dulu aku enggak ingin bahagia tanpa senyuman mu dan menggapai cita-cita menjadi titik kebahagiaan yang tak pernah bisa lepas dari suaramu sehingga tidur kau masih terdengar di telingaku dan setiap malampun kau ada tuk menemaniku selama ini menemani sehingga larut malampun kau ada untuk q apa kah dirimu sekarang masih ingat pada diri ku ini telah lama menunggu kabar dari mu tapi semua itu hanya lah mimpi indah yang lama pergi dari ku kerinduan yang mendalam terhadap sang pangeranku

Sekarang aku hanya bisa pasrah dengan keadaan yang kini aku jalankan tanpa ada diri mu yang menemani ku kerinduan ini hanya lah bisa ku rasakan dan  ku kunci untuk menjadi titik awal perjalanan menuju tempat yang akan ku genggam dan Tac ingin lapes ataupun terjatuh di ketinggian yang sama siapa saja yang bisa membuatku merasa tenang biarlah aku sendiri didalam sesunyian ini adalah beberapa hal yang harus dilakukan dengan cara seperti ini mimpi indah akan menjadi sebuah pesan terakhir dan Carita yang pernah aq dengar itu hanya lah ilusi

1.Berjalan Dititian Senja

Berjalan di Titian senja...

Di antara titik dan batas awan merona...

Sayap melambai memberi aba...

Agar sang gelap menjelang tiba...


Saat ku sendiri melawan arah...

Saat ku tersesat di rimbun gelisah...

Saat ku melemah terkulai pasrah...

Saat itulah aku tau bahwa aku telah salah...


Membiarkan bahagia tercipta dengan sendirinya...

Seiring luka yang mejamahi  setelahnya...


Mungkin aku kecewa...

Tapi bukan berarti aku membenci cinta...

Karna ku tau cinta yang sesungguhnya tidaklah memaksa..

Dan mengerti bahwa rasa ada bukan tanpa makna...


2.Aku Dan Kamu


Ada saat lisan aku dan kamu

Terhenti dalam jeda putaran waktu

Saat jalani hari tanpa bertegur sapa

Lalui putaran waktu tanpa canda tawa


Bagai suatu kesunyian dalam ruangan hampa

Meski jiwa mampu untuk bersandiwara

Mengucap kata seakan semua baik baik saja

Ketahuilah, saat kata hati telah berbicara


Ia pun mengakui akan kebodohannya

Yang telah terucap dalam lisan kata

Dalam renungan di tengah kesendirian raga

Dalam gejolak antara relung hati serta ego di dalam jiwa


Bagai peran yang tengah di jalankan

Dalam suatu drama yang tengah di pentaskan

Menyelimuti relung hati untuk mengucap kejujuran

Hingga mampu hadirkan gejolak, timbulkan penyesalan


3.Andaikan


Andaikan semua nya bisa senyaman ini

Kita bisa bersama disini

Dan tak harus ada rasa untuk saling menyakiti

Mungkin tempat kita takan secanggung ini


Aku hanya ingin menemani

Menjadi sahabat sejati

Bukan ingin menyakiti atau melukai

biarlah aku sendiri jika kau tak mengerti


4.Kehilangan segalanya


Saat ku kira semuanya hanya biasa

Dan tak mungkin menjadi malapetaka

Aku terlena melihat api yg menyala

Saat ku sadari semua nya semakin membara


Ku pikir itu semua hanya sementara

Dan takan menyebar ke mana mana

Nyatanya semua yg ku takutkan menjadi nyata

Api itu melahap semua


Dan kini aku sebatang kara

Tanpa teman yg menyapa

Semua itu lebih baik dari pada kecewa

Yg akhirnya menghancurkan semua


5.NYANYIAN RINDU


kutulis puisi ini

pada redup rembulan malam

yang setiap berkas sinar muramnya, adalah

khayalku pada muram paras aslimu


kutulis puisi ini

pada nyanyi murai angkasa

yang setiap merdu kicaunya, adalah

kenangku pada serak basah suaramu


kutulis puisi ini

pada tikungan mimpi tidurku

yang setiap desah igauku, adalah

sadarku pada prosesi panjang cintamu


kutulis puisi ini

pada lambai nyiur pantai

yang setiap keriap helai daunnya, adalah

ngelamunku pada lambaian lesuh sayonaramu


kutulis puisi ini

pada seruling anak gembala

yang setiap sayup lembut alunannya, adalah

nerawangku pada suara sendu isakmu


kutulis puisi ini

pada rintik renai pertama

yang setiap percik gerimisnya, adalah

ingatku pada air mata tangis rindumu


kutulis puisi ini

pada desir bayu senja

yang setiap desau gemerisiknya, adalah

desah nafasku mengenang pergimu


kutulis puisi ini

pada debur ombak samudera

yang setiap hempasannya membentur karang, adalah teriakku memanggil namamu


kutulis puisi ini

pada rindu yang tak bertepi


5.Jalani Dan Pelajari Meski Tak Memahami


Kadang kita buta saat ada cahaya

Namun kita bisa meraba saat gelap gulita

Mata bukan satu satunya yg bisa melihat rupa

Tapi "mata hati" kadang lebih nyata


Kadang keramayan terasa sunyi

Namun kadang kita berinteraksi dalam imajinasi

Saat kita berada di tempat yg tak kita ingini

Disitu lah kita harus menyesuaikan diri


Tak akan ada yg mengerti meski kita mengoceh sendiri

Nikmati semua proses yg tuhan ajari

Karna hidup ini kita hanya sedang menjalani

Dan tak harus berusaha memahami


Karna kita takan pernah bisa bernegosiasi

Lebih baik kita jalan sendiri sendiri

Karna tuhan memberi arah pada masing masing mahluk di bumi

Yg akan di pertanggung jawabkan oleh setiap insani


Hidup adalah pelajaran yg harus dipertanghung jawabkan


#Andres Sitanggang


6.Di matamu aku bukan sapa sapa


Aku bukan mentari yang selalu bersinar

Aku hanya setitik kegelapan bagimu

Entah kapan akan berubah menjadi cahaya terang

Andai aku mentari

Andai aku menjadi cahaya dihatimu

Tapi apa daya aku bukan siapa-siapa

Aku bukan apa-apa bagimu

Aku ingin sekali memahamimu sepenuhnya

Mengetahui isi hatimu

Namun aku tetaplah manusia

Yang tak mampu mengukur & mengetahui isi hati orang lain

Aku mungkin hanya benalu bagimu

Orang asing yang tidak ada artinya

Aku hanya pecahan kaca yang tak pantas mendekati mutiara sepertimu

Aku tidak bisa memaksakan diriku tuk menjadi mutiara

Karena aku bukan siapa-siapa......


7."Aku"


Aku bukanlah dia atau kamu,

Bukan juga mereka,

Aku adalah diriku,

Beda pula kalau kita,

Sendiri itulah aku,

Aku hanyalah diriku,

Dari ujung rambut sampai kaki,

Tak ada kata lain tentang diriku,

Hanyalah daku yang mengerti,

Tentang apa yang aku perlu,

Hingga tentang apa yang terasa,

Takkan ada yang menggantukanku,

Karena aku hanyalah aku,

Hingga nanti terhentinya masa.