Selain membuat buah dan sayur lebih tahan lama, edible coating juga tidak beracun sehingga buah dan sayur bisa langsung dikonsumsi.

Kesehatan merupakan hal yang penting bagi manusia. Salah satu upaya untuk menjaga kesehatan adalah dengan menjaga pola makan. Istilah “Empat sehat, lima sempurna” tentunya sudah tidak asing lagi bukan? Seperti yang kita tahu, mengonsumsi buah dan sayur merupakan salah satu tindakan yang dapat dilakukan untuk menjaga pola makan kita agar seimbang, karena tubuh manusia membutuhkan nutrisi dan vitamin yang terkandung dalam buah dan sayur. Akan tetapi, buah dan sayur merupakan komoditas bahan pangan yang memiliki daya tahan yang relatif singkat. Oleh karena itu, diperlukan upaya dalam menjaga kesegaran buah dan sayur dalam waktu yang lebih lama Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan penggunaan pengawet.

Pengawet buah dan sayur merupakan zat tambahan yang ditambahkan pada buah dan sayur dengan tujuan menghambat atau mencegah tumbuhnya mikroorganisme, sehingga dapat memperpanjang daya simpan buah dan sayur. Pengawet akan menghambat terjadinya pembusukan didalamnya. Beberapa pengawet yang masih banyak digunakan biasanya mengandung bahan kimia. seperti misalnya nitrit, nitrat, natrium benzoat, asam sitrat, dan garam sitrat. Meskipun bahan kimia tersebut aman untuk dikonsumsi, tetapi kita tetap harus memperhatikan kadar bahan kimia tersebut. Apabila buah dan sayur tidak dibersihkan dengan baik maka, bahan-bahan kimia tersebut dapat ikut masuk ke dalam tubuh dan mengendap. Hal tersebut dapat menimbulkan efek jangka panjang bagi tubuh kita. 

Untuk tetap menjaga keamanan pangan buah dan sayur berpengawet, kita dapat mengganti penggunaan pengawet berbahan kimia dengan pengawet berbahan alami.  Salah satunya dengan menggunakan Edible Coating alami. Edible coating merupakan salah satu pengawet berupa pelapis yang dapat diproduksi dari bahan alami dan bisa dimakan. Pada edible coating sendiri sebenernya terdapat dua jenis, yaitu dari bahan kimia dan dari bahan alami. Edible coating dari bahan kimia biasanya menggunakan pengemulsi lilin dan yang berbahan alami biasanya terbuat dari daun randu, daun cincau, lidah buaya, ataupun kandungan pektin dari ekstrak buah. 

Yuk mengenal Edible Coating lebih jauh!

Edible coating atau pelapis yang bisa dimakan merupakan istilah dari pemberian lapisan tipis (film) yang diterapkan pada permukaan suatu bahan pangan. Tujuannya adalah agar tercipta perisai antara bahan dan lingkungan tetapi tetap dapat dimakan.  Pengaplikasiannya dapat dilakukan dengan mencelupkan buah atau sayur ke dalam cairan edible coating maupun menyemprotkan cairan edible coating tersebut pada buah dan sayur. Pengaplikasian edible coating mampu menahan pengaruh dari lingkungan sekitar yang dapat merusak buah sehingga dapat mempertahankan kekencangan kulit buah, mempertahankan pH buah, meningkatkan kandungan vitamin C, memperlambat dehidrasi, dan mempertahankan warna buah.

Pembuatan cairan edible coating memerlukan 2 komponen utama. Komponen tersebut berupa matriks dan plastisizer. Matriks dapat diambil dari polimer karbohidrat, protein, dan lemak sebagai komponen dasar pembuatan bahan pelapis. Bahan matriks ini bisa kita peroleh dari alam, loh! Karbohidrat banyak dipilih sebagai bahan utama karena banyak terdapat di alam. Karbphidrat dapat berupa pati, kitosan, maupun pektin dari kulit buah pisang atau jeruk, maupun dari hewan seperti udang. Sedangkan plastisizer akan digunakan untuk membuat matriks tersebut berbentuk seperti film atau lapisan tipis. Plastizer sendiri dapat berupa gliserol atau beeswax. Selain kedua bahan utama tadi, bahan lainnya termasuk ke dalam bahan tambahan yang sifatnya menunjang efektifitas dari edible coating. Penggunaan bahan tambahan ini juga dapat meningkatkan mutu produk yang dilapisi. Bahan tambahan dalam pembuatan edible coating dapat berupa ekstrak, nano partikel, arang aktif, dan berbagai vitamin, salah satunya adalah vitamin C.

Edible Coating tinggi vitamin C, memang bisa?

Bahan tambahan pada cairan edible coating dapat berupa vitamin C yang bersumber dari asam aspartat. Selain sebagai bahan tambahan, asam aspartat juga dapat memberikan dampak yang menguntungkan bagi ketahanan edible coating itu sendiri. Asam aspartat memiliki sifat antioksidan yang dapat menjaga buah atau sayur yang dilapisi dari reaksi oksidasi akibat pengaruh lingkungan. Hal ini karena asam aspartat akan memberi proton bagi kepada molekul radikal bebas. Radikal bebas dapat kita kenal sebagai zat yang dapat merusak komponen suatu senyawa yang berinteraksi dengan struktur molekul penyusunnya. Radikal bebas yang banyak tersebar di udara contohnya seperti gas monoksida. Oksigen juga dapat bersifat radikal bila kondisi muatannya tidak stabil. Keberadaan radikal bebas yang bereaksi dengan senyawa pada buah inilah yang dapat menyebabkan pembusukan yang lebih cepat.

Adanya penambahan vitamin C ini penting untuk menghadang radikal bebas sehingga dapat terlepas dari buah dengan bantuan antioksidan pada vitamin C. Dengan adanya inovasi ini diharapkan kita bisa mendapatkan asupan vitamin C tidak hanya dari buah, tetapi juga dari edible coating tersebut. Selain itu, dengan adanya penambahan vitamin C, edible coating yang dihasilkan juga dapat mengawetkan buah dan sayur lebih lama.

Penggunaan edible coating dapat menjadi solusi bagi penambahan masa simpan dari sayur dan buah segar. Bahannya yang alami menjadikan pelapis ini aman dikonsumsi dan tidak beracun. Cara mengolah buah dan sayur dengan edible coating juga cukup hanya dicuci sebentar dengan air mengalir dan setelah itu dapat langsung dimakan. Penambahan vitamin C (asam aspartat) selain dapat meningkatan kualitas edible coating juga dapat menambah nilai gizi pada buah atau sayur yang dilapisi serta dapat mencegah pembusukan.

Bagaimana? Semakin tertarik pada buah dan sayur dengan edible coating alami?