Mendengar kata warga desa, warga kota, warga bangsa, dan warga dunia mungkin sudah tidak asing melintas ditelinga kita. Namun, di artikel ini kita akan fokus membahas mengenai warga negara. Kata warga sendiri, memiliki arti anggota keluarga, perkumpulan, dan sebagainya. Jadi, arti sederhana dari warga negara adalah anggota dari sebuah negara. Kontribusi warga negara bagi negara sangatlah diperhitungkan.

Sebagai elemen dari negara, maka warga negara secara otomatis mempunyai hubungan erat dengan negara. Hubungan warga negara dengan negara bisa terealisasi dalam bentuk kerja sama, identitas, dan bentuk-bentuk hak dan kewajiban masing-masing dari keduanya. Substansinya adalah warga negara mempunyai hak dan kewajiban terhadap negara  dan begitu pula sebaliknya.

Setiap orang yang bermukim di sebuah negara, namun bukan warga negara asli negara tersebut maka tidak mempunyai hubungan timbal balik hak dan kewajiban. Sebuah negara mempunyai kedaulatan mutlak menentukan kriteria kewarganegaraannya tanpa ada ikut campur dari negara lain, begitu pun sebaliknya.

Negara republik Indonesia sudah menentukan kriteria warga negaranya. Ketentuan ini tertulis secara resmi dalam pasal 26 UUD 1945. Seseorang yang berhak menjadi warga negara Indonesia adalah orang-orang Indonesia asli dan warga negara lain yang disahkan melalui peraturan perundang-undangan negara.

Tentunya, negara harus mengayomi hak warga negaranya. Di samping itu, warga negara pula harus menjalankan tugas warga negaranya dengan baik. Terciptalah hak warga negara.

Ketika sebuah negara mempunyai kontak emosional yang kuat dengan warga negaranya, maka tanpa diperintah pun, warga negara akan membela negaranya secara tulus berjiwa nasionalisme. Jika ada dari pihak luar merongrong keamanan negara, maka warga negara siap membela tanah airnya sepenuh hati.

Sebut saja kasus budaya Indonesia yang diakui negara lain. Secara refleks, tanpa perintah dari pemerintah, warga negara Indonesia berusaha sekuat tenaga membela kehormatan negaranya. Namun, seringkali kita ketahui cara yang digunakan tidak sesuai harapan pemerintah.

Memperkenalkan Budaya Bangsa

Relasi kontak emosional yang dalam antara negara dan warga negara akan menumbuhkan rasa cinta tanah air. Rasa yang yang timbul inilah yang membangkitkan kebangaan terhadap negaranya. Sehingga apapun yang berasal dari negaranya, warga negara akan loyal terhadapnya.

Lebih dari itu, setiap warga negara yang memiliki keterikatan emosional mendalam dengan negaranya, akan memperkenalkan budaya negaranya ke orang-orang luar negeri tanpa perintah dari pemerintah.

Misalkan saja ada seorang warga negara Indonesia yang menempuh pendidikan di Jerman dan memiliki jiwa nasionalisme di dalam dirinya. Dia akan memperkenalkan keunikan budaya Indonesia dan kebiasaan asli warga negara Indonesia seperti murah senyum, ramah, dan menjaga kesopanan dalam bergaul.

Apakah Anda ingat mengenai budaya Korea yang mendunia?

Mulai dari makanan, gaya hidup, pakaian, hingga gaya bahasanya. Semuanya karena rasa emosionalnya dan cinta tanah air warga negara Korea. Sehingga segala aktivitas di manapun warga negara Korea berada, mereka selalu menjunjung tinggi dan memperkenalkan kebudayaan negaranya kepada dunia dan tetap konsisten memegang erat budaya Korea.

Taat  Aturan Negara

Warga negara yang telah mempunyai keterikatan emosional kuat dengan negaranya akan memberi kepercayaan penuh kepada negara. Sehingga setiap aturan negara yang dibuat, warga negara akan mentaatinya tanpa penolakan. Karena mereka percaya, bahwa negara membuat aturan dengan baik dan demi kesejahteraan warga negaranya.

Warga negara yang berjiwa nasionalisme dengan spontan juga akan membantu menegakkan hukum negara. Contoh nyatanya adalah dengan menjaga perilaku supaya tertib bermasyarakat, menegur warga negara yang menyalahi aturan, dan membantu aparat sipil dalam menjalankan tugas negara.

Berusaha Mengharumkan Nama Negara

Jiwa nasionalisme yang tertanam dalam sanubari akan memacu warga negara untuk mengharumkan nama negara. Warga negara yang tertib akan selalu menjaga kelakuannya dalam bermasyarakat, baik di wilayah dalam negeri atau  luar negeri.

Selain itu, dia akan berusaha keras belajar dan berlatih supaya bisa memberikan sebuah prestasi yang membanggakan negara dan mengangkat kehormatan negara di panggung internasional. Sebagai timbal baliknya, negara akan memberikan apresiasi tinggi kepada warga negara yang sedang berjuang mengharumkan nama baik negara terlebih yang berhasil mengharumkannya. Seperti hadiah uang tunai, sandang pangan, transportasi, dan segala macam akomodasi yang dibutuhkan warga negara akan dipenuhi negara.

Segala hal yang diberikan negara tersebut, merupakan usaha dalam mencapai tujuan-tujuan negara untuk memenuhi kewajibannya kepada warga negara. Sementara upaya dalam mengharumkan negara adalah bentuk perwujudan warga negara terhadap negara.

 

Tujuan Negara Indonesia

Sebelum negara ini benar-benar diakui secara de jure dan de facto, para pejuang bangsa ini telah menentukan akan dibawa ke mana arah perjuangan negara Indonesia. Mereka pun mencurahkan segala upaya untuk membuat Undang-undang Dasar, dasar falsafah negara  Indonesia (Pancasila), lambang negara dan atribut lainnya. Tentunya konsep tersebut telah diputuskan bersama dengan jalan yang tidak mudah. 

Tujuan negara Indonesia telah ditetapkan terlebih dahulu, sebagaimana sebuah organisasi baru yang terorganisir selalu memiliki tujuan yang pasti akan terbentuknya sebuah organisasi. Menurut pembukaan UUD kita, Indonesia memiliki 4 tujuan utama, yaitu:

  • Melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia
  • Memajukan kesejahteraan umum
  • Mencerdaskan kehidupan bangsa
  • Ikut melaksanakan ketertiban dunia

Tentunya tujuan tersebut sudah tidak asing di telinga kita, karena selalu dikumandangkan pada saat upacara bendera. Baik itu upacara rutinan di sekolah maupun upacara bendera memperingati hari kemerdekaan.

Empat tujuan utama di atas tentunya bukan hanya tulisan semata. Namun, harus berusaha untuk mewujudkannya. Oleh karena itu, Indonesia butuh sumber daya manusia yang siap berperan. Individu yang menjadi warga negara Indonesia secara otomatis memiliki hak dan kewajiban bernegara. Hak dan kewajiban ini diberikan sebagai salah satu usaha untuk mencapai 4 tujuan di atas.

Warga Negara

1. Hak

Setiap warga negara memiliki hak individu. Hak perorangan tersebut bisa Anda lihat dalam UUD 1945, tepatnya Pasal 27 sampai dengan Pasal 34. Beberapa contok hak warga negara yang mutlak dimiliki oleh setiap perorangan adalah sebagai berikut:

> Hak hidup aman

> Hak beragama dan menjalankan kewajibannya

> Hak bersuara/berpendapat

> Hak mendapat pendidikan yang pantas

> Hak mendapatkan keadilan di mata hukum

> Hak meneruskan keturunan

> Hak meneruskan anak keturunan

Sebelum individu menuntut hak dan menjalankan kewajiban sebagai warga negara, seseorang harus dipastikan terlebih dahulu sebagai Warga Negara Indonesia (WNI). Karena tidak semua penduduk di suatu negara merupakan warga negara tersebut.

Menurut hukum, WNI adalah orang asli negara Indonesia dan orang dari negara lain yang sudah melewati proses naturalisasi dan sudah legalkan dengan undang-undang sebagai warga negara. Ketentuan tersebut telah dibuat negara dan menjadi berlaku karena dimasukkan ke dalam UUD 1945 Pasal 26.

2. Kewajiban

Dalam korelasi apapun, tidak ada hak yang berhak dituntut jika kewajiban belum dilaksanakan dengan baik. kewajiban warga negara yang dijalankan dengan baik dapat memajukan negara. Ingatlah, kewajiban ini pula yang membuat tujuan negara bisa tercapai. Butuh kerjasama yang kompak supaya warga negara mempunyai emosional yang kuat sehingga dapat berkontribusi dalam memajukan kualitas negara. Jangan sampai menjadi beban negara yang pada akhirnya membuat negara ini hancur.


Negara

Negara bukanlah makhluk hidup. Ia tidak dapat melaksanakan apapun tanpa ada subjek aktif yang menggerakkannya. Tentu para penggeraknya adalah warga negara. Di antara banyak dan ragamnya warga negara, ada tugas-tugas tertentu yang diserahkan kepada beberapa individu untuk menjalankan tugas negara.

Beberapa orang yang dipilih oleh suara rakyat akan menduduki kekuasaan di pemerintahan. Mereka dianggap sebagai orang-orang yang mampu menjalankan pemerintahan supaya negara dapat menjalankan hak dan kewajibannya dengan baik. Montesqieu membagi mereka ke dalam 3 golongan Trias Politica :

  1. Eksekutif : Presiden dan Wakil Presiden sebagai pusat pemerintahan yang menjalankan peraturan-peraturan negara.
  2. Legislatif : DPR, DPD, MPR yang bertugas membuat dan mengesahkan peraturan perundang-undangan negara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan negara.
  3. Yudikatif : KY, BPA, MA, MK, Kepolisian harus dapat mengawasi pelaksanaan penyelenggaraan negara dan menegakkan hukum yang berlaku di Indonesia.

Tiga lembaga di atas yang menjadi lembaga pemerintahan yang berusaha memenuhi hak-hak warga negara secara resmi. Sementara itu, mengenai hak dan kewajiban negara sendiri, akan dijelaskan lebih lanjut.

1. Hak

Sebagai tanah air yang dihuni secara turun temurun, tanah yang telah memberi air melimpah sebagai sumber kehidupan, dan segala kebutuhan hidup manusia. Maka sudah sepantasnya kita sebagai warga negara yang baik memberi balasan yang pantas kepada tanah air ini.

Balasan yang dapat dipersembahkan oleh warga negara yaitu upaya membela tanah ait sebagai wujud hak dari suatu negara. Tentunya negara berhak mendapat pembelaan dari  warga negaranya. Negara juga berhak kehormatan namanya di perjuangkan di kancah internasional yang diupayakan oleh warga negaranya.

2. Kewajiban

Sebuah negara yang ideal adalah negara yang dapat memenuhi hak-hak warga negaranya. Sederhananya adalah negara berupaya penuh untuk memenuhi hak warga negara. Tentang bagaimana bisa terlaksana atau belum, itu merupakan persoalan lain.

Negara harus berupaya memberikan perlindungan hidup dan jaminan keamanan kepada warga negaranya. Negara juga harus melakukan pembangunan wilayah yang merata tanpa adanya ketimpangan.