--

Dalam dasawarsa terakhir, dinamika teknologi berhasil mengarahkan pola hidup (lifestyle) masyarakat kita menuju ke sebuah era digitalisasi secara drastis. Kini kehidupan masyarakat baik lokal maupun global dihadapkan oleh berbagai kompleksitas, inovasi, rasa kompetitif, dan penekanan akan standar kualitas yang dibarengi dengan inovasi termutakhir dalam segala hal tak terkecuali aspek ekonomi.


Kilas Balik Esensi, Teknologi sebagai Seni Kehidupan Manusia

Era ekonomi modern ini mulai digaungkan dengan istilah Ekonomi Industri 5.0. Visi dari ekonomi baru ini membuat industri melampaui efisiensi dan produktivitas sebagai satu-satunya tujuan dengan menggunakan inovasi sebagai “bahan bakar” nya.

Inovasi pada dasarnya merupakan seni manusia dalam mengadaptasi kehidupan. Oleh sebab itu, kehidupan teknologi ekonomi era ini nampak begitu berwarna oleh beragam kreativitas manusia yang mewujud ke dalam berbagai bentuk inovasi.

Hal ini menjadikan teknologi kembali menemukan jati dirinya setelah lama terbelenggu dengan konsepsi yang membatasi teknologi hanya dalam ranah instrumental alias berdasarkan daya guna belaka. Dengan kreativitas dan keterampilan yang melatarbelakangi penciptaan inovasi-inovasi teknologi, terkuaklah esensi yang murni dari teknologi sebagai techne¯.

Techne¯ adalah istilah asal Yunani Kuno yang umumnya diartikan sebagai aktivitas menghasilkan sesuatu, produk kesenian, kerajinan, atau keterampilan tangan. Seorang filsuf asal Jerman, Martin Heidegger, mencoba menguak pemaknaan teknologi tak sekadar "apa itu teknologi?" melainkan juga menguak posibilitas teknologi di masa depan. Bagi Heidegger, esensi teknologi tidak bisa di reduksi hanya sebatas tentang mesin canggih, alat, dan kegunaannya.

Istilah kuno Techne¯ menurutnya justru lebih sesuai untuk menggambarkan teknologi. Karena inovasi-inovasi dari teknologi sejatinya kegiatan produksi yang sifatnya tidak statis, melainkan dinamis, selalu berproses, dan berkesinambungan mengikuti semangat zaman yang tengah berlangsung.


Ragam Manifestasi Teknologi Ekonomi Era Modern

Ragam inovasi teknologi yang tercipta di era ini semakin pesat perkembangannya karena didukung oleh digitalisasi data di dalam jaringan internet. Segala sesuatu kini telah diakses dengan mudahnya lewat internet. Adopsi teknologi ini menjadi kunci utama dalam menopang proses transformasi digital yang sedang berjalan untuk menciptakan efisiensi di berbagai aspek kehidupan, sosial budaya, khususnya ekonomi masyarakat.

Beberapa data mengungkapkan bahwa peningkatan adopsi teknologi digital yang dipicu oleh tren pergeseran perilaku masyarakat dan perubahan model bisnis, mampu meningkatkan nilai ekonomi digital Indonesia pada tahun 2021 hingga mencapai USD 70 miliar atau tumbuh 49%. Salah satu sektor ekonomi digital yang berkembang pesat dan sangat dinamis adalah layanan transportasi online, e-commerce, dan pengiriman makanan (ride hailing).

Di masa pandemi, aktivitas ekonomi digital terbukti membantu mempertahankan denyut nadi perekonomian Indonesia dengan menghadirkan beragam layanan untuk masyarakat serta memberikan solusi bagi penciptaan peluang kerja, meningkatkan inklusi keuangan, serta menunjang peningkatan aktivitas ekonomi lewat berbagai promosi inovasi.

Contoh pertama aktivitas teknologi ekonomi modern itu ialah pembayaran digital (cashless). Kini aktivitas tersebut tengah membudaya di masyarakat kita dan memberikan kemudahan transaksi. Bermodalkan teknologi QRIS di payment gateway ataupun dengan menggunakan e-wallet, konsumen bebas berbelanja tanpa perlu dibatasi tempat dan waktu.

Berikutnya inovasi teknologi produk-produk perbankan seperti bank online, pinjaman, atau saham online. Sejak kemunculannya, masyarakat menjadi semakin sadar finansial dan berusaha membangkitkan pengembangan wirausaha baru. Misalnya, beberapa masyarakat menggunakan pinjaman online dan memanfaatkan kemudahan digitalisasi cabang usaha yang mengubah usaha dari offline menjadi online. Dalam mengontrol usahanya pun, masyarakat disajikan dengan berbagai inovasi teknologi berupa Aplikasi yang mempermudah aktivitas wirausaha hingga korporasi mereka.

Salah satunya ialah aplikasi restoran, SAJI. Dengan aplikasi yang tersedia di Playstore dan Appstore ini, para wirausahawan yang bergerak dalam bisnis kuliner dapat memonitoring aktivitas café atau restoran mereka, hingga memantau kinerja karyawannya dari mana saja. Para pelanggan café atau restoran atau restoran pun turut dimanjakan dengan kemudahan order menu secara mandiri melalui aplikasi, hingga penggunaan e-receipt yang tentu akan menghemat penggunaan kertas dan ramah lingkungan.

Meskipun demikian, bukan berarti manfaat ragam manifestasi teknologi ekonomi era modern hanya menyasar pada sektor UMKM. Salah satu Aplikasi bernama Salestraxx menjadi pendukung dari bisnis-bisnis raksasa dalam memonitoring aktivitas sales/penjualan dari produk-produk di lapangan, dan memberi kemudahan bagi para pengecer yang biasanya berupa warung-warung sembako kecil untuk mengakses promo diskon harga yang diberikan oleh produsen tanpa dimanipulasi perubahan harga oleh oknum sales yang menyalahkan wewenangnya.

Proses penciptaan inovasi teknologi juga terbukti telah menyelamatkan perekonomian bisnis-bisnis raksasa dalam mengadaptasi situasi pandemi. Misalnya saja dengan budaya digital nomad atau remote working yang memungkinkan seseorang bekerja dari manapun dengan memanfaatkan teknologi daring. Hal tersebut bahkan cukup meminimalisir ruang pengeluaran bagi para pebisnis dalam penyewaan ruang kerja atau operasional kantor. Di sisi lain, pekerja mendapat kemudahan untuk bekerja sembari mengurus kebutuhan rumah tangganya.


Integrasi Teknologi-Ekonomi di Antara Tantangan dan Harapan  

Tidak ada yang tidak berubah kecuali perubahan itu sendiri (Nothing endures but change), sebuah ungkapan dari Filsuf Yunani bernama Herakleitos ini seolah mengingatkan kita, bahwa perubahan itu adalah sebuah keniscayaan dan tidak bisa dihindari. Artinya, perubahan merupakan hal yang pasti dan mau tidak mau harus diterima.

Teknologi sebagai bentuk kegiatan kreatif manusia dalam mengadaptasi kehidupan pun memberi angin segar bagi sektor ekonomi global khususnya Indonesia. Adanya penciptaan dan perubahan teknologi ekonomi era ini mengarahkan masyarakat kita menuju perbaikan kualitas hidup yang tentu lebih baik. Dengan kualitas hidup yang lebih baik, daya beli dan konsumsi masyarakat diharapkan membangkitkan roda perekonomian negara kita.

Namun, sewajarnya di mana ada harapan, di situ pula ada tantangan. Era ini bisa dikatakan mengasah kemampuan semua lini peran perangkat negara kita, mulai dari pemerintah pusat hingga ke masing-masing individu dalam masyarakat. Pemerintah diharapkan dapat mengkaji dan membentuk regulasi-regulasi yang berkeadilan baik bagi produsen dan konsumen dari produk-produk inovatif dari teknologi ekonomi saat ini.

Dari sisi produsen dan inovator teknologi ekonomi modern pun ditantang untuk terus melahirkan beragam kreasi yang menjunjung tinggi kualitas serta menawarkan benefit dari penggunaan produk mereka demi memenangkan hati masyarakat di tengah-tengah gempuran kompetitor.

Tak luput juga peran konsumen dan masyarakat luas turut mendapat tantangan yang tak kalah penting demi kelangsungan perekonomian negara. Merebaknya inovasi dan berbagai produk kreatif dari teknologi modern sektor ekonomi, menuntut kepekaan kita terhadap kebutuhan esensial yang masih belum terjamah oleh ‘si produk teknologi modern’ dan kompetitornya.

Dengan kata lain, masyarakat turut berperan sebagai QC atau Quality Control dari produk kreatif yang ditawarkan di publik.  Masyarakat diharapkan semakin jeli dan kritis dalam mengonsumsi produk apapun, termasuk berbagai produk kreatif dari teknologi modern sektor ekonomi,

Kini kita secara nyata melihat bagaimana inovasi-inovasi teknologi yang terintegrasi dengan sektor ekonomi, mengubah mindset hingga pola hidup yang jelas. Penulis berharap bahwa harapan dan tantangan ini  menjadi salah satu bentuk pelaksanaan cita-cita bangsa menjadi negara yang berdaulat secara politik hingga ekonomi, dan berhasil mewujudkan kesejahteraan sosial sebagaimana yang tertuang dalam amanat undang-undang dasar negara kita, Indonesia.

*   *   *

 

 

 

Referensi Bacaan:

https://ec.europa.eu/info/research-and-innovation/research-area/industrial-research-and-innovation/industry-50_en

https://www.ekon.go.id/publikasi/detail/3468/pemerintah-dukung-pengembangan-teknologi-ekonomi-digital-di-wilayah-timur-indonesia

Musnaini., Wijoyo, H., Indrawan, I., Syahtriatna. 2020. "DIGIPRENEURSHIP" (KEWIRAUSAHAAN DIGITAL). Banyumas: Penerbit CV. Pena Persada.

Rutsky, R. L. 1999. "High techne: Art and technology from the machine aesthetic to the posthuman". London: University of Minnesota.

*Nama Aplikasi dan manfaatnya bagi bisnis ditemukan melalui riset pribadi dan Aplikasi Playstore.