Di tengah pandemi virus corona, sebagai warga negara yang baik, saya melakukan imbauan pemerintah untuk di rumah saja. Berbagai ritual hampir semua sudah saya lakukan biar pergantian hari ini terasa cepat dan juga tidak membosankan.  

Salah satu ritual yang saya lakukan, yaitu dengan menonton anime. Sebenarnya saya bukan termasuk gila banget dengan anime. Hanya beberapa anime saja yang saya sukai. Salah satu anime yang saya sukai adalah Captain Tsubasa.

Saya sudah menyukai anime Captain Tsubasa sejak kelas 6 SD. Pertama kali saya melihat anime Captain Tsubasa di stasiun televisi. Waktu itu, Captain Tsubasa yang ditayangkan adalah versi 2002. Saya menonton dari awal sampai tamat untuk yang versi ini.

Bahkan sampai saat ini, saya masih ingat lirik lagu pembukanya. "Dragon Screamer! Dragon Fever! No Question!!" atau "Ukirkan dalam hati kapten masa depan, lebih tangguh daripada yang kita duga". Seperti itu kurang lebih liriknya.

Saat memasuki bangku perkuliahan pada 2018, Captain Tsubasa kembali rilis dengan animasi yang jauh lebih bagus daripada versi sebelumnya. Saya pun mengikutinya dari awal rilis sampai tamat. 

Membahas mengenai Captain Tsubasa pasti identik dengan rivalitas antara Tsubasa Ozora dengan Kojiro Hyuga. Kedua pemain ini memiliki gaya permainan yang berbeda. Tsubasa dengan kelincahannya, sedangkan Hyuga dengan kekuatannya.

Jika Tsubasa saat menghadapi pemain lawan lebih cenderung untuk melewatinya, sedangkan Hyuga main terobos saja semua musuh pada terpental.

Saking besarnya rivalitas kedua pemain tersebut, netizen pun menganalogikan dengan pemain sepak bola sungguhan. Tsubasa diidentikan dengan Lionel Messi dari Barcelona dan Hyuga identik dengan Cristiano Ronaldo yang waktu itu masih di Real Madrid.

Kedua pemain ini juga memiliki senjata ampuh dalam membobol gawang lawan. Tsubasa Ozora dengan tendangan drive shoot-nya dan Kojiro Hyuga dengan tiger shoot-nya.

Drive shoot Tsubasa merupakan tendangan yang membuat bola bergerak ke atas kemudian menukik seperti burung elang menangkap mangsa. Tiger shoot Hyuga merupakan tendangan keras yang bergerak lurus; saking kerasnya, kecepatanya seperti harimau yang sedang berlari.

Kedua tendangan ini memiliki kekuatan yang sangat dahsyat. Saking dahsyatnya pada pertandingan final antara Nankatsu melawan Akademi Toho. Drive shoot maupun tiger shoot sampai membuat bola hasil tendangan meletus saat mengenai tiang gawang. Tidak hanya itu, saat mengenai tembok pun membuat tembok tersebut retak. Wow. luar biasa.

Menendang bola dapat dikatakan membuahkan hasil saat mampu membobol gawang lawan. Dari kedua tendangan dahsyat tersebut, kira-kira mana yang lebih ampuh dalam membobol gawang lawan?

Drive shoot sangat efektif untuk tendangan di luar kotak penalti 

Drive shoot Tsubasa bisa dikatakan sebuah tendangan long shoot. Tsubasa selalu melakukan tendangan ini dari luar kotak penalti.

Tendangan dari luar kotak penalti, selain harus keras, juga harus memiliki pergerakan yang sulit ditangkap kiper. Dengan pergerakan drive shoot yang bergerak ke atas dapat melewati kiper saat melompat untuk menghentikan bola. Setelah melewati kiper, bola tersebut langsung menukik dan menghujam ke arah gawang.

Selain itu, drive shoot juga dapat dilakukan dalam kondisi sedang dihadang pemain belakang lawan. Bola hasil tendangan tersebut dapat melewati semua hadangan pemain belakang. Mangkanya pada episode final melawan Akademi Toho, Tsubasa dapat melakukan tendangan drive shoot meski dihadang banyak pemain belakang Akademi Toho.

Tiger shoot sangat mematikan jika dilakukan dari dalam kotak penalti, apalagi tidak ada penjagaan

Berbeda dengan drive shoot, tiger shoot Hyuga merupakan tendangan yang mengarah lurus. Tendangan ini harus dilakukan saat terlihat ruang kosong menuju ke arah gawang lawan. 

Tendangan ini dapat dengan mudah dibendung jika dihadang banyak pemain belakang. Hal ini terbukti menjelang akhir pertandingan melawan Nankatsu, Hyuga kesulitan mencetak gol. Semua itu karena hampir semua pemain belakang Nankatsu kompak membentuk pagar betis untuk menghentikan tiger shoot.

Tendangan tiger shoot akan sangat mematikan jika dilakukan dari dalam kotak penalti, apalagi tanpa adanya penjagaan pemain belakang. Ruang gawang akan terbuka lebar dan kiper pun pasti sangat kesulitan menghentikan tendangan ini.

Baik itu drive shoot maupun tiger shoot memiliki kelebihan masing-masing. Kelebihan ini sebenarnya sudah disesuaikan dengan posisi dari Tsubasa Ozora dan Kojiro Hyuga saat bermain bersama di Timnas Junior Jepang.

Tsubasa Ozora merupakan gelandang tengah atau playmaker. Seorang playmaker memiliki tugas untuk mengatur ritme permainan dari semua tim dan bukan sebagai mesin pencetak gol. Saat kondisi buntu, playmaker biasanya sering melakukan tendangan jarak jauh untuk membobol gawang lawan.

Kojiro Hyuga dikenal sebagai striker ganas yang haus akan mencetak gol. Biasanya, seorang striker selalu menunggu di depan gawang lawan atau dalam kotak penalti. Menunggu umpan-umpan manis dari gelandang, terutama gelandang tengah. Seorang striker pasti dengan mudah mencetak gol jika sudah mendapatkan umpan manis tersebut.