Penantian cukup panjang dilewati oleh penggemar drama yang disutradarai oleh Shin Won Ho akhirnya melihat sebuah titik terang dengan adanya Hospital Playlist. Hospital playlist yang ditulis oleh Lee Woo Jung mengudara pada 12 Maret 2020. Drama lain biasanya hanya memiliki satu sampai dua pemeran utama, hal ini berbeda dengan Hospital Playlist karena memiliki 5 pemeran utama sekaligus. Bagi pecinta drama Korea karya PD Shin Won Ho, hal ini tidak asing lagi karena dari drama-drama sebelumnya pun pemeran utamanya pasti lebih dari satu.

Dibintangi oleh Jo Jung Suk sebagai Lee Ik-Joon seorang spesialis bedah umum yang humoris dan cinta keluarga, 

src: Instagram @tvndrama.officiallalu Yoo Yeon Seok sebagai Ahn Jeong Woon seorang spesialis bedah anak yang memiliki panggilan “Buddha” karena kebaikan dan kelembutan sikapnya pada pasien.

src: Instagram @tvndrama.official

Aktor yang juga ikut andil pada drama karya PD Shin sebelumnya yaitu Jung Kyung Ho sebagai Kim Jun Hwan seorang spesialis bedah torakoplastik yang memiliki mulut ketus dan perfectionis.

src: Instagram @tvndrama.official 

Kemudian, ada aktris musical yang debut drama dalam Hospital Playlist yaitu Jeon Mi Do sebagai Chae Song Hwa seorang spesialis bedah saraf yang memilliki suara “merdu” dan tekun tiada tanding. 

src: Instagram @tvndrama.official

Aktor terakhir yaitu Kim Dae Myung sebagai Yang Seok Hyung seorang spesialis obgyn yang cinta ibu dan pecinta variety show. 

src: Instagram @tvndrama.official

Kombinasi apik yang diberikan PD Shin tidak ada duanya. Dalam drama ini, mereka memiliki sebuah ritual wajib setiap minggunya untuk "nge-band" bersama dengan lagu yang beragam. Secara tersirat, PD Shin menyesuaikan lagu yang akan dimainkan 5 sekawan itu dengan alur cerita, entah seperti jawaban dari sebuah teka-teki atau penggambaran perasaan setelah sebuah konflik terjadi.  

Jangan khawatir, drama ini diproduksi dengan penuh totalitas dari kelima aktor maupun aktrisnya. Mereka yang notabene bukan anak band, berlatih selama berbulan-bulan sebelum drama itu diproduksi hanya untuk belajar instrument yang akan mereka gunakan saat scene “nge-band”.

Drama ini menyajikan kehangatan dan konflik kehidupan khas PD Shin yang harum namanya setelah memproduksi Replay Series dan Prison Playbook. Bercerita tentang kehidupan 5 sekawan yang berkutat pada rumah sakit dan pasien. 

Saya rasa drama ini memiliki kesamaan dengan drama lain yang di produksi PD Shin yaitu Replay 1988. Dengan menempatkan satu perempuan dari sebuah “circle” mereka. Terlihat mirip, tetapi drama ini sangat berbeda dengan karya-karya PD Shin sebelumnya. Jika dilihat, Replay Series lebih banyak mengambil sudut pandang dari masa lalu, bahasa gaulnya kita sebut flashback. Sebaliknya, drama ini menceritakan kehidupan saat ini dengan beragam konflik yang relateable

Konflik yang diangkat tidak hanya berputar disekitar persahabatan. Percintaan bahkan konflik keluarga tidak luput dari perhatian PD Shin. Bagi pecinta drama korea, sudah tidak asing dengan ciri khas drama-drama yang diproduksi oleh PD Shin.

Sebenarnya apa sih ciri khas drama PD Shin?

Seluruh  drama PD Shin dari Replay Series, Prison Playbook hingga Hospital Playlist  tidak punya konflik yang tajam. Jika dibandingkan dengan drama yang sedang menjadi trending topic dimana-mana yaitu Penthouse, konflik drama PD Shin tidak ada setengahnya. Jangan berharap ada konflik bunuh-membunuh, selingkuh-menyelingkuhi, dendam, dan sejenisnya. Drama PD Shin lebih menyajikan tontonan yang hangat dan konflik yang ringan. Tidak dapat dipungkiri kesan membosankan akan melekat pada drama karya PD Shin ini.

“Dramanya bikin ngantuk.”

“Antagonisnya mana?”

“Dramanya kok gitu-gitu aja”

Pendapat tersebut sering dilontarkan beberapa pecinta drama korea pula. Terbilang wajar dikarenakan beragam genre yang ada dalam drama korea membuat kami (si pecinta drama korea) kadang terbagi-bagi menjadi sebuah sistem suatu genre. Tetapi ada pula pecinta drama korea yang seleranya random, seperti saya.

Khususnya dalam drama karya PD Shin yang tidak memiliki tokoh antagonis seperti dalam bayangan kita. Tokoh antagonis yang ada di pikiran kita biasanya jahat, membawa konflik terus-menerus, dan menyulitkan tokoh utama. Sedangkan PD Shin membawa tokoh antagonis hanya 1-2 episode saja, biasanya penyelesaian konfliknya pun 1-2 episode saja.

Drama ini telah dirancang akan menjadi dua season sebelum penayangan Hospital Playlist musim pertamanya. Musim pertama yang sukses telah rampung pada tanggal 28 Mei 2020 menyisakan banyak sekali lagu-lagu yang bertengger di puncak chart musik Korea Selatan. Lagu-lagu tersebut yang dibawakan oleh band 5 sekawan itu membawa impact yang cukup baik. Seolah-olah saya di masa sekarang diajak bernostalgia mendengarkan soundtrack mereka yang mayoritas lagu jadul.

Dari penjelasan singkat diatas, apakah sudah ada bayangan bagaimana alur dari Hospital Playlist?

Oke, lanjut ya!

Pada tahun 2021 Hospital Playlist memasuki musim kedua untuk episode pertama yang disiarkan di tvN dan Netflix pada 17 Juli. Saat saya menulis, Hospital Playlist telah memasuki episode keduanya. Sebagai pecinta drama korea karya PD Shin, sejauh ini drama Hospital Playlist menjadi sebuah healing drama setelah satu tahun penantian saya. Dalam 2 episode ini, ciri khas drama yang saya rindukan tidak luntur sama sekali. Tidak perlu berpikir terlalu jauh mengenai tokoh antagonisnya apalagi konfliknya. Cukup menonton dengan laptop dan disandingkan dengan kopi panas. Nikmatnya…

Drama ini sebagai pengobat stress dikala jenuh dengan kehidupan sehari-hari. Makna-makna yang disajikan terasa hangat walaupun hanya diungkapkan secara tersirat. Kalau drama lain akan menyajikan sebuah konflik berepisode-episode hanya untuk satu makna pada akhir episode, sedangkan drama karya PD Shin seakan-akan tidak mengikuti “trend”. Menyajikan konflik ringan disertai makna di setiap episodenya. Pada episode dua, ada kutipan menarik yang dituliskan seorang pasien kepada dokter Yang Seok Hyung pada bingkisan terima kasihnya.

“Adakalanya hal buruk menimpa orang baik”

Tak disangka kalimat tersebut tertulis di halaman pertama buku teori obstetri milik dokter Yang Seok Hyung dengan bahasa Inggris.

“Bad things at times do happen to good people”

Kalimat yang mungkin terasa biasa saja jika dibaca dari tulisan ini. Coba dibandingkan dengan ditonton langsung dan melihat konflik dibalik kalimat bermakna diatas. Saya saja sampai terharu…

Drama anti stress tahun 2021 menurut saya yaitu Hospital Playlist ini. Menyajikan sebuah persahabatan antar dokter yang memilki ritual “nge-band” setiap minggunya tanpa konflik berat dan antagonis yang penuh misteri. Tak dipungkiri drama seperti ini tidak luput dari teori konspirasi netizen di sosial media, tetapi hal itu sangat wajar karena musim kedua dari Hospital Playlist belum rampung. Hanya episode akhirlah yang dapat menjawab segala teori konspirasi itu.

Semoga sedikit review dari saya akan menjadi jendela baru bagi pecinta drama korea yang sedang bimbang. Lebih senang lagi, jika review saya ini membawa seseorang untuk mencoba menonton drama korea. Tetapi percayalah, jika kalian tidak suka drama ini bukan berarti membencinya, ini semua hanya masalah selera. Selamat menikmati!