Ketika drama wajah lebam Bu Ratna akhirnya terungkap hanyalah fiksi belaka, warga internet pun makin gaduh. Sekadar informasi, Bu Ratna sebelumnya mengaku telah dianiaya sampai wajahnya begitu.

Geregetan, Dokter Tompi akhirnya buka suara. Katanya itu lebam akibat pasca operasi plastik, bukan dipukuli. Tetapi di ujung lain ada Dokter Gigi yang tak terima, keukeuh kalau Bu Ratna benar-benar dipukuli, bukan gara-gara operasi plastik. Apalagi gara-gara scalling karang gigi, nggak mungkin juga dong, ya.

Netizen yang mahatahu sekaligus tak tahu apa-apa sontak menjadi merana. Di dunia fana nan penuh dusta sejak dalam grup WhatsApp keluarga, siapa lagi yang bisa dipercaya? Di Twitter, warganet pun tak lelah dari pagi hingga sepertiga-malam mondar-mandir lini masa. Ala-ala detektif, mereka mencari dan mengumpulkan informasi untuk dihubung-hubungkan hingga menjadi fakta yang utuh, lagi-lagi demi grup WhatsApp keluarga.

Bu Ratna yang aktingnya sekaliber Rosamund Pike dalam film Gone Girl itu esoknya tiba-tiba angkat bicara. Kalau dalam film yang disebut tadi Mbak Pike ternyata berpura-pura hilang dibunuh, Bu Ratna pun mengaku sendiri kalau lebam-lebam di wajahnya akibat dari klinik estetika, bukan dianiaya. Tolong Joko Anwar banyak belajar membuat plot twist sedahsyat ini.

Sementara itu warganet cum detektif cum informan WhatsApp keluarga yang sudah keburu menyebarkan hoaks ke mana-mana jadi bingung. Sebagian ada yang insyaf lalu minta maaf. Ada juga yang malah ngeles, namun tak sedikit pula yang malah bikin skenario baru. Netflix berhak waspada.

Cerita versi teori konspirasi yang baru-baru ini berkembang menyatakan bahwa Bu Ratna sebetulnya adalah suruhan Presiden Jokowi untuk menjatuhkan Pak Prabowo. Wah, mendengar teori mencengangkan itu, saya khawatir penulis cerita detektif almarhumah Agatha Christie bakal bangkit lagi dari alam kubur.

Serupa franchise Marvel Cinematic Universe, episode cerita Bu Ratna tak kunjung ada selesainya. Bedanya, cerita baru dalam serial Bu Ratna terus diproduksi hanya mengandalkan budget paket data dan di bawah naungan Production House Bacotan Netizen Studio, Tbk. Yang mana bagian penulis skenario, aktor, dan marketing & promo diakomodir netizen semua.

Berkat kreativitas netizen, tayangan "Ada Apa Dengan Ratna?" inipun kemudian menjadi box office dalam sekejap. Sedikit mengalahkan rating sinetron dengan tema serupa berjudul "Jenazah Kejam Mati Terkubur Cor-coran dan Tertimpa Meteor". Banyak kritikus berpendapat bahwa akting jenazah di serial azab kurang natural, sekadar catatan saja.

Sejak insiden menghebohkan itu, nama Bu Ratna seolah menjadi standar baru dalam urusan seni peran. Gimana tidak, Pak Prabowo dan bapak-bapak pejabat di DPR sampai terpukau dibuatnya, dan sama sekali tak mengira jika itu semua hanya akting.

Pak Fadli Zon bahkan sempat ikut ketipu sampai mengumbar berita penganiayaan itu ke khalayak umum. Ironisnya, seiring thread Pak Fadli Zon itu viral, twit-twit soal penggalangan dana untuk saudara-saudara kita di Palu jadi agak terlupakan.

Kalau sudah begini, kita semua harus banyak belajar, tak terkecuali Mas Reza Rahadian. Sehebat-hebatnya Mas Reza, ingatlah bahwa di atas langit masih ada Ratna Sarumpaet, Mas. Kalau Mas Reza merasa jago bisa berperan jadi apa saja, bahkan jadi mantan presiden Pak BJ Habibie di film Habibie & Ainun, Bu Ratna malah bisa bikin Presiden dimusuhi rakyat-rakyatnya, bahkan nyaris mejadi mantan presiden. Hebat mana hayo?

Ah, tapi kok saya malah lebih penasaran dengan grup WhatsApp keluarga Pak Amien Rais sekarang, ya. Pak Amien dan putrinya Mbak Hanum kan sudah kepalang tanggung menyebar berita hoaks fenomenal soal drama Bu Ratna ini di mana-mana. Kalau saya sendiri yang cuma rakyat jelata ini oleh bapak saya pasti sudah dicopot dari jabatan admin grup, atau mending milih left saja daripada dicoret dari Kartu Keluarga.