Kebiasaan membuang sampah sembarangan di lingkungan terjadi setiap hari di kota-kota besar dan kecil. Walaupun sudah tersedia tempat sampah tetapi masih saja ada yang membuang sampah di sembarang tempat. Ini menunjukan bahwa masyarakat kurang peduli akan lingkungan sekitarnya, sehingga menganggap hal ini seperti biasa saja. Padahal jika mereka menyadari akibat buruk yang disebabkan dari membuang sampah sembarangan pasti mereka tidak akan membuang sampah seenaknya.

Contoh nyata di kehidupan, ada satu orang membuang sampah dipinggir jalan, dan ada yang melihatnya lalu tidak peduli dengan sikap tersebut, dia seolah olah acuh terhadap hal tersebut berarti mereka sama-sama tidak peduli akan lingkungan. Alhasil masyarakat ikut membuang sampah ditempat itu dan akhirnya menumpuk dipinggir jalan tersebut. Sehingga dapat di intuisikan satu orang pertama yang membuang sampah dijalan tadi, telah memberi contoh untuk membuang sampah di tempat itu, jadi membuat orang lain berani membuang sampah di tempat tersebut.

Lingkungan akan lebih baik jika semua orang bertanggung jawab dan sadar akan kebersihannya. Maka menjaga kebersihan lingkungan harus ditanamkan sejak dini (muda) agar masyarakat nantinya memiliki tanggung jawab terhadap lingkungannya. Kerusakan lingkungan dimasa yang akan datang terjadi karena tidak kepedulian kita di masa kini untuk menjaganya, sehingga anak cucu kita nanti akan mendapatkan lingkungan yang rusak karena warisan dari orang tuanya.

Sebagian besar sampah di pinggir jalan ataupun tempat sampah merupakan sampah anorganik karena telah digunakan secara langsung oleh masyakarat yang berasal dari bekas bungkus membeli barang, jajanan makanan, ataupun minuman.

Lalu, apakah kalian tahu sampah anorganik itu apa? sampah anorganik merupakan sampah yang tidak bisa diuraikan mikroorganisme di dalam tanah sehingga proses penghancuran membutuhkan waktu yang sangat lama. Adapun contoh sampah anorganik ialah botol plastik, tas plastik, bekas bungkus kopi, bungkus mie instan. Golongan sampah jenis ini termasuk ke bagian kelompok refuse yang merupakan sisa bahan dari proses kegiatan di rumah tangga. Memanfaatkan sampah plastik itu sangat mudah asalkan kita tau tahapan-tahapan dalam proses daur ulang. Kalau mau berusaha, kita bisa melihat dari internet tentang pemanfaatan limbah plastik.

Masyarakat yang menggunakan plastik atau barang-barang dari bahan dasar plastik semakin meningkat seiring bertambahnya populasi penduduk. Diperkirakan sampah plastik yang ada di seluruh dunia mencapai 100 juta ton/pertahun. Padahal plastik membutuhkan waktu 100 hingga 500 tahun untuk dapat terkomposisi (terurai) dengan sempurna. ( Sahwan, F.L., Martono, D,H., Wahyuno S., Wisoyodharmo,L,A. 2005).

Hal tersebut mengakibatkan sampah-sampah yang menumpuk di TPS (Tempat Pembuangan Sampah) menjadi terbatas lahannya untuk menampung sampah karena terlalu banyak yang di timbun dan menjadi racun pada tubuh akibat bau yang ditimbulkannya. Maka salah satu solusi dalam pengelolaan sampah khususnya dalam sampah plastik adalah membuat ecobrick.

Ecobrick adalah memanfaatkan bekas botol air minum (air mineral) yang terbuat dari plastik dengan ukuran yang sudah ditentukan dan harus sama besarnya, lalu diisi dengan sampah plastik bekas seperti bungkus kopi dan mie instan dipotong menjadi kecil-kecil bisa bervarian warna dan dimasukan kedalam botol. Kemudian beberapa botol tersebut dikumpulkan sejajar lalu diikat dengan kuat, dapat dijadikan meja ataupun tempat duduk. Dengan cara bagian atas ikatan beberapa botol tersebut diberi papan, bahkan apabila lebih kreatif dapat dibungkus dengan kain sebagai hiasan pengindah.

Dengan adanya ecobrick, sampah-sampah plastik akan tersimpan dan terjaga di dalam botol sehingga tidak bersusah payah lagi untuk dibakar, ditimbun, ataupun menggunung. Tujuan ecobrick adalah untuk mengurangi sampah plastik, serta mendaur ulang dengan media botol plastik untuk dijadikan sesuatu yang berguna. Karena, fungsi dari ecobrick bukan untuk menghancurkan sampah plastik melainkan untuk memperpanjang usia plastik tersebut.

Untuk membuat ecobrick tidak membutuhkan kemampuan khusus dan tanpa biaya besar karena berasal dari bekas plastik yang selalu dikonsumsi sehari-hari, serta bisa dilakukan kapanpun semau diri kita sendiri, namun akan lebih cepat jika dilakukan bersama-sama dengan teman. Membuat ecobrick hanya membutuhkan ketelatenan dan sedikit usaha.

Contoh nyata penerapan ecobrik di daerah Purwakarta Jawa Barat, Menerapkan salah satu kebijakan pendidikan mengajarkan para siswa memanfaatkan sampah plastik untuk menjadi sesuatu yang berguna berupa ecobrick. Setiap siswa dalam satu semester wajib mengumpulkan ecobrick, sebagai sarana untuk membersihkan lingkungan dari sampah plastik. Pengumpulan ecobrick tersebut akan dijadikan sebagai nilai tambah dari mata pelajaran tertentu.

Ternyata sampah plastik sangat berbahaya bagi lingkungan sekitar apabila tidak dicari solusinya dan menjadi dilema jika bertahun-tahun tidak bisa diuraikan. Ecobrick adalah salah satu usaha kreatif bagi penanganan sampah plastik yang dilakukan dengan sangat mudah dan tidak membutuhkan waktu lama. Namun, pembuatan ecobrik belum begitu populer di kalangan masyarakat luas. Sehingga masyakarat masih memperlakukan plastik-plastik bekas sebagai sampah plastik rumah tangga, mencemari kehidupan sehari-hari. Maka diperlukannya sosialisasi mengenai upaya pengolahan kreatif sampah plastik, dimulai dari sampah plastik rumah tangga.