/artikel/16331/Industri-Pulp-dan-Kertas-Berpotensi-Tumbuh-Signifikan-&hl=id-ID pada 05 Mei 2019 pukul 10.57.

Artikel Terkait