Ya Allah, ya Tuhanku
Berikanlah kekuatan kepada KPK
Untuk memberantas korupsi
Yang mengganas di negeri ini

Ya Allah, ya Tuhanku
Jadikanlah kejujuran bagi KPK
Menjadi panglima senantiasa
Memerangi korupsi di Indonesia

Ya Allah, ya Tuhanku
Jadikanlah keadilan bagi KPK
Sebagai tembok terakhir selalu
Membongkar korupsi di negeriku

Amin.

Cibinong, 1 8 September 2019

Glosarium O

Mantan Presiden AS:
Obama
Sinonim masturbasi:
Onani
Sering dilakukan KPK:
Otete

Jakarta, 1 November 2017

Tertangkap Tangan

Ada hakim ada juga jaksa
Tertangkap tangan oleh KPK
Menerima suap ratusan juta
Untuk meringankan putusan
Atau tuntutan bagi tersangka
Pejabat atau pengusaha kaya

Tersangka kelas teri lain cerita
Lama ditahan tak diadili juga
Didera nestapa tak ada ujungnya
Merana di dalam tembok derita*)
Tak dapat melambaikan tangan
Kepada para wartawan layaknya

Cibinong, 14 April 2015

Jumat Keramat

Tahukah engkau, wahai sahabat
Apakah itu Jumat Keramat?
Esok hari di gedung KPK
Jumat Keramat jadi berita

Hari ini para tersangka kasus korupsi
Jantungnya berdebar kencang sekali
Ketika esok datang memenuhi panggilan
Dicecar penyidik dengan sekian pertanyaan

Setelah sekian pertanyaan terjawab sudah
Tersangka korupsi menjadi sangat gundah
Apakah akan kembali ke rumah dengan nyaman
Ataukah digelandang paksa ke rumah tahanan

Di hari Jumat tersangka korupsi jadi bertambah
Sekian dipenjara yang lain menyusul malah
Sekian koruptor telah menjadi terpidana
Sekian lagi berbondong menyusul mereka

Sekian koruptor di Nusakambangan tersiksa batin
Sekian koruptor lagi menghuni penjara Sukamiskin
Sekain koruptor menyusul mereka menghuni LP Cipinang
Sekian koruptor lalu menghuni Rutan Salemba dengan senang

Satu tertangkap muncul penjahat kerah putih baru
Kita ternganga melihatnya hingga lidah jadi kelu

Apakah besok akan lahir terdakwa koruptor baru?
Hingga kini aku masih juga menyimpan tanya padamu

Cibinong, 2 Januari 2014

Pesan untuk Para Koruptor

Selamat siang, wahai Anda
para koruptor celaka.
Inilah syair tentang dan untuk Anda
yang selalu saja menebar bencana.

Sebagai bapak, Anda punya istri juga anak.
Tentu juga terpikir oleh Anda akan berdampak.
Meruntuhkan negara, rakyat, dan banyak pihak.
Tapi mengapa tak terpikir dampak bagi anak yang telak.

Anak Anda di rumah dan lingkungan sekolah
selalu diliputi amarah, gundah, dan resah.
Karena perbuatan nista Anda terungkap di media massa.
Hingga terlihat Anda berjalan menuruni anak tangga
gedung KPK dengan seragam tahanan
meski Anda masih sempat menebar senyuman.

Anak Anda di lingkungan pergaulan
senantiasa juga merasa tertekan.
Karena perbuatan hina Anda terekspos di media massa.
Hingga terlihat di pengadilan sedang dicecar pertanyaan oleh jaksa.
Atau Anda sedang berkonsultasi dengan pengacara
atau Anda sedang duduk di kursi tersangka dengan wajah merana.

Anak Anda di lingkungan masyarakat
juga senantiasa meniti hari-hari yang berat.
Karena perbuatan hitam Anda terpublikasi di media massa.
Hingga terlihat Anda memasuki rumah tahanan atau penjara

meski Anda masih sempat melambaikan tangan
kepada pengikut Anda dan para wartawan.

Inilah kisah bapak polah anak kepradah.
Bapak yang melakukan perbuatan hitam, hina, dan nista.
Akan tetapi, anak juga yang menanggung akibatnya.
Siksa batin yang senantiasa mendera.

Cibinong, 1 Januari 2014

Tangan Menyawer yang Tertangkap Operasi, yang Pernah Menyelipkan Duit di Antara Kedua Payudara Selebrita

Sebuah operasi rahasia menangkap koruptor disebut operasi tangkap tangan (OTT). Si tangan dengan sembunyi-sembunyi menangkap tangan koruptor yang juga sembunyi-sembunyi mencuri, kemudian memborgol tangannya.

Sebelumnya, konon, si tangan koruptor berkali-kali juga menyawer banyak orang, termasuk selebrita yang mempunyai payudara besar seperti balon atau barangkali roti yang menyerupai huruf O (TTO). Menyelipkan duit di sela-selanya.

Jakarta, 12 Oktober 2017

Cuma Viagra

Polititikus  sontoloyo
Bupati  sontoloyo
Begal  sontoloyo
Koruptor  sontoloyo

Yang tak loyo
Cuma Viagra

Jakarta, 26 Oktober 2018 

Tikus Berdarah

Di tengah jalan basah
Tikus got terbujur berdarah
Siapa pembunuhnya entah

Di lobi hotel megah
Para tikus tertawa renyah
Siapa pembunuhnya entah

Jakarta, 20 Juli 2016

Perut, Rekening, dan Entong Gendut

Di dalam perutnya yang gendut nan buncit terdapat aspal, batu kerikil, juga batu granit. Masih ada lagi buku bacaan, listrik, dan meja. Ada air, beras, gula, kayu, cat, juga besi baja Di dalam perutnya yang gendut menggelikan terdapat keluh, jerit, dan tangis memilukan.

Di dalam rekening yang gendut nan ganas terdapat suap, sogokan, juga uang panas. Masih ada lagi mark up, manipulasi, korupsi, angka fiktif, pemerasan, rekayasa, dan kolusi. Di dalam rekening yang gendut mencurigakan terdapat kemunafikan dan tipu daya menjijikkan.

Di dalam riwayat Entong Gendut nan patriotik terdapat kegigihan dan perjuangan yang heroik. Melawan penjajah Belanda yang kian meradang dengan pencak silat dan keris, golok, atau pedang. Di dalam riwayat Entong Gendut sang pemberani terdapat keikhlasan, pengorbanan, dan hati nurani.

Cibinong, 3 Maret 2015

Beda Pahlawan dengan Koruptor

Pahlawan mendirikan negara Indonesia. Koruptor dengan segala upaya menggagalkannya.

Pahlawan mempertahankan kemerdekaan dengan khidma.  Koruptor mempertahankan kemerdekaan dengan khianat.

Pahlawan mengisi kemerdekaan dengan mencipta.  Koruptor mengisi kemerdekaan dengan tipu daya.

Pahlawan memberikan hartanya untuk negara. Koruptor mencuri dengan rakus harta milik negara.

Pahlawan senantiasa memikirkan bangsanya. Koruptor semata memikirkan keluarga dan anak cucunya.

Pahlawan makan dan minum seperlunya. Koruptor makan dan minum apa saja

Pahlawan berpakaian ala kadarnya. Koruptor berpakaian bak selebrita

Pahlawan dipenjara karena berjuang. Koruptor dipenjara karena merampok uang

Pahlawan dengan gagah berani menghadapi eksekusi. Koruptor ngeri menghadapi regu tembak dan dihukum mati

Pahlawan setelah meniinggal dunia selalu dikenang. Koruptor setelah tiada di dunia meninggalkan belang

Jakarta, 10 November 2013

Reportase Amplop dan Kardus

Segepok amplop dan seonggok kardus
Tergolek membisu seperti tak terurus
Amplop dan kardus milik para tikus
Disimpan di gudang agar tak terendus

Namun rupanya kucing menciumnya
Lalu mendekat dan membukanya
Kucing terkesiap seketika itu juga
Karena isinya membuatnya terpana

Ketika amplop dibuka lebar-lebar
Mata kucing menjadi gusar nanar
Dan jantungnya pun berdebar-debar
Karena isinya bertumpuk-tumpuk dollar

Setelah kardus terbuka dengan susah
Hati kucing pun menjadi resah gundah
Karena isinya bertumpuk-tumpuk rupiah
Tentu jumlahnya sangat melimpah ruah

Kucing lalu menjadikan amplop dan kardus
Beserta isinya yang masih utuh dan mulus
Sebagai barang bukti tindak pidana korupsi
Yang semakin merajalela saja di negeri ini

Rupanya amplop dan kardus di negeri kita
Sangat berguna bagi penguasa dan mafia
Untuk meninggikan harkat dan martabat
Juga untuk merendahkan derajat rakyat

Jakarta, 3 Januari 2014 

Tertawa dan Berkata Gila

Ketika kamu ketahuan korupsi
uang negara yang nilainya berlipat-lipat, 
aku berkata: Gila!
Padahal, kamu wakil rakyat.

Ketika kamu ketahuan korupsi
uang negara yang nilainya sungguh hebat,
aku berkata: Gila!
Padahal, kamu layaknya birokrat.

Ketika kamu ketahuan korupsi
uang negara yang nilainya memerlukan nyali,
aku berkata: Gila!
Padahal, kamu Ketua Mahkamah Konstitusi.

Ketika kamu ketahuan korupsi
uang negara yang nilainya tak terperi,
aku berkata : Gila!
Padahal, kamu seorang menteri.

Ketika korupsi terjadi di mana-mana
yang dilakukan pejabat, partai, dan penguasa,
aku berkata dengan nada tertawa: Gila!
Padahal, seharusnya mengurusi rakyat yang menderita.

Jakarta, 12 November 2014