Eating disorder, mungkin namanya tidak se-tenar depresi, bipolar, maupun anxiety. Gangguan makan yang sering dipandang sebelah mata ini tanpa disadari kerap menyerang masyarakat, khususnya kaum muda. 

Eating disorder semakin dikenal seiring dengan ucapan publik figur yang menganggap lucu penyakit ini dalam sebuah acara TV yang kemudian menuai beragam kontroversi. Lalu, apa sih eating disorder itu?

Eating disorder atau gangguan makan adalah kondisi psikologis yang menyebabkan si penderita memiliki kebiasaan makan yang tidak sehat, seperti makan lebih sedikit atau makan secara berlebihan dan bukan mempengaruhi berat badan saja, namun kesehatan mental juga loh. Terlepas dari berbagai dampaknya, nyatanya eating disorder acap kali dianggap sebagai masalah kecil.

Eating disorder memiliki berbagai jenis, yang paling sering terjadi adalah anorexia nervosa, bulimia nervosa, dan binge-eating. Anorexia nervosa yaitu kondisi seseorang menghindari atau hanya makan makanan tertentu dalam jumlah yang sangat sedikit untuk menurunkan berat badannya. Jadi, ketika seseorang sudah underweight, ia tetap menganggap dirinya overweight

Kondisi ini akan menyebabkan seseorang mudah kelaparan sehingga emosinya tidak stabil, memicu penyakit jantung dan otak, bahkan kematian. Jenis eating disorder ini kerap terjadi pada wanita, walaupun tidak menutup kemungkinan pria juga mengalaminya.

Yang kedua yaitu bulimia nervosa, dimana penderita akan makan dengan jumlah yang sangat banyak dalam waktu singkat. Setelah makan banyak, penderita akan memuntahkan kembali makanan tersebut karena penderita merasa bersalah telah menaikkan berat badannya. 

Caranya adalah dengan olahraga yang berlebihan, meminum obat-obatan, dan lain-lain. Bulimia nervosa dapat menimbulkan sakit gigi, masalah perut, dan dehidrasi pada penderita.

Ketiga, binge-eating adalah keadaan dimana seseorang makan makanan dengan jumlah yang banyak tanpa mempertimbangkan jumlah kalori dalam makanan tersebut. 

Penderita akan terus-menerus makan walaupun sedang tidak lapar atau ketika sudah kenyang. Sebenarnya ia tetap khawatir dengan berat badannya, namun tidak terlalu mementingkannya. Alhasil, penderita makan secara berlebihan. Hal ini menyebabkan penderita mengalami penyakit obesitas, kolesterol, jantung, dan diabetes.

Eating disorder sering terjadi pada remaja karena masa-masa remaja adalah masa pencarian jati diri dan pastinya akan memperhatikan penampilan, sehingga mereka akan mengikuti apa yang sedang menjadi tren, termasuk memiliki bentuk tubuh yang ideal. 

Penyebab eating disorder ada bermacam-macam, salah satunya adalah perasaan rendah diri terhadap bentuk tubuh.

Melihat orang lain mempunyai tubuh yang bagus membuat seseorang memandang rendah dirinya sendiri. Selain itu, tekanan dari lingkungan yang menuntut seseorang memiliki tubuh yang ideal juga mengakibatkan stress sehingga pola makannya juga bermasalah. Seolah-olah apapun dalam diri sendiri itu harus perfect.

“Kamu kok gendutan, sih?”, “Kamu kurus banget, makan yang banyak, dong”. Tak jarang kata-kata itu sering diucapkan oleh seseorang yang bertujuan untuk mengomentari bentuk tubuh orang lain atau biasa disebut body shaming

Body shaming akan menyebabkan seseorang stres dan memiliki gangguan kecemasan sehingga ia akan berusaha untuk mendapatkan bentuk tubuh yang orang lain inginkan.

Misalnya orang yang dinilai kurus akan makan makanan dalam jumlah yang besar dan orang yang dinilai overweight akan berusaha untuk mengurangi berat badannya dengan cara overexercise, mengonsumsi obat pelangsing, atau melakukan diet ketat.

Tanpa disadari, apa yang ia lakukan justru membahayakan dirinya sendiri. Ia bisa diserang oleh berbagai penyakit berbahaya, seperti diabetes, malnutrisi, jantung, bahkan menyebabkan kematian. Eating disorder bukan hanya tentang makan banyak atau sedikit, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan mental, seperti depresi dan anxiety

Jika kesehatan mental seseorang terganggu akibat ejekan dan omongan orang lain tentang body shape, maka tanpa disadari, ia akan mengalami eating disorder. Jika demikian, apa solusi untuk mengatasi eating disorder?

Solusi untuk mengatasi eating disorder adalah dengan menerapkan pola makan yang sehat sesuai anjuran dokter. Dilansir hellosehat.com, cara lain untuk mengatasi eating disorder adalah dengan terapi berbasis keluarga.

Artinya keluarga turut terlibat dan memastikan bahwa anggota keluarganya mengikuti pola makan dan menjaga berat badan yang sehat. 

Jika gangguan makan sudah parah atau bahkan disertai depresi, sebaiknya segera dikonsultasikan ke dokter agar bisa ditangani dengan baik. Lalu, apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah eating disorderPertama-tama adalah memiliki kesadaran untuk mencintai diri sendiri apa adanya. 

Setiap orang tidak bisa memenuhi ekspektasi semua orang terhadapnya. Yang penting adalah jadi diri sendiri, maka orang-orang baik pun pasti akan menghampiri dan menerima apa adanya. 

Dilansir hellosehat.com, kalau sedang stres, coba cari hal-hal yang bisa mengurangi stres, seperti olahraga, memasak, dan melakukan hobi yang lain, atau bisa berkonsultasi ke psikolog, jangan lampiaskan pada kebiasaan makan.

Nah, eating disorder bukan penyakit yang bisa dianggap sebagai lelucon. Kelihatannya memang sepele, namun jangan lupa, eating disorder akan mengakibatkan kesehatan mental seseorang menjadi tidak stabil dan berdampak pada kematian. 

Menjaga tutur kata terhadap orang lain dan bangga menjadi versi terbaik dari diri sendiri adalah jurus ampuh untuk mengurangi kasus eating disorder. Jadi, masih berpikir kalau eating disorder itu cuma masalah makan saja?