Dengan sangat lihai mata uang negara adidaya Amerika Serikat bersuling menghipnotis semua mata uang negara yang berada di bawah perdayaannya. Semua mata uang seolah-olah terhipnotis dengan manja menari-nari seperti kesurupan tak karuan, bagai kuda lumping habis dijampi-jampi oleh sang dalang, tak terkecuali mata uang Rupiah.

Ia bahkan sudah tak kesurupan lagi dibuatnya, melainkan sudah menyala-nyala bak banteng Roma bermata merah menyala-nyala yang sudah siap melabrak sang matador yang dianggapnya sudah sangat enteng menantangnya.

Data hari ini, Senin 8 Februari 2016. Lebih tepatnya lagi pukul 00.00 Wita. Kurs Dolar terhadap Rupiah adalah 13.671. Data statistik yang katanya sangat dipercaya tersebut mengatakan bahwa dengan susunan angka cantik diatas dapat dikatakan bahwa Rupiah menguat terhadap Dolar USA. Entahlah, kata orang kalau angka sudah berkata, maka tak ada seorangpun yang boleh membantahnya, jika dibantah maka ribuan bibir akan mengeroyoki sang pembantah.

Pesan saya, jika ingin tetap hidup aman, jangan bantah angka statisik, runyam kedepannya bila tetap kukuh melabraknya. Untuk kasus ini saya tidak mau ambil pusing, biarlah orang-orang yang merasa dirinya memiliki high knowledge mengomentarinya sambil bersiul dan menyanyikan tembang gundul-gundul pacul dengan gaya angkuh klasik zaman Meghalitikum.

Namun entahlah, saya sendiri sampai saat ini masih bingung dengan istilah “menguat” dan “melemah”. Menurut teropong saya, istilah tersebut tidak dibisa dipakai untuk berdebat, karena saat ini anda bisa bilang menguat, satu detik lagi sudah berubah. Lantas bagaimana caranya memperdebatkanya, jika angka tersebut dalam sekejap berubah menjadi melemah dan menguat.

Case ini akan sangat tepat apabila dikaitkan dengan mata uang negara penari. Penari adalah orang yang melakukan gerakan-gerakan lincah ke kiri dan ke kanan, ke atas dan ke bawah, bergerak sesuka hati, bergerak hingga terkesan memiliki seni, bergerak sekehendak hati hingga bumipun ikut menari-nari.

Gerakan penari tentunya akan sangat indah apabila diiringi dengan alunan musik, apalagi jika musiknya ada seruling, tentunya jangan dibayangkan apa yang akan terjadi dengan gerakan sang penari. Berkibar-kibarlah gerakannya. Tulang-tulangnya lemas bagaikan manusia tak bertulang belakang.

Rupiah pun ibarat penari, penari balet mungkin tepatnya. Apabila dilihat dari diagram statisktik kurs mata uang, ia bergerak bak seorang penari balet, lincah sekali gerakannya. Seperti gerakan orang yang sudah sangat terbiasa dan terlatih. Ia indah bergerak keatas, kebawah dengan semaunya, dengan sangat cepat, dan dengan sangat lincah.

Grafik kursnya tak bisa diam, lincah sekali, orang pintar yang sudah bertitel dua belas ilmu pun tak bisa memprediksikan laju pergerakknya. Terkadang ada orang yang megatakan dirinya ahli keuangan, namun sayang ramalan yang ia jampi-jampikan meleset begitu saja, anehnya ramalannya tak pernah tepat untuk mata uang yang satu ini. Selalu saja meleset.

Bahkan mereka pun akhinrya memberikan nama terhadap mata uang garuda ini sebagai mata uang ajaib. Ajaib karena detik ini bisa di bawah, tutup mata tiga detik saja ia sudah meloncat bergerak ke arah atas sambil melambaikan tangan dengan angkuh. Tentunya ia begitu lincah bergerak semaunya. Kami bingung dengan kondisi ini, apakah kami perlu bangga memiliki mata uang ajaib?

Dolar semakin menggebu-gebu mengibaskan sayapnya. Ia ibarat burung elang yang sangat agresif, masih melihat bayangan mangsa saja ia sudah memasang ancang-ancang untuk merubuhkan mangsanya. Dolar ibarat seruling bambu berlubang dua belas, memainkan melodinya melalui lubang-lubangya, mengeluarkan hipnotis dan menyebabkan mata uang-mata uang yang ada didekatnya meloncat kesana-kemari dengan sangat girang.

Ia memang berkuasa untuk memainkan serulingnya untuk membuat mata uang-mata uang didunia menari tak karuan seperti kuda lumping kersurupan. Jangan ditanya, rupiah tak pernah mampu untuk melawan godaan serulingan dolar, rupiah selalu terhipnotis mendengarkan suara seruling dolar, ia berdecak terkagum-kagum dan menari bak penari balet. Ah sepertinya penari balet tak seperti pergerakan rupiah saat ini, masih teralu melow dan melambai.

Saat ini sudah tak seperti penari balet gerakannya yang enak dilihat dan aduhai disantap mata, gerakan rupiah saat ini lebih tepatnya sudah seperti gerakan kuda lumping kesurupan yang sedang ingin memakan pecahan kaca. Sudah tak tau aruh dan kendali atas tubuhnya.

Dolar terus saja memainkan serulingnya dengan indah, rupiah tak kuasa menahan godaaanya, rupiah terhipnotis suaranya, masyarakat terus-terusan menjerit histeris, rupiah seperti kuda lumping yang sedang mabuk.