Pada era digital sangat mungkin untuk kita dapat mengendalikan keinginan akan sebuah kebutuhan dari jarak jauh, hanya menggunakan jaringan internet yang terkoneksi dengan gadget yang kita miliki, maka segala kebutuhan kita dapat terpenuhi khususnya kebutuhan sandang dan pangan.

Keberadaan teknologi tidak hanya berperan sebagai media informasi atau sebagai sarana komunikasi jarak jauh saja, namun juga sebagai penggerak sektor ekonomi digital. 

Bahkan keberadaannya teknologi dapat menjadi new engine serta sumber profit utama dalam perekonomian di era digital. Keberadaannya tentu akan memberikan dorongan terhadap aktivitas ekonomi yang telah berjalan secara konvensional. Dengan memanfaatkan ekonomi digital tentu akan memberikan dampak pada perluasan pangsa pasar hingga ke pasar global.

Platform e-commerce memiliki aktivitas penyebaran, penjualan, pembelian dan pemasaran produk dengan memanfaatkan koneksi internet. Keberadaannya mampu memberikan wadah bagi konsumen yang tidak dapat secara langsung bertemu dengan penjual, namun transaksi dapat dilakukan dengan lancar.

UMKM dan E-Commerce di Indonesia

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia. UMKM memiliki sumbangsih terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sebagai upaya pemulihan ekonomi Indonesia.

Mengutip data Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) pada Maret 2021, bahwa jumlah UMKM di Indonesia telah mencapai 64,2 juta dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 61,07 persen atau senilai Rp 8.573,89 triliun.

Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA) mencatat, bahwa ada sekitar 19 juta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berjualan di platform digital yang berada di bawah idEA. 

Sedangkan pemerintah menargetkan 30 juta UMKM beralih pada platform digital pada tahun 2024.Perkembangan e-commerce di tanah air pada tahun 2022 memiliki angka yang sangat pesat. Hal ini didasarkan dengan adanya peminatan masyarakat saat belanja online. 

Sebanyak 88, 1% pengguna internet di Indonesia memakai layanan e-commerce untuk membeli produk tertentu dalam beberapa bulan terakhir. Presentase tersebut merupakan yang tertinggi di dunia dalam hasil survei We Are Sosial pada April 2021.

Platform digital di Indonesia sangat berdampak pada peningkatan angka pertumbuhan penjualan yang mencapai 144 persen setiap tahunnya, kondisi ini akan membawa kontribusi besar dalam mendorong perekonomian usaha mikro, kecil, dan menengah.

Kepercayaan Konsumen pada E-Commerce

Kepercayaan konsumen memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap keberlangsungan sebuah perusahaan, karena jika produk sebuah perusahaan sudah tidak dipercayai lagi oleh konsumen maka produk tersebut akan sulit menemukan tempat di pasar.

Mowen dan Minor (2013) mengatakan bahwa “kepercayaan konsumen sebagai semua pengetahuan yang dimiliki oleh konsumen dan semua kesimpulan yang dibuat oleh konsumen tentang objek, atribut, dan manfaatnya”.

Salah satu faktor yang mempengaruhi konsumen pada keputusan pembelian produk melalui media online adalah kepercayaan.  Tanpa adanya sebuah pertemuan antara pembeli dan penjual tentu akan menjadikan seorang konsumen lebih teliti dalam melakukan transaksi di pasar digital.

Koufaris dan Hampton Sosa (2004) menyatakan bahwa "Kepercayaan konsumen akan e-commerce merupakan salah satu faktor kunci dalam melakukan kegiatan jual beli secara online."

Kepercayaan menjadi fondasi dari bisnis apapun, suatu transaksi bisnis antara dua belah pihak atau lebih akan terjadi apabila masing-masing pihak saling mempercayai.

Mengutip rilis hasil riset survei pemanfaatan pasar dagang online (e-commerce) paling dipercaya dan diandalkan oleh UMKM di Indonesia 2022 melalui layanan digital tSurvey.id. 

Hasilnya, e-commerce yang terpercaya oleh pelaku UMKM adalah Tokopedia (76 persen), shopee (75 persen), Lazada (19 persen), Bukalapak (18 persen) dan Blibli (14 persen).

Sedangkan e-commerce yang paling sering UMKM gunakan untuk berjualan online adalah Tokopedia (47 persen), shopee (45 persen), Lazada (5 persen), Bukalapak (2 persen) dan Blibli (0 persen).

Dalam memenangkan hari para UMKM maka e-commerce perlu melakukan peningkatan layanan untuk dapat terus menjadi bagian dari UMKM, bahwa persepsi dalam mendukung platform digital maka perlu adanya kemudahan penggunaannya, fitur penjualan yang lengkap, fasilitas logistik yang memuaskan, user interface yang nyaman dan system pembayaran yang lengkap.

Berdasarkan survei lebih dalam yang dilakukan oleh tSurvey.id terhadap platform online Tokopedia, yang mendapatkan persepsi paling positif dari pengusaha UMKM online di Indonesia, bahwa ada nilai kemudahan penggunaan (70 persen), fitur yang lengkap (68 persen), layanan pusat resolusi yang baik (66 persen), fasilitas logistik yang memuaskan (70 persen), tampilan user interface yang nyaman (70 persen), serta sistem pembayaran yang lengkap (73 persen).

Menurut Parasuraman dan Velerie (2001), keberhasilan perusahaan dalam memberikan kualitas pelayanan kepada pelanggannya meliputi lima dimensi, yakni tangibles (bukti fisik), reliability (kehandalan), responsiveness (ketanggapan), assurance (jaminan) dan empathy (empati).

Hasil survei tersebut tentu dapat dijadikan sebuah rujukan dalam melakukan upaya peningkatan kualitas layanan pelaku usaha, khususnya membangun kepercayaan terhadap pelaku UMKM dalam menjual produk - produknya pada marketplace. 

Bahwa keberadaan platform digital tersebut tentu memiliki kemampuan dalam mengimplementasikan nilai-nilai pelayanan yang dapat membangun sebuah kepercayaan pasar digital. Sehingga nantinya e-commerce dapat menjadi penyeimbang keberlangsungan ekonomi, baik di pasar nasional maupun global.