Dulu, ketika kita jatuh cinta
Mereka menyebut kita monyet
Dan ketika kita mengenal apa itu cinta
Mereka tertawa karena memang kita masih anak monyet

Dulu, cinta kita mereka sebut cinta monyet
Karena kita hanya bergelantungan di pohon kehidupan
Memetik bunga pengalaman dan bergelayutan
Melompat dari satu pohon ke pohon lain
Tertawa bebas dan hanya sekadar bergandengan tangan

Kini, ketika mereka jatuh cinta
Sudah tidak lagi disebut monyet
Mereka seperti gorila liar
Melampiaskan hasrat yang membuat muak

Kini, ketika mereka mengenal cinta
Kita sebut mereka tak berakal
Karena mereka terjajah dunia modern

Mereka tak lagi mengenal batasan dan kesopanan
Mereka umbar aurat dan nafsu bejat
Tanpa malu dan tak mengenal Tuhan

Kini, dunia makin menua
Mungkin dunia mulai mendekati akhirnya
Mungkin juga Tuhan sedang menampakkan murkaNya
Karena dunia penuh luka anak-anak manusia

Dulu, sekitar tahun 90-an, kalau anak SD atau SMP jatuh cinta, sering disebut cinta monyet. Rasa suka dan pacaran ala anak 90-an masih terbilang lucu dan malu-malu. Kalau suka dengan seseorang yang dilihat pertama kali adalah wajahnya, apakah cantik atau cakep? Apakah lucu atau seru? 

Bahkan untuk berkenalan saja terkesan malu-malu tapi mau. Kalau sudah bisa berkenalan bahkan berjabat tangan saja rasanya luar biasa, seperti meet and greet dengan artis saja rasanya. Begitu ada sinyal positif, langsung jadian dan akhirnya resmi pacaran.

Di zaman dulu, komunikasi pacaran masih terbatas pada surat-suratan, ketemu di sekolah atau diapelin di rumah doi. Tidak semua orang punya telepon rumah, bahkan internet saja harus ke warnet dulu dan bayar per jam, tidak praktis dan cenderung ribet. 

Tapi pacaran ala anak zaman dulu masih "sehat", paling berani cuma pegangan tangan. Kirim-kirim salam dan lagu lewat radio sudah termasuk romantis, karena kalau ketahuan teman sekelas sudah pasti bakal kena "goda" berhari-hari.

Tapi dunia berubah, tahun berganti, dan fasilitas komunikasi makin canggih. Kalau dulu pegang "pager" udah keren, sekarang android dan blackberry senjata wajib di kantong. Hampir setiap orang di muka bumi punya alat komunikasi canggih ini, kecuali orang-orang yang tinggalnya di pedalaman dan hutan, karena mereka memilih untuk hidup dengan alam.

Orang tua yang memilih kekinian akan dengan senang hati memberi handphone tercanggih untuk anaknya, tanpa mempertimbangkan kelayakan usia dan tingkat keperluan sang anak. Mereka yang kurang peduli akan membiarkan anak-anak mereka bergaul di luar tanpa harus diawasi karena konon katanya memberi kebebasan dan melatih anak bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. 

Dengan alasan modern, anak boleh kencan berdua bahkan pulang larut malam, tanpa perlu khawatir karena katanya mereka pergi beramai-ramai.

Lalu, ketika suatu hari anak-anak itu pulang dengan pandangan hampa dan badan berdarah-darah, barulah mereka terkejut dan marah. Ketika anak-anak itu pulang ke rumah bersama polisi bahkan tak sedikit hanya nama saja, barulah mereka menangis meraung.

Untuk apa penyesalan? Apa karena memang penyesalan itu belakangan baru dirasa? Mengapa tidak membuat penyesalan itu ada di depan? Sebelum semua terjadi, tunjukkan pada anak-anak kita bahwa akan ada penyesalan karena pornografi; katakan bahwa akan ada penyesalan karena pacaran kelewatan; yakinkan bahwa kekinian itu tidak selalu menyenangkan.

Kita yang dulu hidup di tahun 90-an harus menyesuaikan diri dengan tahun 2000-an, tapi bukan berarti kita terbawa arus kekinian yang sering kali menggelincirkan. Kita yang dulu hidup di tahun 90-an lebih bahagia karena kita masih bisa merasakan nikmatnya memanjat pohon ceri, berlumpur ria dalam selokan demi menangkap kecebong, atau berkejaran dengan rumput liar yang menempel di baju.

Kita yang dulu harusnya mampu memberikan pengalaman itu pada anak-anak kita. Kita yang dulu harusnya mampu membawa mereka merasakan nikmatnya hidup menjadi anak-anak, karena memang kita bermain sesuai usia kita. 

Dengan membantu anak-anak menjadi anak-anak, maka kita membantu mereka membersihkan masa depannya dari kekotoran dunia yang sudah makin tua.